Informasi lengkap silahkan hubungi : 0341 - 717753

Selasa, 31 Juli 2018

Sinau Wisata ke Mojokerto, Siswa SD Islam Baitul Makmur Belajar Sejarah Kerajaan Majapahit

Administrator Web

MALANG_BM-Untuk menambah pengetahuan dan wawasan tentang tempat-tempat bersejarah dan pendidikan, siswa Kelas 2 hingga Kelas 6 SD Islam Baitul Makmur melakukan Sinau Wisata ke Mojokerto. Acara yang digelar pada Rabu (25/7/2018) mengunjungi tiga objek wisata yakni Candi Bajang Ratu, Museum Trowulan, dan Waterland.
Kepala SD Islam Baitul Makmur Dra. Hj. Fatimah, M.M, mengatakan, kegiatan sinau wisata digelar satu kali setiap semester. Untuk semester pertama sasaran sinau wisata dilakukan di dalam kota Malang. Sedangkan semester kedua dilakukan ke luar kota Malang.


“Sinau wisata terkait pengenalan tempat-tempat yang mengandung unsur pendidikan. Untuk lokasinya, di dalam kota jaraknya tidak jauh dari sekolahan. Sedangkan ke luar kota bisa ke daerah lain seperti Tulungagung, Biltar, Probolinggo, dan kota-kota lain. Untuk kali ini, sinau wisata dilakukan di Mojokerto,” papar kepala sekolah yang akrab disapa Bu Fat ini, Senin (30/7/2018).
            Bu Fat menjelaskan, selama satu hari siswa melakukan berbagai kegiatan di antaranya, diawali dengan mengunjungi Candi Bajang Ratu yang berlokasi di Desa Temon, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto. Di tempat ini siswa diajak
mengenali sejarah bangunan yang diperkirakan dibangun pada abad ke-14.


            Setelah melihat-lihat Candi Bajang Ratu, Bu Fat mengatakan, siswa diajak ke Museum Trowulan untuk mendapatkan lebih banyak pengetahuan. “Di museum ini anak-anak dijadikan dua kelompok untuk mendapatkan materi tentang sejarah kerajaan Majapahit. Dilanjutkan melihat fisik benda-benda di museum,” paparnya.
            Setelah puas berkeliling di Museum Trowulan, jelas Bu Fat, selanjutnya siswa diajak menuju objek wisata Waterland. Di tempat wisata ini, siswa dipersilakan bermain sepuasnya di playground atau berenang di kolam renang yang telah disediakan.


            Menurut dia, sinau wisata yang digelar kali ini merupakan program tunda yang seharusnya digelar semester dua lalu. Namun, karena terbentur waktu pelaksanaan puasa Ramadhan dan Lebaran, maka ditunda pelaksanannya. “Nanti, di semester satu ini akan diadakan lagi program sinau wisata yang lokasinya di dalam kota,” tandasnya.
            Bu Fat memaparkan, tujuan digelarnya sinau wisata ini adalah menambah wawasan, pengalaman, kemandirian, dan tanggung jawab siswa. Karena itu, dalam sinau wisata ini orang tua siswa tidak diperbolehkan ikut dalam acara ini.
            “Siswa benar-benar dilatih mandiri. Misalnya, usai bermain atau berenang, siswa dilatih mengurusi diri sendiri sambil diawasi guru-guru pendamping,” kata Bu Fat.


Sementara itu, Ketua Pelaksana Sinau Wisata Samsul Arifin, S.Pd.I, menambahkan, jumlah armada yang digunakan untuk mengantarkan siswa ke Mojokerto berjumlah empat bus dan guru pendamping sebanyak 25 orang. “Setiap bus didampingi 4-5 guru.untuk mendampingi anak-anak,” kata Samsul.
Samsul menambahkan, mulai tahun ini program Sinau Wisata tidak menyertakan orang tua untuk mendampingi anaknya. “Orang tua memang tidak boleh mendampingi anak-anaknya selama kegiatan sinau wisata. Aturan ini mulai diterapkan tahun ini dengan tujuan siswa dilatih belajar mandiri,” kata dia. (hen)


Penulis/Editor: Hendarmono Al Sidarto

Administrator Web / Author & Editor

Has laoreet percipitur ad. Vide interesset in mei, no his legimus verterem. Et nostrum imperdiet appellantur usu, mnesarchum referrentur id vim.

0 komentar:

Posting Komentar

Coprights 2018 | Designed By | #GoldCreative