Informasi lengkap silahkan hubungi : 0341 - 717753

Kamis, 28 Februari 2019

1.100 Peserta Ramaikan Akreamus V Yayasan Baitul Makmur

Administrator Web







MALANG_BM-Ajang Kreasi Anak Muslim (Akreamus) V 2019 resmi dibuka oleh Ketua Yayasan Baitul Makmur Drs. H. Rolla Gino Pribadi, Jumat (1/3/2018). Acara yang digelar untuk memperingati dan memeriahkan Dies Natalis ke X Yayasan Baitul Makmur ini disambut antusias oleh masyarakat yang memadati di lokasi acara, halaman sekolah SD Islam Baitul Makmur.
Akreamus yang digelar selama dua hari, Jumat  dan Sabtu (2/3/2019), bertujuan untuk menggali kreativitas peserta dan memperkenalkan lembaga pendidikan formal dan non-formal yang bernaung di Yayasan yang beralamat di Jalan Sawojajar 17B No. 58. Di lembaga ini terdapat pondok pesantren, Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), TK, SD Islam, SMP Islam, dan SMK. Acara ini diikuti oleh siswa kelompok bermain (KB), taman kanak-kanak (TK), sekolah dasar (SD), dan sekolah menengah pertama (SMP) se-Malang Raya.
Ketua Pelaksana Akreamus V 2019 Dewi Muyassaroh, S.Pd.I mengatakan, sebanyak 1.100 siswa dari berbagai sekolah berpartisipasi mengikuti berbagai lomba yang digelar. ”Alhamdulillah, jumlah peserta lomba untuk mengikuti Akreamus V tahun ini melebihi target,” kata dia, di sela-sela acara Akreamus V, kemarin.

Dijelaskan dia, di tingkat KB ada dua macam lomba yakni gerak dan lagu yang diikuti oleh 12 grup serta lomba mewarna yang diikuti 19 anak. Sedangkan di tingkat TK ada empat kategori lomba yakni hafalan asmaul husna (11 grup), mewarna (55 anak), hafalan surat pendek (62 anak), dan drumband (18 grup).
Di tingkat SD, lanjut dia, ada tiga macam lomba yang digelar yakni, hafalan surat pendek yang diikuti 39 anak, group singing competition (GSC) diikuti empat grup, dan Al-Banjari yang diikuti 11 grup. Sedangkan di tingkat SMP hanya satu lomba yang digelar yakni Al-Banjari yang diikuti oleh sembilan grup. 
Dia mengungkapkan, lomba Al-Banjari untuk tingkat SMP ini baru digelar tahun ini. Dalam lomba tersebut setiap grup terdiri dari 10 orang. “Khusus lomba drumband pelaksanaannya akan digelar besok (Sabtu, 2/3/2019) bersamaan dengan penyerahan hadiah para pemenang lomba. Sedangkan lomba-lomba lainnya tuntas digelar hari ini (Jumat, 1/3/2019),” jelas dia.
Dia menambahkan, semua lomba yang dalam bentuk grup akan mendapatkan trophy, piagam, dan uang pembinaan. Misalnya, lomba drumband  pemenang juara 1, 2, dan 3 akan mendapatkan uang pembinaan yang nilainya mulai dari Rp 500 ribu hingga Rp 1,5 juta. Sedangkan yang individu hanya mendapatkan trophy dan piagam.
Antusiasme peserta lomba seperti diungkapkan Anas, Guru Agama SDN Gadang 3, yang mendampingi siswanya saat mengikuti lomba dalam Akreamus V ini. “Kami mengirimkan 10 siswa untuk mengikuti lomba di Akreamus ini, yakni lomba hafalan surat pendek dan Al-Banjari. Keikutsertaan kami memang baru tahun ini namun kami menyambut baik acara ini karena bisa untuk melatih keberanian siswa dalam mengikuti lomba lainnya,” papar Anas.
Antusiasme masyarakat yang datang di acara Akreamus V ini juga terlihat di lokasi lomba Al-Banjari. Mereka memenuhi tempat duduk yang disediakan di sekitar panggung yang didirikan di halaman sekolah untuk menonton sekaligus  memberikan dukungan kepada peserta yang tampil. Penampilan peserta seni musik rebana yang dimainkan oleh 10 orang peserta ini banyak yang memukau penonton. Menggunakan teknik memukul rabban dengan tangan dan menghasilkan irama yang nyaman untuk dinikmati bersama alunan sholawat Nabi. Namun, dalam lomba kemarin tidak hanya sholawat saja yang dilantunkan peserta lomba. Tetapi lagu-lagu Islami yang lagi ngetop seperti yang dinyanyikan grup musik Syabian "Ya Habibal Qolbi" turut dilantunkan.
Sementara itu, selain lomba, untuk memeriahkan Akreamus V 2019 juga digelar bazaar yang berlangsung di lokasi acara. Selain aneka makanan yang dijual, ada stan khusus dari SMK Baitul Makmur yang menyediakan pemeriksaan kesehatan secara gratis. Pemeriksaan kesehatan dilakukan oleh siswa Jurusan Keperawatan SMK Baitul Makmur. 
Banyak pengunjung yang saat mengantarkan anak atau siswanya ke acara Akreamus V untuk mendapatkan layanan gratis ini. Tampak Ketua Yayasan Baitul Makmur Drs. H. Rolla Gino Pribadi juga mendatangi stan SMK ini untuk diperiksa kesehatannya dengan mengecek tekanan darahnya. (hen)



