Informasi lengkap silahkan hubungi : 0341 - 717753

Kamis, 12 Juli 2018

Lakukan Pemantapan, Wali Murid Kelas 1 SD Islam Baitul Makmur Dikumpulkan

Administrator Web

MALANG_BM-Menjelang masuknya tahun ajaran baru 2018-2019, SD Islam Baitul Makmur kembali menggelar pertemuan dengan orangtua peserta didik kelas 1. Setelah pertemuan pertama dilakukan Maret lalu, pertemuan kedua kembali digelar pada Kamis (12/7/2018). Acara yang bertempat di Ruang Kelas lantai 2 kompleks pendidikan Baitul Makmur Jl Raya Sawojajar 17B ini dihadiri Ketua Yayasan Baitul Makmur Drs. Rolla Gino Pribadi, Kepala Sekolah SD Islam Baitul Makmur Dra. H Fatimah, M.M, para guru kelas 1, dan wali murid kelas 1.

Kepala Sekolah SD Islam Baitul Makmur Dra. H Fatimah, M.M, mengatakan, pertemuan yang digelar kemarin bertujuan untuk mengkondisikan wali murid tahu isi tentang sekolah Baitul Makmur. Jadi, tidak seperti membeli kucing dalam karung, tidak tahu jerohannya Baitul Makmur, masuk hanya ikut-ikut.

,     “Intinya, wali murid itu tahu pembiasaan di sini (Baitul Makmur), kurikulum yang dipakai apa, jumlah gurunya ini, caranya yang dipakai seperti itu, ruang kelasnya di mana, wali kelasnya siapa. Itu tadi yang diperkenalkan kepada wali murid, ” kata perempuan yang akrab disapa Bu Fat ini, usai acara pertemuan dengan wali murid Kelas 1 SD Islam Baitul Makmur.
Dalam pertemuan tersebut, menurut Bu Fat, juga dibentuk paguyuban wali murid per kelas. “Itu tadi wali murid per kelas ngumpul menentukan pengurus paguyuban. Jadi, ini untuk pemantapan kembali karena hari Senin (16/7/2018) masuk sekolah. Supaya dia seragamnya tahu, kelasnya tahu,” jelasnya.

Selain membangun komunikasi, dalam kesempatan tersebut Bu Fat juga berharap wali murid ikut berpartisipasi aktif untuk membantu, terutama dalam pembiasaan-pembiasaan belajar karena anak SD itu perlu pembentukan karakter.
“Pembentukan karakter itu lewat pembiasaan-pembiasaan di rumah. Misalnya, anak nggak sopan, anak berbuat apa, shalatnya aktif nggak, belajarnya disiplin nggak, mau membantu orang tua nggak, jiwa sosialnya bagaimana, detilnya semua itu orang tua yang tahu. Karena itu orang tua harus berperan aktif. Kalau di sekolah itu hanya sebatas belajar,” kata Bu Fat.

Sementara itu, setelah acara pertemuan berakhir, wali murid memanfaatkan waktunya untuk melakukan pengambilan seragam dan buku-buku sekolah. Menurut Bu Fat, pengambilan seragam dan buku ini hanya dilakukan sebagian wali murid yang belum menggambil. “Sebagian besar seragam dan buku sudah diambil Maret lalu,” tandasnya. (hen)

Penulis/Editor: Hendarmono Al Sidarto

Rabu, 11 Juli 2018

Catatan tentang Sekolah Favorit dan Zonasi

Administrator Web
Hanung Bramantyo
Ketika saya lulus SMP, saya pengen sekolah di sekolah yang saya suka. Sekolah favorit lah kata orang. Sekolah yang didalamnya ekskul nya keren-keren, apalagi Drama Atau teater. Sayangnya, Bapak saya justru menyekolahkan saya di tempat lain. Yang garing. 
Sekolah yang anti ama Seni. Apalagi Teater. Lalu saya ngambek. Bapak saya kemudian bilang : ‘Hei, nak! Kalo sekolahmu gak ada teaternya, ya kamu bikin. Jangan malah ngambek. Ajari Teman-Teman kamu biar menyukai keinginanmu’. Setelah itu, saya membentuk Teater dan berhasil meraih juara di festival Teater SLTA. Berat sih. Tapi menyenangkan. 

