Informasi lengkap silahkan hubungi : 0341 - 717753

Senin, 15 April 2019

Jelang UNBK, Baitul Makmur Datangkan Gus Ali Pimpin Istighotsah

Administrator Web






MALANG_BM- Berbagai persiapan dilakukan sekolah menjelang pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) Tahun 2019 mulai dari tryout hingga istighotsah dan doa bersama. Seperti dilaksanakan di lembaga pendidikan yang bernaung di Yayasan Baitul Makmur Kota Malang. Seluruh pelajar Kelas VI SD Islam, Kelas IX SMP Islam, dan Kelas XII SMK Baitul Makmur bersama kepala sekolah, guru, wali murid, dan pengurus yayasan menggelar istighotsah dan doa bersama di Masjid Baitul Makmur, Senin (15/4/2019).
Istighotsah dan doa bersama yang dimulai pukul 08.00 ini bertujuan agar diberikan kemudahan dan kelancaran dalam pelaksanaan ujian nasional yang akan digelar pada 22-26 April 2019. Sekaligus sebagai ajang silaturrahim serta mempererat ukhuwah Islamiyah. Kegiatan tersebut juga mendatangkan Gus Ali Mustofa Asady dari Pondok Pesantren Nurul Ulum, Kacuk, Sukun, Kota Malang untuk memberi ceramah agama dan memimpin pelaksanaan istighotsah dan doa bersama.
"Kami berharap, adanya tambahan doa dari Gus Ali (Ali Mustofa Asady) semua anak didik Baitul Makmur diberi kemudahan dan kelancaran serta kesehatan saat mengikuti ujian nasional. Juga nilai ujian bagus dan bisa sesuai harapan untuk melanjutkan ke jenjang selanjutnya," kata Kepala SD Islam Baitul Makmur Dra. Hj. Fatimah, M.M, saat memberikan sambutan dalam pelaksanaan istighotsah dan doa bersama di Masjid Baitul Makmur, kemarin.
Menurut Bu Fat, sapaan akrab Dra. Hj. Fatimah, M.M, Baitul Makmur sudah selesai melakukan persiapan untuk melaksanakan UNBK, mulai jenjang SD hingga SMK. Bahkan, UNBK untuk jenjang SMK sudah selesai dilaksanakan pada Maret lalu. Sedangkan untuk jenjang SD dan SMP akan dilakukan pada 22-26 April mendatang.
“Mulai tahun ini, ujian nasional jenjang SD dilakukan secara online dan paper (tulis). Sedangkan SMP sudah online mulai tahun kemarin. Alhamdulillah, Baitul Makmur mendapatkan bantuan lima unit komputer dari Dinas Pendidikan untuk menunjang pelaksanaan ujian nasional,” papar dia.
Bu Fat dalam kesempatan tersebut juga meminta wali murid yang hadir dalam acara tersebut untuk menjaga kesehatan putra putrinya selama menjelang  hingga pelaksanaan ujian nasional.  “Jangan sampai pada saat pelaksanaan ujian nasional putra putrinya sakit sehingga ada yang mengikuti ujian susulan,” ujar dia.
Sementara itu, sebelum memulai istighotsah dan doa bersama, Gus Ali Mustofa Asady memberikan ceramah agama yang intinya memberikan motivasi kepada siswa siswi Baitul Makmur agar berhasil.
Gus Ali pun menyitir ungkapan Arab yang terkenal di kalangan pesantren yaitu “Man Jadda WaJada” yang artinya “Barangsiapa bersungguh-sungguh pasti akan mendapatkan hasil”. “Tidak ada siswa yang bodoh tapi yang ada adalah siswa yang malas belajar,” kata Gus Ali memberikan semangat.
Bahkan, Gus Ali menegaskan bahwa kesuksesan tidak memandang latar belakang  orang tuanya, apakah miskin atau kaya. Karena itu, ayah berputra empat ini meminta kepada siswa dan siswi Baitul Makmur agar menggantungkan cita-citanya setinggi langit.

