Informasi lengkap silahkan hubungi : 0341 - 717753

Rabu, 24 Juli 2019

Sosialisasikan Program Sekolah, Jalin Komunikasi dengan Orangtua Siswa

Administrator Web







MALANG_BM- Sebagai langkah awal kerjasama antara sekolah dan orangtua untuk mendukung kegiatan belajar dan mengajar (KBM), sekolah perlu berkomunikasi dengan orangtua. Hal ini yang dilakukan oleh SMP Islam Baitul Makmur dengan menggelar pertemuan bersama orangtua siswa kelas 7 di ruang kelas SMP Islam Baitul Makmur, Senin (22/7/2019).  
      Acara pertemuan yang dipimpin langsung oleh Kepala SMP Islam Baitul Makmur, Ahmad Nur Syadzili, S.Pd, M.Pd ini, juga dihadiri Ketua Yayasan Baitul Makmur Drs H Rolla Gino Pribadi.  Dalam pertemuan ini, terjadi dialog yang gayeng antara pihak sekolah dengan orangtua siswa.
“Intinya, kami mensosialisasikan program-program kegiatan di SMP Islam Baitul Makmur selama satu tahun ke depan. Mungkin ada masukan-masukan dari orangtua terkait program yang kita sampaikan lalu kita bahas bersama,” kata kepala sekolah yang biasa disapa ustadz Nur ini.
Menurut dia, ada beberapa masukan dari orangtua siswa seperti pemenuhan fasilitas dan sebagainya terkait dengan kebutuhan anak-anak. Tujuannya, anak-anak belajar di Baitul Makmur  kerasan.
“Alhamdulilah, tidak ada keluhan dan mereka antusias mensupport di bidang akademik dan non akademik. Intinya, kami sudah siap menjalankan program-program,” kata ustadz Nur.
Ustadz Nur juga mengingatkan orangtua siswa yang masih memiliki tanggungan angsuran biaya agar segera melunasi. “Intinya, dalam dua hari ke depan sekolah bisa menyusun RAPBS. Karena itu, orangtua diharapkan segera melunasi tanggungan angsuran,” tandasnya.
      Sementara itu, Ketua Yayasan Baitul Makmur Drs H Rolla Gino Pribadi mengatakan, pihaknya  berharap ada keterlibatan orangtua siswa untuk membantu proses pembelajaran di Baitul Makmur, terutama yang memiliki rezeki lebih.
      “Di sini (Baitul Makmur) ada anak yang sekolahnya gratis tis. Meski pada dasarnya, kami bisa (membiayai), namun diharapkan orangtua yang memiliki rezeki lebih ada yang mau membantu,”  ujar Abah Gino, sapaan Rolla Gino Pribadi. (hen)



Penulis/Editor: Hendarmono Al Sidarto

  

