Informasi lengkap silahkan hubungi : 0341 - 717753

Jumat, 21 Juni 2019

Ajak Kembali Guru dan Karyawan Bekerja Lebih Giat dan Keras

Administrator Web

  



Pesan Abah Gino dalam Halal Bihalal Idul Fitri 1440 Hijriah


MALANG_BM– Memanfaatkan momentum Idul Fitri 1440 Hijriah,  keluarga besar Yayasan  Baitul Makmur menggelar halal bihalal, Senin (17/6/2019). Kegiatan yang digelar di Gardenia Resto, Jalan Bandung ini dihadiri Ketua dan pengurus Yayasan, seluruh guru TK Islam, SD Islam, SMP Islam, dan SMK, serta karyawan Baitul Makmur. Sedangkan hikmah halal bihalal disampaikan oleh ustadz Samin.
Ketua Yayasan Baitul Makmur Drs H Rolla Gino Pribadi dalam kesempatan tersebut meminta  maaf atas nama pribadi dan keluarga atas kesalahan yang dilakukan kepada dewan guru dan karyawan Baitul Makmur. “Kami memohon maaf, khususnya kepada dewan guru, jika selama ini banyak yang nggrundel (mengeluhkan) kalau diajak rapat-rapat mendadak untuk membahas program-program sekolah. Sudah kebiasaan saya menyelesaikan masalah yang tidak terpogram dilakukan mendadak. Namun, insyaallah, kalau saya marah dalam rapat dengan bapak ibu guru, satu jam kemudian atau setelah rapat usai, marah saya sudah hilang tidak menunggu-nunggu besok. Tidak ada dendam-dendaman,” tegas Ketua Yayasan yang akrab disapa Abah Gino ini.
      Selain meminta maaf, Abah Gino di acara ini juga mengajak seluruh dewan guru dan karyawan kembali beraktivitas setelah libur panjang merayakan hari raya Idul Fitri 1440 Hijriyah. “Mari dalam minggu ini kita melanjutkan perjuangan kita untuk mendidik anak-anak didik kita. Untuk itu harapan kami, mari kita kembali bekerja lebih giat lagi, lebih keras lagi sehingga apa yang  diharapkan masyarakat, wali murid yang menitipkan putra putrinya di Baitul Makmur dapat mendapatkan hasil yang terbaik,” kata Abah Gino.
Sementara itu, dalam hikmah halal bihalal yang disampaikan oleh ustadz Samin, diungkapkan ada empat macam orang ketika melakukan amalan ini tidak meningkat kualitasnya, maka amalnya tidak akan diterima oleh Allah SWT. Yang pertama orang yang berpuasa Ramadhan. Setelah berpuasa seseorang itu meningkat apa tidak kualtias kerjanya.
Kedua, orang yang setelah berjihad fi sabilillah tapi tidak juga meningkat kualitasnya maka jihadnya tidak diterima. Ketiga, orang yang pergi haji. Jika setelah berhaji semakin buruk maka hajinya tidak diterma oleh Allah SWT.
“Misalnya, suka ngrasani padahal orang yang suka ngrasani itu kena balak 10 yang salah satunya jauh dari rahmat Allah SWT. Karena itu, kalau masih berharap rahmat Allah maka termasuk orang yang merendah dihadapan Allah. Karena itu, kurangi perasaan merasa. Kalau bukan saya tidak beres, kalau bukan saya  tidak tuntas, kalau tidak saya gurunya  tidak akan pandai.  Jangan…kita hanya sekedar menyampaikan ilmu. Rahmat dan hidayah yang memasukkan ke anak itu urusannya Allah,” kata ust. Samin.
Karena itu, lanjut dia, guru harus banyak-banyak berdoa. Guru yang tidak mendoakan siswanya akan bahaya. Anak yang tambah pintar akan tambah kurang ajar. Dia pun  meminta guru jangan sampai mangkelan, jangan sampai benci terhadap anak didiknya.

“Ada siswa yang nakal tambah disayangi, didoakan agar dapat hidayah. Ingat, jangan bangga kepada anak yang pintar. Belum tentu anak pintar ini nantinya akan berbakti kepada gurunya. Juga, jangan benci dengan anak yang bandel. Belum tentu anak yang bandel ini pada saat besarnya nanti tidak bakti kepada gurunya,” pesannya. (hen)





Penulis/Editor:  Hendarmono Al Sidarto

 

Administrator Web / Author & Editor

Has laoreet percipitur ad. Vide interesset in mei, no his legimus verterem. Et nostrum imperdiet appellantur usu, mnesarchum referrentur id vim.

0 komentar:

Posting Komentar

Coprights 2018 | Designed By | #GoldCreative