Sedangkan suasana pelaksanaan istighotsah ini terlihat penuh haru dan khidmat. Siswa siswi Baitul Makmur bersama orang tuanya yang mendampingi di sebelahnya khusyu dan tak mampu membendung air matanya saat melakukan istighotsah ketika Gus Ali memberikan refleksi mengingat kematian. ”Bayangkan 15 detik lagi nyawa kita akan dicabut, kita sakaratul maut. Tidak ada yang bisa menolong kita,” kata Gus Ali. (hen)


Penulis/Editor: Hendarmono Al Sidarto


Jumat, 05 April 2019

Lembaga Pendidikan Baitul Makmur Peringati Isra’ Mi’raj dengan Dongeng

Administrator Web







MALANG_BM-Peringatan Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW yang jatuh pada 27 Rajab 1440 H atau bertepatan dengan tanggal 3 April 2019 diperingati oleh Lembaga Pendidikan Baitul Makmur dengan cara berbeda. Jika sebelumnya diperingati dengan mendengarkan ceramah, pada tahun ini seluruh siswa KB/TK, SD Islam, SMP Islam, SMK, dan Pondok Pesantren di lembaga pendidikan ini memperingatinya secara bersama dengan mendengarkan dongeng.
      Acara yang digelar pada Jumat (5/4/2019) di halaman sekolah yang beralamat di Jalan Sawojajar 17B No.58 ini, mendatangkan salah satu pendongeng Kota Malang ustadz Bagus yang akrab disapa Kak Bagus. Acara ini mendapatkan sambutan meriah dari seluruh siswa Lembaga Pendidikan Baitul Makmur.
Wawan Dwi Setyawan, S.Pd.I, Ketua Panitia Peringatan Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW Lembaga Pendidikan Baitul Makmur, memiliki alasan tersendiri kenapa memilih dongeng dalam memeriahkan acara ini. “Melalui dongeng mereka juga bahagia, bisa memaknai peringatan Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW, khususnya perintah shalat, melalui kisah dalam dongeng, serta bisa menjalin tali silaturahmi seluruh siswa dan guru di lembaga pendidikan Baitul Makmur,” papar ustadz Wawan ditemui di sela-sela acara, kemarin.
Menurut ustadz Wawan yang juga guru Pendidikan Agama Islam (PAI) Baitul Makmur ini, peristiwa Isra’ Mi’raj adalah satu peristiwa agung dalam perjalanan hidup Nabi Muhammad SAW. Kejadian ini merupakan satu peristiwa penting bagi umat Islam, karena pada peristiwa inilah Nabi Muhammad mendapat perintah untuk menunaikan sholat lima waktu sehari semalam.
Mengenai perintah untuk menunaikan sholat lima waktu sehari semalam, Kak Bagus mengemas peristiwa Isra’ Mi’raj dalam cerita menarik yang diiringi permainan, sulap, dan bagi-bagi hadiah. Aksi ini disambut antusias oleh siswa Baitul Makmur.
      Isra’ Mi'raj merupakan salah satu peristiwa penting bagi kehidupan Nabi Muhammad dan juga umat Islam. Peristiwa ini sarat akan hikmah atau pelajaran yang dapat diambil dan sesuai dengan masa kini. Saat Isra Mi'raj, Nabi Muhammad melakukan bersama Malaikat Jibril dari Masjidil Haram, Makkah ke Masjidil Aqsha, Palestina. Dalam perjalanan ini Nabi singgah di beberapa lokasi untuk melakukan salat dua rakaat.
      Setelah itu, Nabi Muhammad diangkat menuju Baitul Maqdis di langit ketujuh atau Sidratul Muntaha untuk menerima perintah salat pertama kali yakni 50 waktu. Akhirnya Nabi Muhammad meminta keringanan perintah salat menjadi lima waktu dalam sehari. Saat naik ke langit, Nabi bertemu dengan para malaikat dan nabi-nabi terdahulu. Nabi Muhammad juga menjumpai banyak peristiwa penting. Di antaranya, Nabi Muhammad ditawari minuman susu dan khamar. Nabi lantas memilih susu. Kisah Isra’ Mi'raj ini terdapat di dalam Al-Qur’an, salah satunya di awal Surat Al-Isra'.
      Dalam acara tersebut, siswa Baitul Makmur tak hanya mendengarkan dongeng saja dari Kak Bagus yang ditemani boneka monyet bernama si Untung. Tetapi juga bermain games, melihat atraksi sulap, bernyanyi, bercanda, dan aktif menjawab pertanyaan seputar surat tersebut. Dari dongeng tersebut, anak-anak belajar banyak hal. Salah satunya agar taat kepada Allah dengan menjalankan sholat lima waktu.
      Di akhir dongengnya, Kak Bagus berpesan kepada anak-anak untuk rajin sholat, rajin mengaji, menghormati orang tua. Ia juga bepesan agar anak-anak mencintai Islam sampai mati, Tidak menonton tv dan bermain hp setiap hari, dan lebih banyak membaca kitab suci. (hen)


Penulis/Editor: Hendarmono Al Sidarto

Coprights 2018 | Designed By | #GoldCreative