Informasi lengkap silahkan hubungi : 0341 - 717753

Jumat, 21 Juni 2019

Agama Dapat, Vokasi Hebat, dan Output Beradab

Administrator Web





Penguatan Karakter di SMK Baitul Makmur Mulai Tahun Ajaran Baru 2019/2020


MALANG_BM- Berbicara soal sekolah menengah kejuruan (SMK) berkarakter, khususnya sekolah swasta, di Malang memang banyak pilihan. Namun, ada yang beda di SMK Baitul Makmur yang beralamat di Jalan Sawojajar 17B No.58 ini. Mulai tahun ajaran baru 2019/2020, akan ada tambahan dalam proses kegiatan belajar mengajar (KBM), yakni penguatan karakter adab bagi anak didiknya. 
      Penguatan karakter adab ini melengkapi program literasi dan tahfidz yang saat ini menjadi andalan SMK Baitul Makmur. Saat ini, program literasi sudah membuahkan hasil dimana siswa SMK Baitul Makmur sudah berprestasi di tingkat Kota Malang, Provinsi Jawa Timur, dan pada Juli 2019 mendatang siap beradu di tingkat nasional. Sedangkan tahfidz dilakukan setiap pagi sebelum siswa masuk kelas menyetorkan langsung hafalannya kepada gurunya.
      SMK Baitul Makmur sendiri merupakan lembaga pendidikan di bawah naungan Pondok Pesantren Tahfizh Al-Qur’an Baitul Makmur. Selain SMK, lembaga pendidikan yang berada dalam naungan Pondok Pesantren ini adalah jenjang Kelompok Bermain dan Taman Kanak-Kanak (KB/TK), Sekolah Dasar Islam (SDI), dan  Sekolah Menengah Pertama Islam (SMPI).
      Kepala SMK Baitul Makmur Febby Cahya Triandra, S.Pd, M.Pd mengatakan, dipilihnya adab sebagai penguatan karakter siswa bukan tanpa alasan.  ”Mengapa adab yang kami tekankan. Pasalnya, saat ini banyak sekali kita temui anak pintar-pintar tapi tidak tahu adab. Ini mengerikan.  Bagi kami, penekanan (pelajaran) agama itu perlu, tetapi sebelum belajar ilmu yang paling dipentingkan adalah adab. Al'adabul fauqol 'ilmi. Adab itu lebih tinggi daripada ilmu,” kata kepala sekolah asli Arema ini, Kamis (20/6/2019).
Dia menambahkan, penguatan karakter adab ini dengan menggunakan kitab rujukan atau referensi Al-Akhlaq lil Banat karangan Prof. Dr. Umar bin Ahmad Baraja. "Jadi, kami tidak sembarangan menerapkan penguatan karakter adab karena menggunakan kitab rujukan," tandasnya.
Lebih lanjut dipaparkan dia, dalam implementasinya mulai tahun ajaran baru 2019/2020 setiap guru membawahi 5-7 orang siswa sebagai guru pamong. Dan setiap guru nanti memegang buku kasus atau istilahnya seperti bimbingan konseling. Jadi, tiap-tiap guru akan bertindak sebagai ayah atau ibu mereka ketika siswa ada di sekolah. Sehingga ketika terjadi masalah ataupun persoalan terkait adab setiap harinya, guru tersebut yang bertanggung jawab mulai kelas 1-kelas 3.
      Dengan demikian, lanjut dia, yang memahami dan mengayomi siswa adalah gurunya karena di bawah tanggung jawabnya. Pasalnya, guru juga diposisikan sebagai standar ukuran bagi siswa, baik secara akhlak, pelajaran, dan lain-lain. Termasuk kegiatan luar seperti home visit bisa terjalin dengan memanfaatkan waktu liburan. Sedangkan wali kelas hanya bertindak dalam proses administrasi.
      “Sistem ini berbeda dengan yang dijalankan sebelumnya yakni di bawah naungan wali kelas. Wali kelas hanya berurusan dengan KBM (kegiatan belajar dan mengajar). Untuk keseluruhannya otomatis guru bertanggungjawabnya terhadap siswa. Jadi sekarang tidak ada lagi cerita guru tidak ada di sekolah, loncat sana loncat sini tapi harus full time di sini (SMK Baitul Makmur),” ujar pria berkacamata ini.
      Selain penguatan adab, dia mengatakan, pihaknya akan merapkan system blocking materi. Jadi materi-materi yang tidak berkaitan dengan ujian nasional, bisa diterapkan blocking. Misalnya, mata pelajaran seperti kesenian yang hanya di kelas 10, sejarah dan lain-lain semua materi di semester 2 akan diajarkan di semester 1 semua. Sehingga untuk pelajaran lainnya bisa kita perbanyak di bidang produktif sampai maksimal sesuai dengan moto sekolah vocation (kejuruan). Jadi bukan di materi saja. Sedangkan yang lain-lain lebih banyak penggunaan modul.
      “Dengan diterapkan sistem baru ini, maka siswa akan mendapatkan nilai plus karena agamanya dapat, vokasinya hebat, dan ketika sudah jadi output tidak merugikan masyarakat karena beradab. Dengan demikian lulusan SMK Baitul Makmur benar-benar baik,” tegas dia. (hen)