Penulis/Editor: Hendarmono Al Sidarto

Selasa, 26 Februari 2019

Akreamus V Siap Digelar, Jumlah Peserta Melebihi Target

Administrator Web





MALANG_BM-Untuk memperingati dan memeriahkan Dies Natalis ke X, Yayasan Baitul Makmur kembali menggelar Ajang Kreasi Anak Muslim (Akreamus) V 2019. Acara ini merupakan kegiatan lomba untuk siswa kelompok bermain (KB), taman kanak-kanak (TK), sekolah dasar (SD), dan sekolah menengah pertama (SMP) se-Malang Raya yang akan digelar selama dua hari, yakni Jumat (1/3/2019) dan Sabtu (2/3/2019).
Ketua Pelaksana Akreamus V 2019 Dewi Muyassaroh, S.Pd.I mengatakan, Akreamus digelar bertujuan untuk menggali kreativitas peserta dan lebih memperkenalkan Yayasan Baitul Makmur yang telah berdiri sejak 2008 ke masyarakat luas. Yayasan Baitul Makmur bergerak di bidang pendidikan formal maupun pendidikan non-formal. Di lembaga ini terdapat pondok pesantren, Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), TK, SD Islam, SMP Islam, dan SMK.
Menurut dia, persiapan pelaksanaan Akreamus V yang dilakukan bersama timnya sudah mendekati final atau sekitar 95 persen. “Pada intinya persiapan yang kami lakukan sudah tidak ada masalah dan siap digelar. Kami hanya tinggal menyiapkan pengadaan hadiah (trophy) saja,” kata guru yang akrab disapa ustazah Dewi ini.
Selain persiapan sudah final, lanjut dia, jumlah peserta Akreamus V juga sudah melebihi target, yakni mencapai sekitar 1.100 siswa. “Alhamdulillah, respons masyarakat sangat antusias untuk mengikuti Akreamus tahun ini. Jumlah peserta sudah melebihi target,” paparnya, Senin (25/2/2019).
            Dia mencontohkan, lomba Al-Banjari untuk tingkat SMP yang baru digelar tahun ini sudah mendaftar 6 grup dari berbagai sekolah. Dimana setiap grup terdiri dari 10 orang. “Intinya, dalam Akreamus ini adalah open house Baitul Makmur. Jadi siapa pun, boleh datang dan melihat acara ini. Semakin banyak  yang datang ke sini (Baitul Makmur) semakin banyak yang mengenal lembaga ini,” ujarnya.
            Dia menambahkan, semua lomba yang dalam bentuk grup akan mendapatkan trophy, piagam, dan uang pembinaan. Misalnya, lomba drumband  pemenang juara 1, 2, dan 3 akan mendapatkan uang pembinaan yang nilainya mulai dari Rp 500 ribu hingga Rp 1,5 juta. Sedangkan yang individu hanya mendapatkan trophy dan piagam. (hen)


Penulis/Editor: Hendarmono Al Sidarto

Senin, 18 Februari 2019

Mau Dibawa ke Mana Arah Pendidikan Kita?

Administrator Web





Oleh: Surya Agung Sabda, S.Pd


Kasus siswa SMP yang melawan guru di Gresik adalah kejadian ke sekian kalinya seorang murid melakukan kekerasan terhadap guru. Seperti diberitakan di media-media massa sebuah video antara murid dan guru sempat viral di media sosial. Dalam video yang diambil di dalam kelas itu, si siswa justru tampak melawan gurunya sendiri. Usut punya usut, peristiwa itu terjadi di kelas IX SMP PGRI Wringinanom, Kecamatan Wringinanom, Kabupaten Gresik, terjadi pada hari Sabtu (2/2/2019) sekitar pukul 08.00 WIB.
      Kurikulum pendidikan yang bertujuan atau berorientasi tentang nilai-nilai eksak membuat anak lupa bahwa ilmu adab lebih penting. Tingginya ilmu harus dibarengi dengan tingginya adab dan rendahnya hati. Ketika adab tidak ada maka akhlaq akan terkikis, membuat semua yang tidak boleh menjadi boleh, haruskah ke depan pendidikan kita seperti ini? Apa yang salah? Apakah guru atau menteri pendidikan atau pemerintah yang salah? Guru adalah gerbang kemajuan sebuah negara jadi hargai dan lindungi guru baik secara materi dan advokasi.
Ketika bercerita, akan mempermudah kita sebagai pendidik untuk menyampaikan pesan-pesan kebaikan. Berkisah atau bercerita yang baik akan menjadikan anak didik yang baik tetapi bercerita yang salah, akan membuat alam bawah sadar kita bahwa cerita yang diceritakan itu benar. Contoh, kancil mencuri timun, membuat si kancil yang cerdik, lolos dari hukuman. Dan diceritakan secara turun temurun membuat para koruptor menjadi mudah bebas dengan mudahnya.
Jika cerita kita mengandung makna, maka anak-anak kita akan mudah menjadi seorang anak yang pandai dan kuat. Contoh, cerita-cerita pada zaman nabi, banyak yang bisa menginspirasi anak-anak kita dan patut membuat panutan terhadap kehidupan di era globalisasi dan internet yang merajalela. Sekarang banyak cerita-cerita yang merusak terhadap generasi bangsa. Salah satunya cerita-cerita kartun yang merusak membuat anak-anak kita membuat lebih mudah emosi dan tanpa ada edukasi. Bandingkan dengan cerita-cerita di zaman nabi yang penuh inspirasi membuat anak kita semakin kuat iman dan jasmani.
Terakhir, jangan membuat anak kita semakin "menjauh" dari cerita-cerita islami. Jadikanlah cerita islami sebagai awal perubahan terhadap akhlaq anak-anak kita. Didiklah anakmu seperti Luqman mendidik anaknya. (*)