Minggu, 21 Juli 2019

Melalui Pembinaan PPDB dan MPLS, SMP Islam Baitul Makmur Berbenah

Administrator Web






Oleh: Nurul Aini Kholiq, S.Pd.I 

MALANG_BM-Visiting oleh pengawas sekolah sangat penting dibutuhkan oleh setiap lembaga sekolah di Indonesia, baik mulai dari tingkat TK, SD, SMP, dan SMA/SMK di Indonesia. Hal ini bertujuan  untuk mendapatkan perhatian dan pembinaan ke arah sekolah yang lebih baik. 
Seperti yang dilakukan Pengawas SMP Dinas Pendidikan Kota Malang, Sri Winaryati, S.Pd, M.M. saat melakukan visiting di SMP Islam Baitul Makmur Rabu, (10/72019). Dalam pemaparannya, arahan dan masukan diberikan kepada seluruh guru SMP Islam Baitul Makmur yang hadir dalam pembinaan tersebut.
Pengarahan dan masukan yang sempat terekam dalam benak penulis antara lain adalah :
1. Raport mutu tiap tahun harus dibuat. Tujuannya untuk penanganan dan pemetaan sekolah-sekolah di Kota Malang guna perbaikan mutu dan kualitas. Oleh karena itu sekolah harus selalu berbenah.
2. Dalam masalah lingkungan, ditegaskan bahwa itu menentukan. Artinya, lingkungan harus dibentuk dan diciptakan untuk anak didik dengan harapan yang lebih baik.
3. Guru harus menyadari bahwa tugas utamanya adalah mendidik bukan mengajar. Mendidik inilah yang nantinya menjadikan sebuah karakter yang bagus atau luar biasa yang akan dibawa sampai ke akhirat.
4. Ke depan, murid diharapkan tidak hanya pintar tetapi perilakunya  juga bagus (akhlakul karimah ). Bahwa, pintar yang bagus itu kelak tidak harus jadi Pegawai Negeri Sipil (PNS). Artinya. menjadi PNS atau bukan sama saja yang terpenting adalah pengabdian.
5. Guru dituntut tidak hanya pintar membuat  perangkat RPP, Silabus, Prota, Promes, dan lain-lain sebagai kelengkapan dokumen satu, dokumen dua, dan seterusnya sebagai penilaian pengawas. Tapi, lebih dari itu guru harus selalu berbenah dalam segala hal dan bertanggung jawab atas lembaga, anak didik, dan masyarakatnya.
Menindak lanjuti perkembangan lembaga pendidikan di Baitul Makmur, khususnya SMP Islam Baitul Makmur, tentu harapannya adalah akreditasi A dari saat ini akreditasi B. Pencapaian akreditasi yang bagus ini tergantung pada komitmen seluruh guru SMP Islam Baitul Makmur itu sendiri. Terkait akreditasi yang bagus, pengawas SMP yang akrab disapa Ibu Win ini menyebutkan,  guru harus sesuai kompetensi mata pelajaran (mapel)  yang diampunya.
Sementara itu, Kepala Sekolah SMP Islam Baitul Makmur, Ahmad Nur Syadzili, S.Pd, M.Pd menyampaikan bahwa guru yang kompeten di bidangnya itu memang sudah menjadi keharusan dan sesuai program dari pada pihak Yayasan Baitul Makmur.  Ustadz Nur, sapaan akrab Ahmad Nur Syadzili, berharap ke depan hubungan pihak sekolah dengan pengawas selalu dalam pembinaan sewaktu-waktu mudah dibutuhkan.
Gayung bersambut, harapan kepala sekolah itu disambut baik oleh pengawas sekolah bahwa pihaknya siap “menguraikan” melalui Bosda dan Bosnas. Di antaranya, menggelar workshop di sekolah dengan menghadirkan nara sumber berkompeten, dan kegiatan-kegiatan lainnya.
Oleh karena itu kegiatan visiting pengawas sewaktu-waktu harus diwujudkan, dalam artian hubungan antara pengawas dengan pihak sekolah tidak ada image saling membebani di antara tugas dan tanggung jawab masing-masing. Mengenai visiting, pengawas diundang atau tidak (datang sewaktu-waktu ke sekolah) adalah sesuatu yang fakta. Ibu Win sendiri berharap visiting bisa selalu terealisasi dengan baik untuk mendampingi guru.  Sehingga, jika ada masalah bisa dicatat untuk ditindaklanjuti dan diselesaikan.
Sebaliknya, jika ke depannya ada guru maupun anak didik berprestasi, tentu menjadi suatu hal yang menggembirakan dan selayaknya mendapatkan penghargaan. Begitu  juga pengawas akan merasa turut senang terhadap lembaga sekolah yang dibinanya. Dengan demikian, hubungan pihak sekolah dan pemerintah, dalam hal ini Diknas Kota Malang tidak ada selisih paham atau gab (berseberangan), karena bisa diselesaikan melalui perantara pengawas sekolah yang bertugas.
Selain paparan di atas, Ibu Win juga menyampaikan beberapa solusi, antara lain melalui musyawarah guru mata pelajaran (MGMP). Di forum MGMP ini seluruh guru harus aktif untuk menggali ilmu-ilmu di dalamnya. Di antara fungsi kegiatan MGMP adalah untuk melengkapi perbaikan RPP, Silabus, dan perangkat lainnya di tiap-tiap bidang pelajaran.
Sesuai peraturan, kegiatan MGMP dilaksanakan di atas jam 12.00 WIB. Tujuannya, guru tidak banyak meninggalkan jam pelajaran di sekolah. Sehingga guru yang bertugas ada senggang waktu dan bisa mengkondisikan jam pelajaran sejak pagi, manakala dimungkinkan jam pelajaran berbenturan. Dengan demikian, kegiatan sekolah pun juga terlayani dengan baik dan efektif.
Dalam kegiatan visiting kemarin, pengawas sekolah juga menyampaikan bahwa setiap guru harus memiliki bank soal. Pasalnya, bank soal sebagai solusi yang mengena pada tugas-tugas siswa di sekolah. Mengenai solusi yang berkaitan dengan RPP, Silabus, dan perangkat pembelajaran, pengawas sekolah menegaskan yang terpenting adalah guru harus  paham terlebih dahulu, karena masalah revisi itu hal yang mudah.
Menurut Ibu Win, SMP Islam Baitul Makmur dimungkinkan akan lebih mudah penanganannya karena di lingkungan pesantren. Selain itu, di sekolah swasta pelaksanaan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) lebih bebas dibandingkan sekolah negeri. Apalagi, di lingkungan pesantren layaknya SMP Islam Baitul Makmur ini, yakin sangat diperhitungkan.
Namun, diingatkan oleh pengawas sekolah, selain perbaikan PPDB tentu diperkuat dengan masa pengenalan lingkungan sekolah (MPLS) nantinya, yang mana MPLS di masing–masing sekolah untuk kuantitas waktu yang dibutuhkan pasti berbeda dan disesuaikan kebutuhannya. Begitulah pungkas penjelasan dari Ibu Win sebelum undur diri dari SMP Islam Baitul Makmur untuk kegiatan selanjutnya. (*/hen)