Unjuk Ekspresi dan Latih Keberanian Anak Lewat Pentas Seni

Administrator Web









MALANG-BM- Kelompok Bermain dan Taman Kanak- Kanak (KB/TK) Baitul Makmur menggelar acara Pentas Seni dan Pelepasan Siswa Siswi Baitul Makmur Tahun Ajaran 2018/2019  di De Rumah Playground, Jalan Veteran, Selasa (18/6/2019). Acara yang diikuti puluhan anak, orang tua murid, dan guru ini diisi dengan berbagai acara hiburan. Di antaranya, pentas seni tari, menari, dan puisi yang diikuti seluruh siswa KB/TK secara  bergantian sehingga membuat acara semakin meriah.
Turut hadir dalam acara tersebut Dr. Joko Santosa, SE,MM, Ketua Pelaksana Harian/Sekretaris Yayasan Baitul Makmur  yang mewakili Ketua Umum Yayasan Baitul Makmur Drs H Rolla Gino Pribadi. 
      Kepala Sekolah KB/TK Baitul Makmur Dewi Masita, S.Pd.I mengatakan, acara perpisahan dan pentas seni ini diselenggarakan dalam rangka bersilaturahmi kepada seluruh orang tua murid dan sebagai pelepasan murid TK B kepada orang tua untuk kemudian nantinya melanjutkan ke pendidikan di jenjang selanjutnya.
      “Pentas seni bersamaan pelepasan siswa TK B sudah dua tahun ini kami laksanakan dan diagendakan setiap tahun. Acara ini juga bertujuan untuk mengekspresikan kebolehan anak-anak dalam bidang seni yang ingin kami gali,” kata kepala sekolah yang akrab disapa Bu Sita ini.
      Selain ajang ekspresi, dia melanjutkan, pentas seni juga untuk melatih keberanian anak-anak tampil di atas panggung. Jika sebelumnya ada anak-anak yang tidak mau atau malu tampil, akhirnya mau dan berani naik ke atas panggung. “Ini juga untuk pembelajaran siswa TK A supaya berani tampil sekaligus persembahan kepada orang tuanya,” ujarnya.
      Menurut dia, respons orangtua sangat bagus atas digelarnya pentas seni ini. “Mereka antusias ingin anak-anaknya tampil di depan. Itu suatu kebanggaan tersendiri buat orang tua,” tandasnya.

      Sementara itu, dalam kesempatan tersebut dilakukan pemberian penghargaan siswa terbaik kelasTK A. Terbaik 1 diraih Thalita Hasna Zahirah putri Aryo Bagas Ersiantoro, terbaik 2 Ganesa Eka Hafidzah putri dari Suhariyanto, dan terbaik 3 adalah Athallah Irdina Sakhiy putri  dari Sutarno. (hen)



Penulis/Editor : Hendarmono Al Sidarto

Ajak Kembali Guru dan Karyawan Bekerja Lebih Giat dan Keras

Administrator Web

  