*) Penulis adalah Guru Olahraga SMP Islam Baitul Makmur


Editor: Hendarmono Al Sidarto


Senin, 11 Februari 2019

Bermain Ular Tangga sebagai Media Pembelajaran

Administrator Web




Oleh: Nurulaini Kholiq, S.Pd.I


SUDAH selayaknya belajar itu harus menyenangkan, karena dengan perasaan senang segalanya bisa diarahkan. Dalam kegiatan belajar mengajar, baik di dalam maupun di luar kelas, seorang murid membutuhkan konsentrasi yang baik dalam menerima pelajaran yang diajarkan oleh guru di bidangnya masing-masing.
Baiklah, dalam pembelajaran kita kali ini, khususnya di materi Pendidikan Agama Islam (PAI) yang penulis ajarkan, penulis hanya berusaha agar seorang murid secara individu ataupun berkelompok mampu menerima pelajaran atau materi yang diajarkan. Oleh karena itu sebagus apapun metode yang digunakan dan sehebat apapun guru dalam memberi bimbingan, namun jika tidak didukung dengan media pembelajaran yang sesuai dengan kadar kemampuan anak didiknya, maka hasilnyapun kurang maksimal. 
Seyogyanya, kita hanya berusaha untuk tidak membuang sia-sia efektivitas belajar sebelum ilmu itu berhasil diamalkan. Di sini sedikit bisa kita pahami bahwa ketiga unsur yakni metode yang bagus, guru yang ulet, dan media pembelajaran yang baik adalah tiga rangkaian yang tidak bisa dipisahkan dalam perbaikan kualitas kegiatan belajar mengajar. Sebagai manusia pembelajar kita tidak bisa memungkiri hal demikian disetiap kegiatan belajar mengajar, baik di dalam kelas maupun di luar kelas.
Di sini, penulis hanya mengutip media pembelajaran yang dinamai “Media Ular Tangga“. Sebenarnya, media ular tangga ini terinspirasi dari kegiatan bermain anak-anak yang bahannya mudah dan biasa dijual oleh pedagang kaki lima sewaktu penulis duduk di sekolah dasar (SD) (sekitar tahun 1994). Bentuknya pun simpel seperti banyak kolom diberi nomor ada beberapa bergambar ular dan tangga sedikit unik. Dan ada simbol yang dapat dipahami dengan mudah, dan setiap anak punya koin atau alat penanda dan ada benda kubus berupa dadu yang diputar /dilempar secara bergiliran. Itulah sedikit gambaran permainan ular tangga yang sekiranya dijelaskan disini akan sulit untuk dipahami kecuali jika langsung dipraktikkan.

Kembali kepada media ular tangga ini, penulis hanya menambahkan kalimat-kalimat perintah melewati papan yang dipakai dan juga kartu yang disediakan. Atau bahan lain yang dikombinasikan dengan pelajaran dibuat menyenangkan, namun anak-anak tetap diharuskan membawa buku materi ajar sebagai bahan pertanyaan dan jawaban. Jika perintah pertanyaan tidak dapat diselesaikan oleh individu maka harus diselesaikan secara kolektif melalui buku ajar tersebut . 
Pada intinya buku materi adalah bahan rekomendasi /redaksi yang menjadi tumpuan belajar anak-anak. Pada media ini, siswa dituntut untuk menyumbangkan pemikirannya melalui hal-hal sebagai berikut :
1.   Membuat materi pertanyaan sesuai bab yang diajarkan atau yang diperintahkan gurunya.
2.   Membuat pesan-pesan yang mengarah pada bab yang diajarkan atau membuat  sebuah simbol  kalimat hukuman yang bersifat pelajaran (baik menghafal ayat Al-Qur’an, al Hadits atau materi yang diajarkan).
3.   Bebas berekspresi membuatnya sendiri dan menampilkan medianya sesuai keinginan namun tidak terlepas dari materi yang diajarkan dan  beretika.
Nah, dari ketiga unsur tersebut tentu akan lebih menarik jika diarahkan oleh guru pembimbingnya secara periodik, kreatif, dan inovatif. Pada dasarnya media pembelajaran ular tangga ini akan lebih bervariasi dan berkembang setelah guru dan murid bekerja sama dan saling mengevaluasi cara pemakaian media tersebut.
Dari sekian percobaan-percobaan media ular tangga ini yang pernah penulis pakai di SD Islam Baitul Makmur saat mengajarkan Fiqih dan Sejarah Kebudayaan Islam (SKI) tahun 2015. Ada beberapa efek yang ditimbulkan yang bisa disimpulkan yakni sebagai berikut:
1.   Siswa mampu membuat sebuah catatan khusus; pertanyaan penting  pada bab atau materi yang dipelajari.
2.   Siswa mampu menunjukkan kemampuan percaya diri untuk mendemonstrasikan semua pertanyaan.
3.   Siswa mampu beradu argumen jika salah satu di antara teman yang memberikan keterangan kurang tepat atau tidak sportif.

4.   Semua siswa punya peranan penting secara keseluruhan (jadi tidak ada yang paling penting namun semuanya penting).
5.   Siswa yang pasif akan berubah menjadi aktif manakala satu sama lain punya tanggung jawab yang sama. Yang pada akhirnya mau bekerja sama secara berkelompok.
6.   Kompetensi siswa akan bisa dilihat juga oleh teman sepermainan di media ini secara objektif. Dikatakan objektif karena hasil dari kesepakatan kelompoknya dalam memberikan sebuah jawaban dan pertanyaan (close atau open book) maupun konsekwensi hukuman dari permainan ini.
7.   Seorang pembimbing dapat mengawasi dan mengendalikan cara belajar siswa melalui media ini secara langsung maupun tidak langsung. Dan tak kalah pentingnya guru dengan mudah memberikan sebuah penilaian dan apresiasi bagi siswa yang punya nilai tertinggi.

