Informasi lengkap silahkan hubungi : 0341 - 717753

Selasa, 21 Januari 2020

Latih Keterampilan Motorik, Siswa Kelas 6 SDI Baitul Makmur Ikuti Perjusa

Administrator Web








MALANG_BM-Siswa Kelas 6 SD Islam (SDI) Baitul Makmur  Malang mengikuti kegiatan Perkemahan Jumat Sabtu (Perjusa) di Bumi Perkemahan Lemdikacab Jalan Wisnuwardhana Malang, pada 17-18 Januari 2020. Agenda tahunan yang digelar kali kedua ini dilaksanakan setiap semester I sebelum mereka menghadapi ujian nasional (UN).
Ketua Pelaksana Perjusa SDI Baitul Makmur Samsul Arifin, S.Pd.I, mengatakan pelaksanaan Perjusa baru bisa dilaksanakan pada Januari 2020 karena padatnya jadwal di lokasi pelaksanaan kemah. “Seharusnya (Perjusa) dilakukan pada Desember 2019 namun baru terlaksana Januari 2020 karena terkendala lokasi kemah yang padat acaranya,” papar guru yang akrab disapa teacher (Tc) Samsul ini.            
       Menurut dia, tujuan digelarnya Perjusa adalah untuk mengaplikasikan pelajaran Pramuka yang didapatkan siswa SDI Baitul Makmur. “Siswa harus praktik di lapangan setelah mengikuti kegiatan Pramuka di sekolahan,” ujar dia.
Tujuan kedua, lanjut Tc. Samsul adalah momen kesan dan pesan sebelum anak-anak lulus dari SDI Baitul Makmur. Juga melatih kedisiplinan, kekompakan, kepemimpinan, dan sebagainya.
       “Selain bermanfaat dalam pembentukan karakter baik, kegiatan Perjusa akan bermanfaat untuk melatih keterampilan motorik siswa. Rangkaian kegiatan Perjusa ini melatih ketangkasan fisik serta kecakapan motorik siswa,” kata Tb.Samsul.
Dijelaskan dia,kegiatan Perjusi dimulai pukul 13.00 setelah sholat Jumat untuk mendirikan tenda bersama siswa sampai jam 15.00. Usai mendirikan tenda  dilanjutkan pembukaan, ishoma Asar.
“Setelah sholat isya, kegiatan pentas seni sampai jam 20.30 dilanjutkan menyalakan api unggun. Siswa diberikan kesempatan menyampaikan pesan dan kesan selama sekolah di SDI Baitul Makmur yang diwakili masing-masing regu. Acara ini berlangsung hingga pukul  23.30.”kata dia.
Sabtu pagi setelah sholat Subuh, lanjut Tc. Samsul, siswa diajak senam pagi kemudian dilanjutkan lomba masak mi instan. “Usai lomba masak acara dilanjutkan dengan jelajah sebelum dilakukan penutupan,” tandasnya. (hen)



Penulis/Editor: Hendarmono Al Sidarto



Minggu, 12 Januari 2020

Abah Gino Umrahkan Wisudawan Tahfidz Qur’an

Administrator Web







*92 Santri Ikuti Wisuda Yanbu’a dan Tahfidz 


MALANG_BM-Yayasan Pendidikan dan Sosial Baitul Makmur Malang menggelar acara Wisuda Yanbu’a dan Tahfidz Al-Qur’an Juz 29, Juz 30, dan 5 Juz Tahun 2020. Sebanyak 92 santri diwisuda dengan rincian wisudawan Yanbu’a 63 siswa dan wisudawan Tahfidz 29 siswa. Acara ini digelar pada Sabtu (11/1/2020, di Regent's Park Hotel Malang.

       Wisudawan Yanbu’a sebanyak 63 siswa ini merupakan siswa kelas 3, 4, 5, dan 6 SD Islam (SDI) Baitul Makmur. Mereka berhasil lulus setelah mengikuti ujian Tahsin Al Qur'an Metode Yanbu'a yang dilaksanakan di RTQ Al Hidayah Purwantoro, Kota Malang, pada Kamis (28/11/2019).