Pesan Abah Gino dalam Halal Bihalal Idul Fitri 1440 Hijriah


MALANG_BM– Memanfaatkan momentum Idul Fitri 1440 Hijriah,  keluarga besar Yayasan  Baitul Makmur menggelar halal bihalal, Senin (17/6/2019). Kegiatan yang digelar di Gardenia Resto, Jalan Bandung ini dihadiri Ketua dan pengurus Yayasan, seluruh guru TK Islam, SD Islam, SMP Islam, dan SMK, serta karyawan Baitul Makmur. Sedangkan hikmah halal bihalal disampaikan oleh ustadz Samin.
Ketua Yayasan Baitul Makmur Drs H Rolla Gino Pribadi dalam kesempatan tersebut meminta  maaf atas nama pribadi dan keluarga atas kesalahan yang dilakukan kepada dewan guru dan karyawan Baitul Makmur. “Kami memohon maaf, khususnya kepada dewan guru, jika selama ini banyak yang nggrundel (mengeluhkan) kalau diajak rapat-rapat mendadak untuk membahas program-program sekolah. Sudah kebiasaan saya menyelesaikan masalah yang tidak terpogram dilakukan mendadak. Namun, insyaallah, kalau saya marah dalam rapat dengan bapak ibu guru, satu jam kemudian atau setelah rapat usai, marah saya sudah hilang tidak menunggu-nunggu besok. Tidak ada dendam-dendaman,” tegas Ketua Yayasan yang akrab disapa Abah Gino ini.
      Selain meminta maaf, Abah Gino di acara ini juga mengajak seluruh dewan guru dan karyawan kembali beraktivitas setelah libur panjang merayakan hari raya Idul Fitri 1440 Hijriyah. “Mari dalam minggu ini kita melanjutkan perjuangan kita untuk mendidik anak-anak didik kita. Untuk itu harapan kami, mari kita kembali bekerja lebih giat lagi, lebih keras lagi sehingga apa yang  diharapkan masyarakat, wali murid yang menitipkan putra putrinya di Baitul Makmur dapat mendapatkan hasil yang terbaik,” kata Abah Gino.
Sementara itu, dalam hikmah halal bihalal yang disampaikan oleh ustadz Samin, diungkapkan ada empat macam orang ketika melakukan amalan ini tidak meningkat kualitasnya, maka amalnya tidak akan diterima oleh Allah SWT. Yang pertama orang yang berpuasa Ramadhan. Setelah berpuasa seseorang itu meningkat apa tidak kualtias kerjanya.
Kedua, orang yang setelah berjihad fi sabilillah tapi tidak juga meningkat kualitasnya maka jihadnya tidak diterima. Ketiga, orang yang pergi haji. Jika setelah berhaji semakin buruk maka hajinya tidak diterma oleh Allah SWT.
“Misalnya, suka ngrasani padahal orang yang suka ngrasani itu kena balak 10 yang salah satunya jauh dari rahmat Allah SWT. Karena itu, kalau masih berharap rahmat Allah maka termasuk orang yang merendah dihadapan Allah. Karena itu, kurangi perasaan merasa. Kalau bukan saya tidak beres, kalau bukan saya  tidak tuntas, kalau tidak saya gurunya  tidak akan pandai.  Jangan…kita hanya sekedar menyampaikan ilmu. Rahmat dan hidayah yang memasukkan ke anak itu urusannya Allah,” kata ust. Samin.
Karena itu, lanjut dia, guru harus banyak-banyak berdoa. Guru yang tidak mendoakan siswanya akan bahaya. Anak yang tambah pintar akan tambah kurang ajar. Dia pun  meminta guru jangan sampai mangkelan, jangan sampai benci terhadap anak didiknya.

“Ada siswa yang nakal tambah disayangi, didoakan agar dapat hidayah. Ingat, jangan bangga kepada anak yang pintar. Belum tentu anak pintar ini nantinya akan berbakti kepada gurunya. Juga, jangan benci dengan anak yang bandel. Belum tentu anak yang bandel ini pada saat besarnya nanti tidak bakti kepada gurunya,” pesannya. (hen)





Penulis/Editor:  Hendarmono Al Sidarto

 