*Penulis adalah Staf TU dan Operator Dapodik SMP Islam Baitul Makmur Malang



Editor : Hendarmono Al Sidarto


Samakan Persepsi antara Orang Tua dan Sekolah

Administrator Web






MALANG_BM-Yayasan Baitul Makmur menggelar acara parenting untuk orang tua siswa baru SD Islam Baitul Makmur dan SMP Islam Baitul Makmur di ruang pertemuan SD Baitul Makmur pada Jumat (21/6/2019). Acara ini menghadirkan narasumber Dr. Dra. Hj. Umi Dayati, M.Pd, dosen Universitas Negeri Malang (UM) yang juga motivator  tingkat nasional hingga ASEAN.

      Menurut Umi, sapaan akrab Dr. Dra. Hj. Umi Dayati, M.Pd, maksud dan tujuan digelarnya parenting ini adalah untuk menyamakan persepsi antara orang tua dan sekolah. Ini dilakukan biar tidak ada dusta di antara dua-duanya.
“Jadi bocahe (anaknya) nanti mendapatkan pemahaman yang utuh. Sekolah karepe ngopo, opo kurang ngopo dadi satu (Sekolah inginnya bagaimana, apa kurang bagaimana jadi satu). Saya masalah psikologinya, bagaimana caranya mendidik anak di rumah dan sekolah tidak ada bedanya. Di sekolah butuh kasih sayang di rumah ya jangan dimarahi,” papar dia.
Lebih lanjut dijelaskan Umi, setiap anak punya sembilan kecerdasan otak yang dikenal dengan istilah kecerdasan majemuk (multiple intellegences). “Jangan dipaksa anaknya beralih. Ibaratnya, ikan lele tidak akan bisa berubah menjadi gurami. Ikan gurami tidak bisa berubah menjadi cebong. Biarkan apa adanya jadinya ikan gurami yang baik. Jadi, sebaiknya memang di awal kegiatan (menyamakan persepsi). Kalau sudah tengah-tengah agak sulit. Kalau diawal kegiatan otaknya masih bening,” ulas dia.
Dengan demikian, lanjut Umi, sekolah bersama orang tua siswa berjalannya enak ketika mendidik anak, tidak ada selegenje. “Tadi juga saya ceritakan yang saat ini menggoda anak-anak SMP adalah seks bebas, video porno, dan HP (handphone). Itu masalah yang sekarang  lagi ramai. Nah, itu orang tua dan guru ayo kerja sama. Gurune melarang, orang tuanya melepaskan. Itu nanti membuat anaknya bingung. Jadi kerja sama antara orang tua, guru dan ditambah masyarakat,” pungkasnya.
Sementara itu, dalam acara tersebut Kepala SD Islam Baitul Makmur Dra.Hj. Fatimah, M.M, memberikan penjelasan secara garis besar tentang lembaga pendidikan yang bernaung di bawah Yayasan Baitul Makmur, yakni KB/TK, SD Islam, SMP Islam, SMK, dan Pondok Pesantren.

Kepala sekolah yang akrab disapa Bu Fat ini memberikan penjelasan secara menyeluruh tentang lembaga pendidikan yang bernaung di Yayasan Baitul Makmur, mulai dari sarana dan prasarana yang tersedia, visi misi, proses kegiatan belajar dan belajar (KBM), program-program sekolah, dan lain-lain.   
Sebelumnya, Kepala SMP Islam Baitul Makmur Ahmad Nur Syadzili, S.Pd, M.Pd, mengatakan hal yang sama tentang SMP Islam Baitul Makmur secara garis besar. Penjelasan ini untuk memberikan gambaran dan pemahaman kepada orang tua siswa yang anak-anaknya disekolahkan di SMP Islam Baitul Makmur.  
Baik Bu Fat maupun ustadz Nur, sapaan Ahmad Nur Syadzili, berharap ada kerja sama yang erat antara orang tua siswa dengan sekolah sehingga dapat membantu kelancaran proses KBM di Baitul Makmur. (hen)


Penulis/Editor: Hendarmono Al Sidarto

Coprights 2018 | Designed By | #GoldCreative