Dari ketujuh dampak yang ditimbulkan dari permainan ini tidak lain adalah membiasakan belajar nyaman dan menyenangkan, sebagaimana yang pernah digagas oleh Bobbi Deporter dan Mike Hernacki dalam “Quantum Learning“ nya. (Dell Pubishing, New York, 1992 ). Akan tetapi kita selaku guru pembelajar, perlu menekankan bahwa belajar nyaman dan menyenangkan sangat banyak caranya. Tergantung keseriusan kita dalam berinovasi, kreatif dalam mencari dan menemukan sumber belajar di manapun berada. Hanya untuk sekedar diketahui, media pembelajaran apapun hendaknya dengan ukuran yang sekiranya dapat diterapkan oleh kita dan anak didik kita. (*)


*) Penulis adalahStaf TU dan Pengajar di SMP Islam Baitul Makmur Malang.


Editor: Hendarmono Al Sidarto

Rabu, 06 Februari 2019

MENELADANI AKHLAK NABI

Administrator Web




Oleh: Elly Anasrul Firdaus, S.Pd

     DALAM sejarah manusia tidak akan pernah lepas dari dua hal yaitu khalifatullah dan makhluk sosial. Khalifatullah berfungsi sebagai orang yang menjaga stabilitas kehidupan di muka bumi sedangkan makhluk sosial adalah bahwa kehidupan manusia itu akan saling membutuhkan antara yang satu dengan yang lainnya. Hal di atas menjadi dasar pentingnya akhlak bagi keberlangsungan kehidupan manusia yang erat kaitannya dengan حَبْلٌ مِنَ اللَّهِ hubungan dengan Allah SWT sebagai sang pencipta manusia dan حَبْلٌ مِنَ النَّاسِ hubungan sesama manusia sebagai makhluk sosial yang saling membutuhkan. Maka dari itu sebagai orang Islam kita wajib tahu dan mengambil hikmah peristiwa dimasa lalu sejak Nabi Adam sampai Nabi Muhammad SAW. 
     Banyak sekali cerita dan hikmah yang bisa kita petik pada masa itu seperti peristiwa tenggelamnya Bahtera Nuh. Dimana diceritakan pada masa itu ada sekelompok orang yang tidak percaya dengan ajakan  Nabi Nuh untuk menaiki kapal agar terhindar dari banjir bandang. Bahkan, Kanaan anak dari Nabi Nuh lebih memilih menaiki gunung tertinggi pada saat itu berharap selamat dari banjir bandang namun pada kenyataannya ditelan banjir juga karena menolak ajakan Nabi Nuh. Cerita Nabi Isa di mana pada saat itu kita juga belajar dari cerita Fir’aun pada zaman Nabi Musa yang diabadikan dalam Al-quran karena kesombongannya bahkan mengganggap dirinya Tuhan, maka seketika itu Allah tenggelamkan Fir’aun di dasar lautan yang dalam beserta singgasana dan hartanya. Dan, penyesalan Fir’aun berakhir dengan sia-sia sampai jasadnya diabadikan oleh Allah SWT untuk diambil pelajaran bagi manusia setelahnya. 
     Pada masa Nabi Ibrahim, kita lihat bagaimana Allah menguji kesabarannya, anak yang ia nantikan selama bertahun-tahun telah lahir, namun seketika itu Allah memerintahkan untuk menyembelihnya.  Nabi Ibrahim pun menunjukkan keteguhan, ketaatan, dan kesabaran dalam menjalankan perintah kepada Allah dan akhirnya menyembelih anaknya. Namun, Allah menggantikannya dengan hewan yang kita kenal sekarang dengan Idul Qurban. Kita juga belajar dari cerita Nabi Muhammad yang dijuluki sebagai nabi yang mempunyai sifat Shiddiq, Amanah, Fathonah,Tablig, sabar, rendah hati, lemah-lembut, dsb.

HIKMAH DIUTUSNYA NABI

1. Allah SWT mengutus para Rasul AS untuk mengenalkan manusia tentang Rabb dan Pencipta mereka serta mendakwahkan mereka untuk beribadah hanya kepada-Nya.
وَمَا أَرْسَلْنَا مِنْ قَبْلِكَ مِنْ رَسُولٍ إِلَّا نُوحِي إِلَيْهِ أَنَّهُ لَا إِلَٰهَ إِلَّا أَنَا فَاعْبُدُونِ [٢١:٢٥]
Dan Kami tidak mengutus seorang rasul pun sebelum kamu melainkan Kami wahyukan kepadanya: “Bahwasanya tidak ada Tuhan (yang hak) melainkan Aku, maka sembahlah olehmu sekalian akan Aku”. (Al-anbiya (21): 25).