Selesai Dibangun, Ruang Baru Difungsikan untuk Kelas dan Laboratorium Komputer

Administrator Web







MALANG_BM-Penambahan ruang baru di kompleks pendidikan Yayasan Baitul Makmur akhirnya selesai dibangun. Ruang yang berada di lantai dua bangunan utama, tepatnya di atas ruang guru dan kepala sekolah ini, berjumlah tiga ruang dan dilengkapi ruang toilet putra dan putri. Pembangunan ruang baru ini menelan dana sekitar Rp 600 juta.
      Kepala SD Islam Baitul Makmur Dra. Hj. Fatimah, M.M, mengatakan dari tiga ruang tersebut, satu ruang sudah difungsikan untuk perpustakaan. Sedangkan dua ruang lainnya masing-masing akan digunakan untuk ruang kelas dan ruang  laboratorium komputer.
“Memasuki tahun ajaran baru 2019-2020 ruangan baru ditargetkan sudah kita setting untuk ruang kelas dan laboratorium komputer untuk SD dan SMP,” papar kepala sekolah yang akrab disapa Bu Fat ini.
Bu Fat berharap, dengan adanya tambahan ruang baru tersebut bisa melepas sekatan-sekatan ruang kelas yang saat ini  masih digunakan untuk siswa SMP Islam Baitul Makmur.  “Kami ingin membebaskan yang sekatan-sekatan (kelas SMP) itu. Ternyata tambahan ruang baru ini tidak bisa diubah semuanya untuk ruang kelas karena kita perlu ruang laboratorium komputer,” ujarnya. 
Penyediaan ruang laboratorium komputer ini, lanjut Bu Fat, terkait dengan adanya bantuan komputer dari pemerintah sebanyak lima unit untuk SD Islam Baitul Makmur dan tiga unit untuk SMP Islam Baitul Makmur. “Rencana kita, dengan menambahi sedikit (komputer) sudah bisa untuk dijadikan laboratorium. Dengan harapan nanti siswa SD dan SMP memiliki lab komputer sendiri, sehingga tidak lagi menggunakan labnya SMK yang lebih membutuhkan karena memiliki jurusan Teknik Komputer Jaringan (TKJ),” papar dia.
Dengan adanya laboratorium itu, Bu Fat mengatakan, siswa kelas 4, 5, 6 SD, dan SMP bisa menggunakannya bersama. Namun, jumlah komputer  yang ada belum mencukupi sehingga perlu ditambah. Apalagi, di ruang perpustakaan juga masih butuh tiga komputer lagi. Rinciannya, satu unit untuk pengolahan perpustakaan sedangkan dua unit lainnya untuk kebutuhan katalog dan internet pengunjung perpustakaan.
“Mudah-mudahan, pengadaan tambahan komputer ini bisa segera dilakukan sehingga penataan tambahan ruang baru secepatnya dilakukan untuk menyambut tahun  ajaran baru,” kata Bu Fat. (hen) 




