Informasi lengkap silahkan hubungi : 0341 - 717753

Minggu, 01 Juli 2018

Kurikulum yang Sesungguhnya adalah Guru

Administrator Web


Editor : Febby Cahya Triandra.

Implementasi Kurikulum 2013
Kurikulum yang Sesungguhnya adalah Para Guru

Guru dinilai sangat vital dalam sebuah KBM. Maka dari itu, KBM yang diterapkan haruslah fleksibel serta mampu memberikan ruang yang cukup untuk pengembangan diri siswa selama disekolah. Oleh karena itu, guru haruslah memberikan keteladanan pada muridnya dalam proses pendidikan. Terutama dalam masalah kurikulum.

Kurikulum yang sesungguhnya adalah para Guru. Maka, guru wajib memberikan teladan kepada peserta didik kata Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy.
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) memberikan bantuan pendampingan kurikulum 2013 melalui LPMP kepada sekolah-sekolah di seluruh Indonesia baik negeri ataupun swasta. Dan diberikan kepada para Kepala Sekolah dan Guru terkait baik mapel ataupun tematik. Dan salah satu Kegiatan tersebut digelar di Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP) Provinsi Jawa Tengah.

Menteri Pendidikan Muhadjir Effendy berpesan  kepada para guru agar KBM jangan terlalu kaku pada ketetapan kurikulum. Ia berharap kepada semua kepala sekolah mampu membantu dewan guru guna memahami perannya sebagai pendidik, bukan sekedar sebagai tenaga pengajar atau administrasi saja.

Kemendikbud sebagai lembaga pemerintah telah menggulirkan beragam kebijakan dalam rangka merestorasi pendidikan nasional.
Restorasi pendidikan dimulai dari revitalisasi komite sekolah. Pengaturan hari efektif sekolah yang diperkuat oleh Instruksi Presiden. Tidak hanya itu, mengenai Penguatan Pendidikan Karakter, penerapan sistem zonasi, penyesuaian beban kerja guru, serta penguatan peran kepala sekolah juga diatur dalam Inpres.


Mendikbud mengajak semua kepala sekolah yang hadir guna menyelami dan merenungkan inti kebijakan yang ditempuh pemerintah selama kurun waktu dua tahun terakhir.

*Target Implementasi Kurikulum 2013*

Pendampingan guna memperkuat pemahaman mengenai Kurikulum 2013 dan perubahannya di lapangan guna membantu mengatasi berbagai kendala dan permasalahan yang muncul saat pelaksanaan kurikulum tersebut di sekolah. Sedangkan Para pendamping diharapkan dapat mencermati secara mendalami apa saja terkait yang terjadi di kelas.

Plt. Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan Hamid Muhammad mengatakan, saat ini terdapat sekitar 78.000 sekolah yang memasuki tahap akhir implementasi Kurikulum 2013. Tahun ini adalah tahun terakhir pelatihan dan pendampingan Kurikulum 2013. Tahun ini semua sekolah harus menggunakan Kurikulum 2013 tanpa terkecuali.

Adapun target dari implementasi Kurikulum 2013 adalah:
 1. Perubahan pendidikan karakter yang terintegrasi di sekolah, baik intrakurikuler, ekstrakurikuler, maupun kokurikuler.
2. Perubahan budaya literasi di sekolah. Misalnya, guru dapat menargetkan siswanya untuk menuntaskan 4 hingga 5 buku bacaan per tahun.
3. Sekolah harus mampu memperkenalkan dan melatih keterampilan abad ke-21 ke peserta didik.

Anak-anak jangan cuma disuruh untuk menghafal. HOTS (higher order thinking skills) itu bukan hanya milik anak SMA saja. Tetapi sejak dini harus ditanamkan.Siswa harus dilatih untuk berpikir kritis, kreatif, komunikatif, dan mampu berkolaborasi.

Terkait pendampingan di daerah terdepan, tertinggal, dan terluar (3T), ditegaskan akan dilakukan penanganan secara khusus kepada sekolah-sekolah khusus melalui LPMP (Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan) yang akan mendatangi sekolah-sekolah tersebut. Febby.
Sumber Kompas.com

Administrator Web / Author & Editor

Has laoreet percipitur ad. Vide interesset in mei, no his legimus verterem. Et nostrum imperdiet appellantur usu, mnesarchum referrentur id vim.

0 komentar:

Posting Komentar

Coprights 2018 | Designed By | #GoldCreative