2. Kita mengetahui bahwa semua bagian tubuh kita telah diciptakan untuk tujuan dan manfaat tertentu (memiliki hikmah). Mata kita diciptakan dengan tujuan dan tidak diciptakan sia-sia, demikian pula hidung kita, telinga kita, bahkan bagian tubuh paling kecil pun diciptakan dengan manfaat tertentu dan tidak ada yang sia-sia. Maka tidak dapat diragukan lagi bahwa kita secara keseluruhan pasti telah diciptakan untuk sebuah hikmah (tujuan) yang jelas dan tidak mungkin diciptakan sia-sia.
أَفَحَسِبْتُمْ أَنَّمَا خَلَقْنَاكُمْ عَبَثًا وَأَنَّكُمْ إِلَيْنَا لَا تُرْجَعُونَ [٢٣:١١٥]
فَتَعَالَى اللَّهُ الْمَلِكُ الْحَقُّ ۖ لَا إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ رَبُّ الْعَرْشِ الْكَرِيمِ [٢٣:١١٦]
Maka apakah kamu mengira, bahwa sesungguhnya Kami menciptakan kamu secara main-main (saja), dan bahwa kamu tidak akan dikembalikan kepada Kami? Maka Maha Tinggi Allah, Raja yang sebenarnya; tidak ada Tuhan selain Dia, Tuhan (yang mempunyai) ‘arsy yang mulia. (Al-Mu’minun [23]: 115-116).
Namun Kita tidak mungkin mengetahui hikmah tersebut kecuali dengan pengajaran Allah SWT melalui para rasul alaihimussalam.
     Penduduk bumi hari ini, 100 tahun yang lalu berada di alam ghaib kemudian lahir ke dunia, dan setelah maksimal 100 tahun lagi pasti mereka meninggalkan dunia ini. Manusia tidak akan pernah tahu mengapa ia datang ke dunia atau mengapa ia keluar setelah datang kecuali dengan informasi dari Allah yang telah menciptakannya setelah sebelumnya ia tidak ada sama sekali. Kemudian, ia datang ke dunia dalam keadaan hidup lalu dimatikan untuk keluar dari dunia. Allah SWT mengutus para Rasul AS untuk mengajarkan kepada kita permasalahan ini dan ia adalah perkara yang paling krusial dan terpenting yang tidak dapat kita ketahui tanpa mereka.
     Allah SWTyang telah menciptakan kita, Dia lebih mengetahui tentang apa saja yang dapat memperbaiki diri dan keadaan kita, apa saja yang menyucikan jiwa kita, membersihkan akhlaq kita dan Dia telah memberi petunjuk kepada kita melalui para Rasul AS tentang semua hal yang mengandung hakikat kebahagiaan dunia dan akhirat. Allah swt berfirman:
كَمَا أَرْسَلْنَا فِيكُمْ رَسُولًا مِنْكُمْ يَتْلُو عَلَيْكُمْ آيَاتِنَا وَيُزَكِّيكُمْ وَيُعَلِّمُكُمُ الْكِتَابَ وَالْحِكْمَةَ وَيُعَلِّمُكُمْ مَا لَمْ تَكُونُوا تَعْلَمُونَ [٢:١٥١]
Sebagaimana (Kami Telah menyempurnakan nikmat Kami kepadamu) Kami telah mengutus kepadamu Rasul di antara kamu yang membacakan ayat-ayat Kami kepada kamu dan mensucikan kamu dan mengajarkan kepadamu Al Kitab dan Al-Hikmah, serta mengajarkan kepada kamu apa yang belum kamu ketahui. (Al-Baqarah [2]: 151).
3. AllahSWT mengutus para Rasul untuk menyelamatkan manusia dari perselisihan tentang prinsip-prinsip hidup mereka dan menunjuki mereka kepada kebenaran yang diinginkan Sang Pencipta. Dia berfirman:
وَمَا أَنْزَلْنَا عَلَيْكَ الْكِتَابَ إِلَّا لِتُبَيِّنَ لَهُمُ الَّذِي اخْتَلَفُوا فِيهِ ۙ وَهُدًى وَرَحْمَةً لِقَوْمٍ يُؤْمِنُونَ [١٦:٦٤]
Dan Kami tidak menurunkan kepadamu Al-Kitab (Al Quran) ini, melainkan agar kamu dapat menjelaskan kepada mereka apa yang mereka perselisihkan itu dan menjadi petunjuk dan rahmat bagi kaum yang beriman. (An-Nahl [16]: 64).
4. Allah SWT mengutus para Rasul as untuk iqamatuddin (menegakkan agama-Nya), menjaganya (dari pemalsuan dan upaya penyimpangan), untuk melarang manusia berpecah belah (berbeda) tentangnya, dan agar manusia berhukum dengan hukum yang diturunkan-Nya. Allah SWT berfirman:
۞ شَرَعَ لَكُمْ مِنَ الدِّينِ مَا وَصَّىٰ بِهِ نُوحًا وَالَّذِي أَوْحَيْنَا إِلَيْكَ وَمَا وَصَّيْنَا بِهِ إِبْرَاهِيمَ وَمُوسَىٰ وَعِيسَىٰ ۖ أَنْ أَقِيمُوا الدِّينَ وَلَا تَتَفَرَّقُوا فِيهِ ۚ كَبُرَ عَلَى الْمُشْرِكِينَ مَا تَدْعُوهُمْ إِلَيْهِ ۚ اللَّهُ يَجْتَبِي إِلَيْهِ مَنْ يَشَاءُ وَيَهْدِي إِلَيْهِ مَنْ يُنِيبُ [٤٢:١٣]
Dia telah mensyariatkan bagi kamu tentang agama apa yang telah diwasiatkan-Nya kepada Nuh dan apa yang telah Kami wahyukan kepadamu dan apa yang telah Kami wasiatkan kepada Ibrahim, Musa, dan Isa yaitu: Tegakkanlah agama dan janganlah kamu berpecah belah tentangnya. Amat berat bagi orang-orang musyrik agama yang kamu seru mereka kepadanya. Allah menarik kepada agama itu orang yang dikehendaki-Nya dan memberi petunjuk kepada (agama)-Nya orang yang kembali (kepada-Nya).
إِنَّا أَنْزَلْنَا إِلَيْكَ الْكِتَابَ بِالْحَقِّ لِتَحْكُمَ بَيْنَ النَّاسِ بِمَا أَرَاكَ اللَّهُ ۚ وَلَا تَكُنْ لِلْخَائِنِينَ خَصِيمًا [٤:١٠٥]
Sesungguhnya Kami telah menurunkan Kitab kepadamu dengan membawa kebenaran, supaya kamu mengadili antara manusia dengan apa yang telah Allah wahyukan kepadamu, dan janganlah kamu menjadi penantang (orang yang tidak bersalah), karena (membela) orang-orang yang khianat. (An-Nisa [4]: 105).
5. Allah SWT mengutus para Rasul AS untuk memberi kabar gembira kepada orang-orang yang beriman tentang janji-janji kebaikan berupa nikmat abadi sebagai balasan ketaatan mereka; memperingatkan orang-orang kafir dengan akibat buruk kekafiran mereka, juga untuk membatalkan alasan kekafiran mereka di akhirat karena Rasul telah menyampaikan kebenaran kepada mereka (sehingga tidak ada alasan bagi mereka untuk tidak tahu kebenaran). Dia berfirman:
رُسُلًا مُبَشِّرِينَ وَمُنْذِرِينَ لِئَلَّا يَكُونَ لِلنَّاسِ عَلَى اللَّهِ حُجَّةٌ بَعْدَ الرُّسُلِ ۚ وَكَانَ اللَّهُ عَزِيزًا حَكِيمًا [٤:١٦٥]
(Mereka Kami utus) selaku rasul-rasul pembawa berita gembira dan pemberi peringatan agar supaya tidak ada alasan bagi manusia membantah Allah sesudah diutusnya rasul-rasul itu. dan adalah Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. (An-Nisa [4]: 165).
6. Para Rasul AS diutus untuk memberikan  uswah hasanah (keteladanan yang baik) bagi manusia dalam perilaku yang lurus, akhlaq yang utama, ibadah yang shahih dan istiqamah di atas petunjuk Allah SWT. Firman AllahSWT:
لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِي رَسُولِ اللَّهِ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ لِمَنْ كَانَ يَرْجُو اللَّهَ وَالْيَوْمَ الْآخِرَ وَذَكَرَ اللَّهَ كَثِيرًا [٣٣:٢١]
Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah. (Al-Ahzab [33]: 21).
Yang terpenting di era milenial ini adalah bagaimana kita bisa mengambil hikmah dari peristiwa di masa lalu dan juga kewajiban kita sebagai umat Islam untuk senantiasa menjaga ajaran agama Islam yang membawa kesejukan batin, kedamaian antar sesama manusia, rahmat bagi seluruh manusia dan alam semesta, dan saling mengingatkan dalam kebenaran dan penuh kesabaran.  
Semua arahan dan petunjuk Ilahiyah yang mulia ini sekali lagi tidak mungkin dipahami dan dijangkau oleh manusia dengan semata menggunakan akal mereka yang sangat terbatas dan lemah. Mereka hanya dapat mempelajarinya melalui wahyu Allah SWT kepada para rasul-Nya. (*)
*) Penulis adalah Guru Bahasa Arab SD Islam dan Pondok Tahfidzh Baitul Makmur

