Informasi lengkap silahkan hubungi : 0341 - 717753

Selasa, 05 November 2019

Tim Penilai GSF Beri Masukan ke SMP Islam Baitul Makmur

Administrator Web







MALANG_BM-Tiga orang tim penilai Green School Festival (GSF) mendatangi SMP Islam Baitul Makmur untuk melakukan penilaian, Selasa (22/10/2019). Event tahunan yang diinisiasi Dinas Pendidikan Kota Malang ini melihat secara langsung mapping tentang 9 issue lingkungan sampai pada aksi lingkungan yang dilakukan di sekolah yang beralamat di Jalan Sawojajar 17B ini.
      Dalam event GSF ini, selain ada penilaian lingkungan dan kinerja sekolah, ada juga pula lomba mading 3D. Untuk GSF sendiri, di kegiatan lomba Participatory Eco-Education Appraisal atau sekolah yang bisa membuat metode pengelolaan lingkungan kreatif, akan ada penilaian tambahan.

      Ketua Pelaksana GSF SMP Islam Baitul Makmur Elly Nasrul Firdaus, S.Pd, mengatakan keikutsertaan SMP Islam Baitul Makmur dalam ajang GSF ini adalah bertujuan membiasakan siswa untuk bisa memetakan masalah, kritis, dan peduli lingkungan sekolah. Karena itu, pihaknya antusias untuk menyemarakkan event tahunan GSF ini.
      “Kedatangan tim penilai GSF untuk membahas sembilan isu plus dengan mading tridi, dan peta kesimpulan akhir. Sembilan isu tersebut terdiri dari energi, sampah, polusi udara, air dan limbah cair, kontaminasi kimia, tanaman, risiko, keindahan, dan edukasi-informasi-inspirasi,” papar dia.

      Menurut Tc. (Teacher) Nasrul, sapaan akrab Elly Nasrul Firdaus, S.Pd, melaksanakan penilaian lapangan, disela-sela waktu tersebut tim penilai GSF memberikan masukan-masukan untuk kemajuan SMP Islam Baitul Makmur dalam keikusertaan GSF ke depan.
“Tim penilai memberikan masukan tentang sekolah ramah anak, terutama berkaitan dengan  bullying, karena sekarang lagi gencar-gencarnya di  medsos yang efeknya buruk sekali terhadap pendidikan,” ujar dia.

Masukan lain dari tim penilai, lanjut Tc. Nasrul, adalah terkait fasilitas sekolah. “Sebenarnya fasilitas sekolah (di Baitul Makmur) sudah bagus dan memadai. Namun, kekurangnya adalah kepedulian anak-anak dalam menjaga dan merawat fasilitas yang ada,” kata dia.
Terkait sekolah sebagai tripusat pendidikan. Keterlibatan sekolah, keluarga, dan partisipasi masyarakat, menurut dia, dinilai masih kurang. Karena ini bertujuan untuk membentuk karakter anak. Selain itu, berkaitan dengan dokumen, setiap kegiatan harus ada dokumennya dengan baik yang nantinya untuk akreditasi sekolah.

      Dia menambahkan, tim penilai juga mengimbau untuk membesarkan sekolah lewat medsos. Tidak memungkiri, sekarang ini jamanya medsos. “Transparansi tentang dana Bosnas dan Bosda juga diharapkan ada pelaporan dalam bentuk ditampilkan di website atau dalam banner sekolah agar masyarakat dan wali murid mengetahui alokasi dan penggunaan dana BOS tersebut,” ujarnya. (hen)

Penulis/Editor: Hendarmono Al Sidarto

Coprights 2018 | Designed By | #GoldCreative