Wisudawan Tahfidz terdiri dari santri jenjang SD, SMP, SMK, dan Pondok Pesantren Baitul Makmur. Rinciannya, jenjang SD berjumlah 16 santri dengan kategori Juz 30 sebanyak 13 santri, Juz 29 sebanyak 2 santri, dan 5 Juz sebanyak 1 santri.  Di jenjang SMP, jumlah yang diwisuda sebanyak enam santri untuk kategori Juz 30. Sedangkan pada jenjang SMK, jumlah santri yang diwisuda mencapai 5 siswa untuk kategori Juz 30. Sementara, santri Pondok Pesantren Baitul Makmur yang ikut diwisuda sebanyak dua orang untuk kategori Juz 30. Wisudawan Tahfidz ini diwisuda setelah lulus mengikuti ujian pada 17 Desember 2019.
Ketua Pelaksana Wisuda Yanbu’a dan Tahfidz Al-Quran Juz 29, Juz 30, dan 5 Juz Tahun 2020, ustadz Samsul Arifin, S.Pd.I mengatakan, dalam prosesi wisuda ini ada acara sungkeman antara santri dengan kedua orang tuanya. “Acara sungkeman merupakan tradisi yang mewarnai prosesi wisuda Yanbu'a dan Tahfidz. Dalam pelaksanaannya, satu persatu santri duduk bersimpuh dan mencium tangan kedua orang tuanya. Suasana haru pun menyelimuti kegiatan tersebut. Tak sedikit dari santri maupun wali santri menitikkan air mata saat mengikuti kegiatan ini,” papar ustadz Samsul ditemui di sela-sela acara wisuda.
Menurut ustadz Samsul, kegiatan sungkeman ini salah satu bentuk untuk menunjukkan akhlakul karimah. "Sungkeman ini menunjukkan mereka taat dan patuh kepada kedua orang tua," ujar dia.
Selain sungkeman, lanjut dia, para santri juga diuji secara terbuka oleh undangan yang hadir dalam acara wisuda ini. Undangan yang terdiri dari  wali santri, pengurus yayasan, dan perwakilan institusi dipersilakan memilih secara acak wisudawan yang akan diberi pertanyaan.

“Alhamdulillah, dalam ujian terbuka ini santri wisudawan Yanbu’a dan Tahfidz berhasil menjawab dengan lancar pertanyaan para undangan. Hal ini menunjukkan kemampuan santri sangat baik,” papar dia.
       Di antara undangan yang mengajukan pertanyaan adalah Drs Mukhlis, M.M, Kepala pada Sub Bagian Tata Usaha Kantor Kementerian Agama Kota Malang, menguji kemampuan wisudawan Tahfidz dan dijawab dengan benar. Wisudawan yang menjawab pun diberikan hadiah secara spontan berupa uang oleh Drs Mukhlis, M.M.
       Bahkan, yang menarik adalah lontaran pertanyaan langsung dari Ketua Yayasan Pendidikan dan Sosial Baitul Makmur, Drs Rolla Gino Pribadi untuk menguji santri wisudawan Tahfidz. Ketua yayasan yang akrab disapa Abah Gino ini melantunkan potongan ayat suci Al-Qur’an untuk diteruskan kelanjutannya. Salah satu santri, yakni Muhammad Chaidar Djunaedy, Kelas 8 SMP Islam Baitul Makmur yang mengacungkan tangannya lantas ditunjuk Abah Gino untuk meneruskan potongan ayat tersebut. Muhammad Chaidar kemudian menjawab dengan benar. Abah Gino pun memberikan hadiah kejutan berupa umrah kepada siswa Kelas 8 ini.
       “Hadiahnya berupa umrah bersama saya dan keluarga yang in syaa Allah akan dilaksanakan tahun ini juga,” kata Abah Gino yang disambut tepuk tangan tamu undangan yang hadir di acara wisuda tersebut.
      Sementara  itu, dalam wisuda tersebut disebutkan  . para wisudawan terbaik di masing-masing kategori. Untuk santri wisudawan Yanbu’a terbaik pertama diraih Adinda Syafa Firdausi dan terbaik II Azzalia Attaya Putri.
Wisudawan terbaik kategori Tahfidz Qur’an Juz 30 masing-masing jenjang adalah Maisie Fentya Calista (SD Islam (SDI) Baitul Makmur), Muhammad Chaidar Djunaedy (SMP Islam (SMPI) Baitul Makmur),  dan Djourdi Amrida Pratama (SMK Baitul Makmur).   
Wisudawan kategori Tahfidz Qur’an Juz 29 SDI Baitul Makmur terbaik I Dinda Aulia Safitri dan terbaik II Huriya Hafizha Azizah. Sedangkan wisudawan t erbaik Tahfidz Qur’an 5 Juz diraih Cholilatuz Zuhriyah. (hen)

  