Penulis/Editor: Hendarmono Al Sidarto
               

Lolos Seleksi, Iva Berangkat Kuliah sambil Kerja di Alice Kanazawa Jepang

Administrator Web





MALANG_BM-Siswa SMK Baitul Makmur menorehkan prestasi membanggakan karena berhasil lolos seleksi di Alice International College, Kanazawa, Jepang. Siswa tersebut adalah Iva Melati Cahyani, jurusan Keperawatan (KPR), berhasil mewujudkan mimpinya untuk kuliah sambil bekerja di Alice itu melalui program Ryugakusei.
      Iva berhasil lolos setelah menjalani seleksi pada 6 Mei 2019. Saat itu, Iva menjalani tes wawancara bersama peserta lain di hadapan langsung perwakilan Alice International College, Kanazawa, yang ditemani seorang penterjemah.
      “Rencananya, berangkat ke Jepang sekitar bulan September mendatang. Selama menunggu proses keimigrasian, saya  meningkatkan kemampuan berbahasa Jepang dengan mengikuti les sejak tiga bulan lalu. Salah satu syaratnya memang harus mengumpulkan sertifikat les bahasa Jepang minimal mengikuti 150 jam. Saat ini, saya baru mencapai 60 jam,” papar putri pasangan Misrai dan Mudawanah ini.
      Iva mengatakan, untuk mengikuti Ryugakusei ini peserta diwajibkan tinggal 8-10 tahun di Jepang. “Selama dua bulan pertama tinggal di Jepang, uang tinggal di asrama dipinjami dari penyelenggara. Setelah tiga bulan kerja, baru kita disuruh untuk bayar kos, makan, dan lain-lain,” ujar dia.
      Menurut Iva, kedua orang tuanya mendukung penuh pilihannya kuliah sambil bekerja di Jepang. “Saya sendiri memang berkeinginan tinggal di sana (Jepang). Apalagi, kedua orang tua merestui keberangkatan saya ke Negeri Matahari Terbit ini,” kata Iva.
      Sementara itu, Kepala SMK Baitul Makmur Febby Cahya Triandra, S.Pd, M.Pd, mengatakan pihaknya bersyukur salah satu anak didiknya berhasil menembus Jepang dalam rangka kuliah sekaligus bekerja.
      “Alhamdulillah, peserta didik SMK Baitul Makmur kembali menorehkan prestasi yang tak bisa dipandang sebelah mata.  Kali ini go international, Alice International College, Kanazawa, Jepang. Tentunya, ini adalah tren positif bagi kemajuan SMK Baitul Makmur kedepannya,” kata kepala sekolah asli Arema ini.
      Menurut dia, semua keberhasilan ini karena selain usaha dan motivasi Iva sendiri, guru dan orang tua adalah lokomotif utama dalam mencapai keberhasilan yang tidak bisa dinafikkan.
“Bekal utama sukses adalah selalu tawakal dan rendah hati.  Hal inilah yang harus dimiliki oleh peserta didik SMK Baitul Makmur dalam meniti masa depan agar berkah dan sukses dunia akhirat,” tandasnya. (hen)





Penulis/Editor: Hendarmono Al Sidarto


Perpisahan, Kelas 6 Gelar Perjusab

Administrator Web





Diagendakan Setiap Tahun


MALANG-BM-Usai melaksanakan Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN) Tahun Pelajaran 2018/2019, siswa Kelas 6 Sekolah Dasar Islam (SDI) Baitul Makmur mengadakan perpisahan dengan cara unik yakni menggelar Perkemahan Jumat-Sabtu (Perjusab). Acara ini digelar pada 26-27 Apri 2019 bertempat di Pusat Pendidikan dan Pelatihan (Pusdiklat) Gerakan Pramuka Kwartir Cabang Kota Malang Jalan Wisnuwardhana No.7.
      Ketua Panitia Pelaksana Perjusab SDI Baitul makmur, Syamsul Arifin, S.Pd.I, mengatakan perpisahan kelas 6 dengan acara kemah bersama ini baru dilakukan pertama kali. “Ide awal digelarnya acara kemah bersama ini berdasarkan usulan dari wali murid kelas 6. Mereka minta perpisahan siswa kelas 6 dibuat kemah bersama. Apalagi, selama sekolah di Baitul Makmur anak-anak belum pernah mengadakan kemah bersama, baik itu persami (perkemahan sabtu-minggu), perjusab, dan-lain-lain. Karena itu, wali murid minta perpisahannya dibuatkan kemah bersama,” papar teacher Syamsul, sapaan akrabnya.
Menurut dia, awalnya kemah bersama yang akan dilakukan adalah persami, namun tidak jadi  dan diajukan menjadi perjusab. Hal ini disebabkan anak-anak banyak yang ikut tes ke tingkat selanjutnya di hari minggunya. “Acara perkemahan ini memang baru kali pertama dilakukan. Tetapi, ke depannya akan diagendakan rutin setiap tahun tidak hanya kelas 6 saja, juga siswa kelas 4 dan 5,” ujarnya.
Dia menjelaskan, acara perjusab dimulai pukul 15.00 dengan menggelar upacara di lokasi kemah. Seusai pembukaan dilanjutkan pembentukan kelompok sebanyak 5 kelompok. Malam harinya diadakan kegiatan pentas seni (pensi) per kelompok hingga pukul 21.00. Usai pensi dilanjutkan acara api unggun yang diisi dengan pesan kesan siswa selama sekolah di Baitul Makmur. “Ada beberapa anak yang menangis, mungkin karena terharu akan berpisah setelah enam tahun berkumpul di Baitul Makmur,” kata dia.
Sedangkan agenda kegiatan hari Sabtu, teacher Syamsul mengatakan, mulai pukul 03.00 anak-anak dibangunkan dari tidur untuk diajak sholat tahajud yang dilanjutkan sholat subuh berjamaah. Usai senam bersama pukul 06.00, anak-anak mengikuti lomba memasak mi rebus dan telur ceplok yang dilakukan per regu. Hasil memasak selain dinilai juga sekaligus untuk sarapan anak-anak sebelum menjalani acara jelajah.
“Acara jelajah mengelilingi sekitar 2 kilometer di sekitar lokasi kemah. Dalam jelajah ini anak-anak harus melewati empat pos. Usai jelajah dilanjutkan penutupan perkemahan,” kata dia. (hen)