Editor: Hendarmono Al Sidarto



Diikuti 116 Peserta, Try Out UN 2019 SD/MI Sukses Digelar

Administrator Web






*Siswa SDI Baitul Makmur Raih Peringkat 1, 2, dan 3


MALANG_BM-Pelaksanaan Try Out Ujian Nasional (UN) Tahun 2019 SD/MI yang digelar oleh SMP Islam Baitul Makmur pada Sabtu, 2 Februari 2019, di Gedung SMP Islam Baitul Makmur, berlangsung sukses. Try out tiga mata pelajaran (mapel) UN yakni Matematika, Bahasa Indonesia, dan Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) ini diikuti 116 peserta dari 128 peserta yang mendaftar.
       Yang membanggakan, tiga siswa SD Islam  (SDI) Baitul Makmur yang ikut try out berhasil menduduki ranking 1, 2, dan 3. Peringkat 1 diraih secara paralel oleh siswa SDI Baitul Makmur Tsaniah Zulfiatul K bersama Azam, siswa SDIT Mutiara Hati, dengan total nilai sama 76,7. Sedangkan ranking kedua diraih secara paralel oleh siswa SDI Baitul Makmur Nasywa Zafira P bersama Roudlotul Janah, siswa MI Ar-Roudhoh dengan total nilai sama 75. Sementara, ranking ke-3 diraih Nerazzura Al Aghnia dengan total nilai 73,3 (lihat daftar lengkap rekapitulasi nilai try out di bawah).
       Gigih Sanjaya Rangin, S.Pd, Ketua Pelaksana Try Out UN 2019 SD/MI SMP Islam Baitul Makmur, mengatakan, pelaksanaan try out sesuai jadwal yang direncanakan dan berlangsung fair. “Peserta tidak ada yang terlihat melakukan kecurangan, semuanya mengikuti sesuai aturan,” tegas dia. 
       Lebih lanjut dijelaskan, peserta mulai registrasi pukul 08.00, lalu pukul 09.00 dilanjutkan mengerjakan soal hingga pukul 11.00. Usai mengerjakan soal, peserta dikumpulkan di Ruang Perpustakaan untuk membahas bersama soal-soal yang diujikan dengan didampingi dari LBB (Lembaga Bimbingan Belajar) Ilhami Malang,” tutur dia.
        “Sesuai janji dari panitia, peserta terbaik ranking 1, 2, 3 secara paralel akan diberikan penghargaan berupa beasiswa dan piagam. Untuk peserta terbaik 1 paralel mendapatkan beasiswa senilai Rp 1,5 juta, terbaik 2 paralel mendapatkan beasiswa senilai Rp 1 juta, dan terbaik 3 paralel mendapatkan beasiswa senilai Rp 500 ribu. Beasiswa ini diserahkan jika ketiga siswa terbaik paralel ini masuk ke SMP Islam Baitul Makmur,” papar dia. (hen)

