Informasi lengkap silahkan hubungi : 0341 - 717753

Senin, 18 Februari 2019

Mau Dibawa ke Mana Arah Pendidikan Kita?

Administrator Web





Oleh: Surya Agung Sabda, S.Pd


Kasus siswa SMP yang melawan guru di Gresik adalah kejadian ke sekian kalinya seorang murid melakukan kekerasan terhadap guru. Seperti diberitakan di media-media massa sebuah video antara murid dan guru sempat viral di media sosial. Dalam video yang diambil di dalam kelas itu, si siswa justru tampak melawan gurunya sendiri. Usut punya usut, peristiwa itu terjadi di kelas IX SMP PGRI Wringinanom, Kecamatan Wringinanom, Kabupaten Gresik, terjadi pada hari Sabtu (2/2/2019) sekitar pukul 08.00 WIB.
      Kurikulum pendidikan yang bertujuan atau berorientasi tentang nilai-nilai eksak membuat anak lupa bahwa ilmu adab lebih penting. Tingginya ilmu harus dibarengi dengan tingginya adab dan rendahnya hati. Ketika adab tidak ada maka akhlaq akan terkikis, membuat semua yang tidak boleh menjadi boleh, haruskah ke depan pendidikan kita seperti ini? Apa yang salah? Apakah guru atau menteri pendidikan atau pemerintah yang salah? Guru adalah gerbang kemajuan sebuah negara jadi hargai dan lindungi guru baik secara materi dan advokasi.
Ketika bercerita, akan mempermudah kita sebagai pendidik untuk menyampaikan pesan-pesan kebaikan. Berkisah atau bercerita yang baik akan menjadikan anak didik yang baik tetapi bercerita yang salah, akan membuat alam bawah sadar kita bahwa cerita yang diceritakan itu benar. Contoh, kancil mencuri timun, membuat si kancil yang cerdik, lolos dari hukuman. Dan diceritakan secara turun temurun membuat para koruptor menjadi mudah bebas dengan mudahnya.
Jika cerita kita mengandung makna, maka anak-anak kita akan mudah menjadi seorang anak yang pandai dan kuat. Contoh, cerita-cerita pada zaman nabi, banyak yang bisa menginspirasi anak-anak kita dan patut membuat panutan terhadap kehidupan di era globalisasi dan internet yang merajalela. Sekarang banyak cerita-cerita yang merusak terhadap generasi bangsa. Salah satunya cerita-cerita kartun yang merusak membuat anak-anak kita membuat lebih mudah emosi dan tanpa ada edukasi. Bandingkan dengan cerita-cerita di zaman nabi yang penuh inspirasi membuat anak kita semakin kuat iman dan jasmani.
Terakhir, jangan membuat anak kita semakin "menjauh" dari cerita-cerita islami. Jadikanlah cerita islami sebagai awal perubahan terhadap akhlaq anak-anak kita. Didiklah anakmu seperti Luqman mendidik anaknya. (*)


*) Penulis adalah Guru Olahraga SMP Islam Baitul Makmur


Editor: Hendarmono Al Sidarto


Administrator Web / Author & Editor

Has laoreet percipitur ad. Vide interesset in mei, no his legimus verterem. Et nostrum imperdiet appellantur usu, mnesarchum referrentur id vim.

1 komentar:

  1. Setidaknya menjadi bahan tela'ah juga pada diri seorang pendidik agar tetap di kedepankan rasa ksh sayang yg lbh agar selama ini yg di samapikanbs berkesinambungan...

    BalasHapus

Coprights 2018 | Designed By | #GoldCreative