Penulis/Editor: Hendarmono Al Sidarto


Minggu, 05 Januari 2020

Ujian Akhir Yanbu'a, Tes Tahsin Qur'an Siswa SDI Baitul Makmur

Administrator Web







MALANG_BM-Sebanyak 64 siswa SD Islam (SDI) Baitul Makmur mengikuti ujian Tahsin Al Qur'an Metode Yanbu'a yang dilaksanakan di RTQ Al Hidayah Purwantoro, Kota Malang, pada Kamis (28/11/2019). Ujian yang dilaksanakan mulai pukul 12.30 diikuti siswa kelas 3, 4, 5, dan 6.
       Koordinator Madrasah Diniyah (Madin) SDI Baitul Makmur, ustadzah Dewi Muyassaroh, S.Pd, mengatakan seluruh siswa yang mengikuti ujian Yanbu'a ini diuji untuk diketahui kemampuannya dalam hal membaca Al-Qur'an.
       “Ada sembilan materi yang diujikan untuk mengetahui anak didik kami dalam hal membaca Al-Qur'an. Kesembilan materi tersebut adalah fashohah Al Qur'an dan fawatihus shuwar, ghorib atau ayat-ayat langka, tajwid, surat pendek (An-Naas s.d. Adh-Dhuha), doa harian, praktik sholat, praktek wudhu,  ilmu tauhid, dan yang terakhir kitabah dan asmaul husna,” papar guru SDI Baitul Makmur yang akrab disapa ustadzah Dewi, ditemui di sela-sela pelaksanaan ujian Yanbu’a. 
       Dia menambahkan, untuk menghasilkan lulusan berkualitas dan sesuai standar, para pengujinya tidak sembarangan. “Semua penguji langsung dari Lajnah Muroqobah Thoriqoh Baca Tulis dan Membaca Al-Qur'an Yanbu’a (LMY) Malang Raya yang berdomisili di Kalipare, Karangkates,” tegas dia.
       Setelah ujian, lanjut ustdzah Dewi, semua peserta akan mendapatkan nilai  per materinya dan disimpulkan dengan nilai Lulus dan Khatam berupa kertas yang diberi nama Syahadah Yanbu’a. Rencananya, peserta ujian Yanbu’a yang lulus akan diikutkan dalam acara Wisuda Yanbu'a dan Tahfidz Baitul Makmur pada Sabtu, 11 Januari 2020, di Regent's Park Hotel.
        “Peserta ujian Yanbu’a akan diwisuda bersamaan dengan peserta ujian tahfidz Al-Qur’an. Pelaksanaan ujian tahfidz dilaksanakan pada 17 Desember di Pondok Pesantren (Ponpes) Baitul Makmur. Pesertanya beragam mulai dari siswa SD, SMP, SMK, dan Ponpes,” ujar dia.
       Menurut ustadzah Dewi, penggunaan metode Yanbu’a dalam pembelajaran Al-Qur’an di sekolah yang bernaung di Yayasan Baitul Makmur, khususnya jenjang sekolah dasar (SD), dimulai sejak tahun 2008. “Penerapannya sejak SDI Baitul Makmur berdiri tahun 2008 atau 11 tahun lalu,” kata dia.
       Pertimbangan penggunaan metode Yanbu’a di Baitul Makmur, menurut dia, karena guru-guru Madin yang mengajar di Baitul Makmur sudah bersyahadah Yanbu'a. Saat ini, guru Madin di Baitul Makmur yang sudah bersyahadah Yanbu'a berjumlah tujuh orang.
       “Pertimbangan lainnya adalah metode Yanbu'a pengarangnya adalah putranya Mbah KH Arwani Kudus, yang beliaunya jelas punya sanad/sambung guru ke Rasulullah SAW. Kami juga melihat materi-materi di Yanbu'a lebih lengkap pada materi tajwid dan ghoribul Qur'annya,” jelas dia.
       Sementara itu, Koordinator Madin Baitul Makmur  Zaenal Mustofa, S.Pd, menambahkan penerapan metode Yanbu’a di Baitul Makmur mulai dari SD kelas reguler. Artinya, disampaikan sesuai kurikulum dari metode Yanbu'a. Targetnya, 3,5 tahun selesai sampai jenjang wisuda Yanbu'a.
 “Pada tingkatan siswa SMP, Yanbu'a memakai program khusus dan ditargetkan satu setengah semester bisa selesai kemudian dilanjutkan ke tahfizh,” kata ustadz Zaen, sapaan akrabnya.
Menurut dia, metode Yanbu’a dipandang sebagai metode yang mempunyai sistem percepatan yang baik dalam penguasaan Al-Qur’an. Karena metode ini merupakan penyempurna dari metode belajar Al-Qur’an yang ada seperti: Qiro’ati, Iqro’, dan lainnya. Pemilihan metode Yanbu’a sendiri tidak lepas dari mudahnya akses dalam mendapatkan perangkat yang ada seperti: pedoman pembelajaran, buku, alat peraga, dan apabila terdapat permasalahan dapat dikonsultasikan langsung kepada penyusun metode tersebut.
“Hingga saat ini pembelajaran Al-Qur’an menggunakan metode-metode tersebut telah diterapkan di beberapa lembaga pendidikan, baik itu lembaga pendidikan formal atau pun non formal. Terdapat banyak sekolah yang menerapkan metode-metode ini, salah satunya Baitul Makmur,” kata ustadz Zaen. (hen)