REKAPITULASI  NILAI TRY OUT UN 2019 SD/MI SEDERAJAT                                       
SMP ISLAM BAITUL MAKMUR      


NO.     NAMA                                            ASAL SEKOLAH                  NILAI  RANKING
1          Azam                                              SDIT MUTIARA HATI            76,7      1
2          Tsaniah Zulfiatul K.                         SDI BAITUL MAKMUR         76,7      1
3          Nasywa Zafira P.                            SDI BAITUL MAKMUR          75         2
4          Roudlotul Jannah                           MI AR-ROUDHOH                 75         2
5          Nerazzura Al Aghnia                      SDI BAITUL MAKMUR          73,3      3
6          Muhammad Faqih Muqaddam       SDN SAWOJAJAR 3              71,7     4
7          Nadaa Ashilah Rifdah                     SDI BAITUL MAKMUR          71,7     4
8          Aditya Putra Pratama                     SDN SAWOJAJAR 3             70         5
9          Farchana Helminawati                   SDN SAWOJAJAR 3              70        5
10        Lya Atasya Ika Sari                        SDN SAWOJAJAR 3              70        5
11        M. Farel Hayfa                               SDI BAITUL MAKMUR            70        5
12        Ajeng Dwidya Salsabila                 SDN TUNGGUL WULUNG 1  68,3     6
13        M. Devano W.                                SDI BAITUL MAKMUR           66,7      7
14        Azzahra                                          SDN SAWOJAJAR 2             66,7      7
15        Lailatul Fajriyah                              MINU MAUDLU'UL ULUM     66,7      7
16        Ayu Saphira Bhuwana P. S.            MINU MAUDLU'UL ULUM     66,7      7
17        Agasya Giri Ananda                        SDI BAITUL MAKMUR          65         8
18        Athaya Azarine Q.                           SDI BAITUL MAKMUR          65         8
19        Kayla Zahira Salsabila                    SDN SAWOJAJAR 3             63,3      9
20        Hawa Sekar Arum                           SDI BAITUL MAKMUR          61,7     10
21        Khan Dzaki Naufal D.H.                  SDI BAITUL MAKMUR          61,7     10
22        Kurnia Dewi Masitah                       SDN SAWOJAJAR 3             61,7     10
23        Natasya Oktavia Ramadhani          SDI BAITUL MAKMUR          61,7     10
24        Fajri Aulia Muhammad                    SDIT MUTIARA HATI            61,7     10
25        Faizah Nur Aini                                SDIT MUTIARA HATI            60        11
26        Khanza Lutia P. W.                          SDI BAITUL MAKMUR          60        11
27        Aura Aulia Tsany                             MINU MAUDLU'UL ULUM     60        11
28        Diaz Risky Putra Andrian                SDN SAWOJAJAR 3             58,3     12
29        Fahrel Zidane Saputra                    SDN SAWOJAJAR 3             58,3     12
30        M. Farel Zulfikar                              SDIT MUTIARA HATI            58,3     12
31        Naila Putri Amanda                         MINU MAUDLU'UL ULUM     58,3     12
32        Anandio                                           SDI BAITUL MAKMUR          56,7     13
33        Ahmad Jalu Bimantoro                    SDI BAITUL MAKMUR          56,7     13
34        Lailatun Nafia                                  SDN SAWOJAJAR 3             56,7     13
35        Muhammad Annaba                        SDI BAITUL MAKMUR          56,7     13
36        Wiratirta Tuhu Alir Kahuripan          SDI BAITUL MAKMUR          56,7     13
37        Zavira Putri Apriawaty                     SDI BAITUL MAKMUR          56,7     13
38        Ananda Putri M.                               MINU MAUDLU'UL ULUM    56,7     13
39        Audina Alifia Rahma                        SDIT MUTIARA HATI             56,7     13
40        Difa                                                   SDN SAWOJAJAR 2             56,7     13
41        Maharani Sekar Ayu P.                     MINU MAUDLU'UL ULUM     56,7     13
42        M. Rava Alfarizal                              SDI BAITUL MAKMUR          56,7     13
43        Fairuz Anindya                                  SDN SAWOJAJAR 3            55        14
44        Jihan                                                 SDN SAWOJAJAR 2             55        14
45        Khairin Nadhira Hamzah                  SDI BAITUL MAKMUR          55        14
46        Moch. Taufiq Amanah                       MI AR-ROUDHOH                 55        14
47        Naqsya Balqisty Akhfa                      SDN SAWOJAJAR 6             55        14
48        Sayyidatina Mirzanur R                     SDI BAITUL MAKMUR          55        14
49        Meysun Aliya Lirabbiha                     MINU MAUDLU'UL ULUM      55        14
50        Rafif Muhammad Qas S.                   SDI BAITUL MAKMUR           55        14
51        Aaqilah Latifah                                  SDI BAITUL MAKMUR            53,3     15
52        Muhammad Abel Syifan P.                SDI BAITUL MAKMUR           53,3     15
53        Ahmad Ghazy Armando                    SDN SAWOJAJAR 3              53,3     15
54        Indra                                                  SDI BAITUL MAKMUR            53,3     15
55        Masykur Fallah                                  SDI BAITUL MAKMUR            53,3     15
56        Natasya Alfan i                                  SDIT MUTIARA HATI              53,3     15
57        Zahra Orchita A. P.                            SDI BAITUL MAKMUR            53,3     15
58        Afham Abdul Fattah Khairi                 SDIT MUTIARA HATI              53,3     15
59        Kaymeloa V. P. R.                              SDN SAWOJAJAR 2               53,3     15
60        Muhammad Ihsan Ariella                   SD BRAWIJAYA SMART SCHOOL  53,3     15
61        Davina Adriana Herma                       MI AR-ROUDHOH                  51,7     16
62        Hanastiti Kinanthi Wening                  SDI BAITUL MAKMUR           51,7     16