Penulis/Editor: Hendarmono Al Sidarto




Pemilihan Duta Kartini Warnai Hari Kartini

Administrator Web





MALANG_BM-Hari Kartini yang diperingati setiap tanggal 21 April semarak diperingati oleh siswa di Lembaga Pendidikan Yayasan Baitul Makmur Kota Malang. Seluruh siswa dan guru yang bernaung dalam lembaga pendidikan ini mulai dari jenjang SD, SMP, dan SMK ikut berpartisipasi dalam memeriahkan peringatan pejuang wanita RA Kartini, Selasa (16/4/2019).
      Dalam peringatan tersebut, seluruh siswa dan guru mengenakan pakaian adat daerah. Sejumlah perlombaan pun juga digelar seusai upacara. Ada lomba pidato berbahasa Jawa, menyanyi solo, menyanyi daerah, fashion show, dan pemilihan duta Kartini.
      “Lomba kartinian itu diadakan setiap tahun. Selain memperingati jasa RA Kartini, kegiatan ini juga untuk membangkitkan semangat siswa agar ingat perjuangan pahlawan nasional Raden Ajeng Kartini,” papar Ketua Panitia Peringatan Hari Kartini 2019, Nofita Rofiatul Baroroh, S.Pd.I, ditemui di sela-sela acara peringatan Hari Kartini.
      Meski sederhana, momentum Hari Kartini dimanfaatkan oleh Lembaga Pendidikan Baitul Makmur agar siswanya lebih mengenal sosok Kartini. Melalui peringatan ini, dia mengatakan, anak didik diharapkan bisa melanjutkan perjuangannya.  
Saat acara lomba dimulai, seluruh anak didik terlihat begitu antusias dalam mengikuti lomba yang digelar di halaman sekolah yang beralamat di Jalan Sawojajar No. 17B. Tingkah lucu dan menggemaskan saat lomba fashion kategori A yang diikuti oleh siswa kelas 1,2,3) berlengak-lenggok di atas karpet yang disediakan untuk lomba ini.
Keseruan juga dialami peserta-peserta yang mengikuti ajang perlombaan lain, khususnya di ajang pemilihan Duta Kartini 2019/2020. Di ajang lomba ini terbagi dalam tiga kelompok yakni kategori A (dikuti kelas 1-3), kategori B (kelas 4-6), kategori C (kelas 7-12). Untuk memilih juaranya, dewan juri yang terdiri dari kepala sekolah di masing-masing jenjang pendidikan memberikan penilaian berupa pertanyaan yang sudah disiapkan.
“Penilaian akhir Duta Kartini ini dilakukan di atas panggung di hadapan seluruh siswa. Para peserta yang masuk final merupakan hasil dari seleksi seluruh siswa di semua tingkatan. Mereka yang terpilih di ajang final, diuji oleh dewan juri di hadapan seluruh siswa saat bersamaan peringatan Hari Kartini. Peserta yang memenangkan juara I otomatis menjadi Duta Kartini selama 2019-2020 mendatang,” papar dia. (hen)



DAFTAR PEMENANG LOMBA PERINGATAN HARI KARTINI 2019

1. DUTA KARTINI 2019/2020
A. Kategori A
   1. Ahmad Wafi Bil Ahdy (3B)
   2. Auliya Shafa Salsabila (2A)
   3. Ahmad Thoriq Pradana (2A)
   4. Rifqy Abdillah A.G. (1B)
   5. Akmal Putra Ksatria (1A)