Penulis/Editor:  Hendarmono Al Sidarto  

.


Apa Itu Gangguan Autoimun?

Administrator Web







Oleh: Puji Erlenawati, A.Md.Keb

Sistem kekebalan tubuh dirancang untuk melawan zat asing dan berbahaya yang disebut antigen, dan juga mencegahnya dari kerusakan jaringan dan organ. Namun, sel-sel tubuh juga mengandung antigen, dan sistem kekebalan tubuh seharusnya bisa membedakan antara antigen alami tubuh dan antigen asing yang dapat menyebabkan masalah. jika sistem kekebalan tubuh memiliki masalah, maka dapat menyebabkan tubuh gagal untuk membedakan antara antigen alami tubuh dan antigen asing. Masalah tersebutlah yang dinamakan gangguan autoimun. Dalam gangguan autoimun ini, sistem kekebalan tubuh akan menyerang sel tubuh itu sendiri sehingga menyebabkan peradangan pada jaringan.
Ada cukup banyak jenis gangguan autoimun. Beberapa yang paling umum antara lain :
·      Rheumatoid arthritis (gangguan inflamasi kronis yang mempengaruhi sendi tangan dan kaki ),
·      Diabetes tipe 1 (Insulin dependent diabetes mellitus)
·      Lupus eritematosus sistemik/SLE
·      Multiple sclerosis (Sklerosis ganda)
·      Psoriasis (Kulit bersisik yang gatal)
·      Penyakit Graves/penyakit Basedow (Gangguan berbentuk kupu-kupu di kelernjar tiroid)
Hal yang memicu sistem kekebalan tubuh untuk menyerang sel tubuh itu sendiri masih merupakan misteri. Meskipun ada beberapa teori untuk menjelaskan hal tersebut, tetapi teori tersebut hanya benar terbukti untuk beberapa orang saja, dan ternyata tidak berlaku pada orang lain. Misalnya, zat-zat asing yang serupa dengan yang dihasilkan oleh tubuh secara alami dapat menjadi pemicu pada beberapa orang, tetapi sistem kekebalan tubuh orang lain akan tetap dapat membedakannya.

Penyebab Gangguan Autoimun

Penyebab pasti dari gangguan autoimun memang masih belum diketahui. Namun, para ahli percaya bahwa obat-obatan, virus, beberapa jenis bakteri, dan faktor genetik seseorang dapat menjadi penyebab kondisi tersebut. Meskipun para ahli belum bisa menentukan penyebab pasti dari gangguan autoimun, tetapi hasilnya dapat dikenali. Jenis gangguan ini menyebabkan kerusakan jaringan tubuh, perubahan fungsi organ, atau perubahan dalam pembentukan organ. Dan selebihnya lagi gangguan autoimun dapat mempengaruhi setiap bagian dari tubuh manusia, bagian tubuh yang paling terpengaruh seperti pembuluh darah, otot, sendi, jaringan ikat, kulit, sel darah merah, dan kelenjar endokrin.