63        Hasnaa Alya M.                                  SDI BAITUL MAKMUR           51,7     16
64        Rasha Almaas Hammam D.               SDI BAITUL MAKMUR           51,7     16
65        Yassaar Adibrata Rafi Suryono          SDI BAITUL MAKMUR           51,7     16
66        Nashiruddin Ahmad Mumtaz              SDIT MUTIARA HATI             50        17
67        Royyan Kalyandra                              SDI BAITUL MAKMUR           50        17
68        Fania Keisya Z. S.                              SDI BAITUL MAKMUR           50        17
69        Nadine Nafisah Salsabila                   SDN SAWOJAJAR 3               48,3     18
70        Nur Annisa                                         SDN SAWOJAJAR 2               48,3     18
71        Naila Rohmatika                                 MINU MAUDLU'UL ULUM      48,3     18
72        Abrila Al Aliyu Saputri                        SDI BAITUL MAKMUR            46,7     19
73        Alvin Putra Setyawan                         MI AR-ROUDHOH                  46,7     19
74        Endra Mataano H.                             SDI BAITUL MAKMUR             46,7     19
75        Fatimah Tuzzahra                              MI AR-ROUDHOH                  46,7     19
76        Hazel Alifi Juliano                              SDN SAWOJAJAR 3               46,7     19
77        Mauridho Malik Zailani                       SDN SAWOJAJAR 3              46,7     19
78        Aliyyah                                               SDI BAITUL MAKMUR           45        20
79        A. B. Bagus Wicaksono                     SDI BAITUL MAKMUR           45        20
80        Revalina Putri F.                                SDN SAWOJAJAR 2              45        20
81        Vidya Dannis S.                                 SDI BAITUL MAKMUR           45        20
82        Aini Rizqya Dwi Rahmawati               SDI BAITUL MAKMUR          43,3     21
83        Catur Rizal Kautsar                            SDN SAWOJAJAR 3             43,3     21
84        M. Alif Afifuddin                                  MI AR-ROUDHOH                 43,3     21
85        Nadia Nur ‘Aini                                   SDN SAWOJAJAR 3             43,3     21
86        Shilla Aprilia                                       SDI BAITUL MAKMUR          43,3     21
87        Alvino                                                 SDI BAITUL MAKMUR          41,7     22
88        Devina Putri S. R.                              SDI BAITUL MAKMUR          41,7     22
89        Mecca Viarletta Zahra Isnanto           SDN SAWOJAJAR 3             41,7     22
90        Nanda Septya Ramadhani                SDN SAWOJAJAR 3             41,7     22
91        Shanaz Putri Indy                              SDN SAWOJAJAR 2             41,7     22
92        Asiyah                                                SDI BAITUL MAKMUR          40        23
93        Imam Hidayatul Mifarisi                     MI AR-ROUDHOH                 40        23
94        Pratama Yudha Annuru Retto           SDN SAWOJAJAR 3             40        23
95        Ayudia Rizky Hakikila                        SDN SAWOJAJAR 3             38,3     24
96        Fahri                                                  SDI BAITUL MAKMUR          38,3     24
97        Putri Barbarossa                                SDI BAITUL MAKMUR         38,3     24
98        Yovaldo Nata Laksono                       MI AR-ROUDHOH                38,3     24
99        Olga Berlin Agustin                            SDN SAWOJAJAR 3            38,3     24
100      Nadya Ulinuha Alamsya                    SDN SAWOJAJAR 3             36,7     25
101      Yovaldi Nata Laksono                        MI AR-ROUDHOH                36,7     25
102      Yasmin Robiatus Sa'diyah                 SDI BAITUL MAKMUR         36,7     25
103      Ahmad Rakha                                    SDI BAITUL MAKMUR         35        26
104      Nayla                                                 SDN SAWOJAJAR 2            35        26
105      M. Cassyava Moizzuddin                  SDI BAITUL MAKMUR         33,3     27
106      Dava Azril Firdaus                             SDN SAWOJAJAR 3            31,7     28
107      Alenando Adha A.                             SDI BAITUL MAKMUR          30        29
108      Muhammad Afdal Zaki Zulmi            SDI BAITUL MAKMUR          30        29
109      Yohanes Samuel Rajagukguk           SDN SAWOJAJAR 3             30        29
110      Fia Shemma                                      SDI BAITUL MAKMUR          25        30
111      M. Evan Mahadika                             MI AR-ROUDHOH                 25        30
112      Indi Kinaray                                       SDI BAITUL MAKMUR          18,3     31
113      Ahmad Fahrur Rozi                           SDN SAWOJAJAR 3             0          0
114      Ahmad Rakha Maulana                     SDI BAITUL MAKMUR          0          0
115      Diandra                                              SDN MODEL                         0          0
116      Galang Maulana Herlambang            SDN SAWOJAJAR 3            0          0
117      Kertanegara Tribuana Tunggadewa  SDN SAWOJAJAR 3             0          0
118      Muhammad Akbar Maulana Putra     SDN SAWOJAJAR 3             0          0
119      Muhammad Ardan Hamassyah         SDN SAWOJAJAR 3             0          0
120      Muhammad Ardi Firmansyah            SDN SAWOJAJAR 3             0          0
121      Virza Yuansa Artika Sari                    SDN SAWOJAJAR 3             0          0
122      Yola Amelia Anugrah                         SDN SAWOJAJAR 3             0          0
123      Aulia Natasya Putri                            SDN SAWOJAJAR 2             0          0
124      Fatmah Karina Sukardi                      SDN SAWOJAJAR 2             0          0
125      Ryan                                                  SD ISLAM AS-WAJAH           0          0




Penulis/Editor: Hendarmono Al Sidarto





Coprights 2018 | Designed By | #GoldCreative