B. Kategori B
   1. Cholilatuz Zuhriyah (4A)h
   2. Aaqilah Latiifah N. (5A)
   3. M. Raihan Yudhistira (4A)
   4. Adinda Syafa Firdausi (4B)
   5. M. Rayhan V. (4B)

C. Kategori C
   1. Annisa Haibahh 10 (SMK)i
   2. Khansa Alia 8 (SMP)
   3. Djourdi Amrida Pratama 10 (SMK)



B. Lomba Menyanyi
   1. Mozarifa Naia H.  (3A)
   2. Alphecca Rasheeda T (2B)
   3. Nawra Ruzliansyah S (1A)

c. Lomba Pidato Bahasa Jawa
   1. Dinda Aulia Safitri  (5B)
   2. Huriya Hafizha Azizah (4B)
   3. Maisie Fentya Calista (4B)



Penulis/Editor: Hendarmono Al Sidarto


Tembus Final Kompetisi Matematika, Khanza Dikirim ke Jakarta

Administrator Web





MALANG_BM-Setelah lolos semifinal Kompetisi Matematika Nalaria Realistik (KMNR) tingkat provinsi, siswa Kelas 6 SD Islam (SDI) Baitul Makmur Khanza Lutia Putri Widagdo akhirnya berhasil tembus final KMNR tingkat nasional kategori SD.  Pelaksanaan final ajang lomba Matematika ini digelar di Ancol Jakarta, pada 28 April 2019.

      Keberhasilan Khanza menembus final KMNR merupakan prestasi baru bagi SDI Baitul Makmur. Pasalnya, selama ini sekolah yang berlokasi di Jalan Sawojajar 17B No. 58 ini belum pernah mengikuti KMNR. Namun, sekali mengirimkan siswanya ke ajang KMNR bisa bersaing di tingkat nasional.
      “Sebenarnya saat mengikuti seleksi KMNR di tingkat provinsi, siswa SDI Baitul Makmur diwakili dua anak. Namun, yang lolos mewakili  provinsi hanya satu orang, yakni Khanza (Khanza Lutia Putri Widagdo). Yang membanggakan, keikutsertaan Baitul Makmur dalam KMNR ini baru pertama kalinya, yakni di tahun ini. Dan, alhamdulillah langsung tembus di tingkat nasional,” kata Kepala SD Islam Baitul Makmur Dra. Hj. Fatimah, M.M.
       Kepala  sekolah yang akrab disapa Bu Fat ini mengatakan, pihak sekolah selalu mensupport anak-anak yang memiliki kemampuan lebih seperti Khanza Lutia Putri Widagdo ini. “Di sekolah ini kami juga menyediakan tenaga khusus yang bisa mendampingi anak-anak untuk kegiatan ekstrakurikuler, khususnya lomba-lomba bertaraf nasional dan internasional, seperti olimpiade matematika ini," papar Bu Fat.
      Sementara itu, Arif Zulkarnaen, Kepala Cabang Klinik Pendidikan MIPA (KPM) Malang mengatakan, keberhasilan Khanza menembus babak final KMNR melalui proses yang cukup panjang. “Dimulai dari tahapan uji soal di sekolah (Baitul Makmur) sekitar bulan Oktober-November 2018. Selanjutnya, pada bulan Desember tahun lalu dilakukan babak penyisihan tingkat Kota Malang,” papar Arif Zulkarnaen yang juga guru pembimbing ekstrakurikuler di Baitul Makmur ini.
Setelah lolos seleksi di tingkat Kota Malang, lanjut Arif, Khanza masuk babak semifinal tingkat Provinsi Jawa Timur. Di babak semifinal ini, KMNR digelar bulan Februari 2019 di Madrasah Ibtidaiyah Terpadu (MIT) Ar-Roihan Lawang, Malang.
Lagi-lagi, Khanza berhasil lolos dari tahap semifinal ini untuk mengikuti tahapan selanjutnya, yakni final. Tahap ini digelar di Ancol, Jakarta, pada 28 April 2019.
      “Kami dari KPM memang mendorong sekolah agar bisa mengirim siswanya mengikuti kompetisi (KMNR) yang kami selenggarakan,” pungkas Arif. (hen)


Penulis/Editor: Hendarmono Al Sidarto

Coprights 2018 | Designed By | #GoldCreative