Gejala Utama Gangguan Autoimun

Gejala gangguan autoimun bervariasi tergantung pada organ atau jaringan yang diserang oleh sistem kekebalan tubuh. Namun, gejala-gejala dari beberapa gangguan autoimun mungkin serupa, yang membuatnya sulit untuk mendiagnosa jenis gangguan dan memberikan pengobatan yang tepat.
      Beberapa gejala yang paling umum adalah nyeri sendi, demam, ruam, kelelahan, dan perasaan sakit yang biasa. Jika sendi yang terkena dampak, maka akan kemungkinan bahwa pasien akan mengalami deformitas/kelainan bentuk sendi.
Sistem kekebalan tubuh yang normal dapat berfungsi untuk menyerang setiap organ dalam tubuh, termasuk jantung, otak, ginjal, dan paru-paru. Dalam beberapa kasus, hal itu dapat menyerang lebih dari satu organ. Jika hal ini terjadi, pasien akan menunjukkan gejala yang lebih serius lagi. (*/hen)

(*)Penulis adalah Guru Keperawatan SMK Baitul Makmur



Editor: Hendarmono Al Sidarto

Lengkapi Kurikulum Cambridge, Baitul Makmur Miliki Sendiri Buku Panduan Bahasa Inggris

Administrator Web







MALANG_BM-Akhirnya, SD Islam Baitul Makmur memiliki sendiri buku panduan Bahasa Inggris sebagai bahan ajar siswa. Buku ini diterbitkan untuk menyesuaikan kurikulum Cambridge yang diterapkan kembali di sekolah ini mulai tahun ajaran baru 2019/2020 dan sasarannya khusus kelas 1. 
Buku berjudul “English Worksheet Grade 1 Semester 1” ini disusun oleh enam guru SD Islam Baitul Makmur. Keenam guru tersebut adalah Mariatul Qibtiyah, S.S, Choirul Anisa, S.S, S.Pd, Emilia Rahmawati, S.Pd, Nofita Rofiatul Baroroh, S.Pd.I, Tia Ayu Zulaekha, S.Pd, dan Rara Kirana Gelista, S.Pd.
Koordinator Tim Penyusun English Worksheet Grade 1 Semester 1, Rara Kirana Gelista, S.Pd, mengatakan, tujuan dibuatnya buku panduan Bahasa Inggris ini supaya SD Islam Baitul Makmur memiliki kurikukulum sendiri merujuk pada Cambridge yang menjadi acuan bahan ajar. Pasalnya, selama ini belum ada buku pegangan milik sendiri yang digunakan.
“Buku dari Cambridge terlalu berat untuk anak-anak di sini (SD Islam Baitul Makmur). Karena itu Baitul Makmur berinisiatif membuat buku sendiri dengan tetap mengacu kurikulum Cambridge,” kata guru yang akrab disapa teacher (Tc.) Rara ini.
Dia menambahkan, untuk menyelesaikan “English Worksheet Grade 1 Semester 1” ini butuh waktu sekitar 1 tahun. “Pengerjaannya mulai bulan Agustus 2018 saat masih ada Bu Tia (Tia Ayu Zulaekha, S.Pd) mengajar di sini (SD Islam Baitul Makmur). Buku ini selesai dicetak pada Agustus 2019,” ujarnya.
Anggota Tim Penyusun English Worksheet Grade 1 Semester 1,  Emilia Rahmawati, S.Pd, mengatakan, untuk menyusun buku panduan  Bahasa Inggris ini tim penyusun berkoordinasi dengan tim Cambridge Laboratorium Universitas Negeri Malang (UM).
 “Dengan selesainya English Worksheet ini, memudahkan siswa kelas 1 belajar Bahasa Inggris. Kelebihan dari buku ini adalah karena dibuat sendiri sehingga kami bisa menyesuaikan dengan kemampuan siswa,” kata Tc. Emilia.
      Menurut dia, saat ini tim penyusun sedang mempersiapkan buku Bahasa Inggris jilid II. Ditargetkan buku jilid II ini bisa digunakan sebagai bahan ajar pada semester II/2020.
Sebelumnya, Kepala SD Islam Baitul Makmur Dra. Hj. Fatimah, M.M, menegaskan pihaknya kembali menggunakan kurikulum Cambridge International sebagai bahan ajar siswa SD Islam Baitul Makmur. Penerapannya dimulai tahun ajaran baru 2019/2020 dan sasarannya khusus kelas I. 
Menurut Bu Fat, sapaan akrab Dra. Hj. Fatimah, M.M, keputusan untuk memakai kembali kurikulum Cambridge karena adanya kemudahan-kemudahan yang didapatkan Baitul Makmur dalam penerapannya. Sebelumnya, kurikulum ini pernah diterapkan sejak 2008 namun sempat terhenti dalam dua tahun terakhir.
Selain itu, lanjut dia, alasan kuat untuk menggunakan kembali Kurikulum Cambridge adalah adanya persetujuan dari Ketua Yayasan Baitul Makmur, Drs. H. Rolla Gino Pribadi. (hen)



Penulis/Editor: Hendarmono Al Sidarto


Coprights 2018 | Designed By | #GoldCreative