Saat saya lulus kuliah, saya nyari Production House favorit yang bisa kasih kesempatan saya bikin film-film yang saya suka. Tapi saya tidak pernah diterima. Ditolak. Dianggap gak level. Lalu saya inget nasehat bapak. Setelah itu saya bikin sendiri PH yang bisa mewujudkan Karya-Karya sekaligus orang-orang yang mau belajar bikin film bersama. Jadi lah DapurFilm Production.

Setiap kali saya gak dapetin tempat yang saya mau, saya selalu inget nasehat Bapak. Jangan nyerah! bikin! Ujudkan! Tularkan! Ajarkan! Buktikan!

Jadi sejak kecil saya tidak kenal apa itu sekolah favorit, tempat favorit. Bapak saya selalu ngajarin kalo DIRI KITALAH yang bikin tempat jadi favorit. Bukan Mencari-cari sekolah favorit biar kita gaul sama anak-anak yang keren. Yang pinter-pinter. Gurunya cerdas tangkas menggelora. Tidak!

Ketika anak-anak saya sekolah, saya juga Tidak akan meminta anak2 saya ngejar sekolah Favorit. Tapi saya akan ajak anak-anak saya sekolah di tempat yang dekat dengan rumah. Bergaul dengan kawan-kawan yang gak harus semua pinter. Tapi kawan-kawan yang mau diajak belajar bareng. Sebelum pak Menteri pendidikan dan Kebudayaan Nasional membuat kebijakan Zonasi Sekolah, saya sudah dididik oleh Bapak saya untuk selalu menciptakan sekolah favorit sendiri di rumah. Karena pendidikan yang paling Utama adalah di rumah. Ditengah keluarga. Terima Kasih ya pak. Semoga bapak tenang disisi Allah.

_Buat pak Menteri Muhajir, lanjutkan perjuangan anda pak_. Bismillah! Tidak mudah memegang amanah di negeri ini.

Hanung Bramantyo Anugroho

Tingkatkan Kualitas Tenaga Pendidik, Baitul Makmur Gelar Workshop

Administrator Web
MALANG_BM- Yayasan Baitul Makmur terus meningkatkan kualitas para tenaga pendidiknya dengan menggelar Workshop bagi guru TK Islam, SD Islam, SMP Islam, dan SMK Islam Baitul Makmur. Acara yang digelar di Ruang Kelas Lantai 2, Rabu (11/7/2018), menghadirkan nara sumber Arif Zulkarnaen, Kepala Cabang Klinik Pendidikan MIPA (KPM) Malang.

Menurut Kepala Sekolah SD Islam dan SMK Islam Baitul Makmur Dra. H Fatimah, M.M workshop ini bertujuan untuk membuka cakrawala pemikiran dan perubahan mindset dalam memotivasi guru untuk meningkatkan potensi anak didik agar mampu berprestasi, khususnya dalam bidang studi matematika.
Selain itu, lanjut Bu Fat, sapaan akrab Dra. H Fatimah, M.M, guru sebagai ujung tombak pendidikan harus bisa menjadi fasilitator yang menyenangkan dan terus memotivasi peserta didik untuk lebih menyukai belajar.
“Yayasan Baitul Makmur bertekad untuk mengawali perubahan iklim belajar mengajar yang lebih progresif, responsif terhadap perubahan zaman, dan menyuguhkan suasana belajar yang lebih nyaman, saling mendukung dan menyenangkan, serta berprestasi,” paparnya.
Sementara itu, sebagai narasumber Arif Zulkarnaen mengungkapkan kegembiraan atas penyelenggaraan workshop yang diselenggarakan di kompleks pendidikan Baitul Makmur.
Dalam workshop ini, Arif memaparkan materinya dengan gaya santai dan segar yakni cara efektif membimbing siswa untuk berprestasi. “Dalam kegiatan ini saya mengingatkan kembali para pendidik di sini (Baitul Makmur) supaya mereka ingat kembali visi misi sekolahan ini apa. Karena visi misi ini sudah membimbing mau ke mana anak didik itu didesain,” papar Arif.
Selain itu, Arif juga menyampaikan perjalanan KPM dalam melatih siswa berprestasi mulai tingkat regional hingga internasional. “Jadi, tadi kami ceritakan bagaimana KPM itu melatih siswa supaya berprestasi. Contohnya, lomba-lomba yang diikuti KPM di antaranya di Filipina, Hongkong, Korea, China, dan negara-negara lainnya,” kata Arif.
Menurut Arif, pelatihan yang diterapkan tidak hanya sekedar pencapaian prestasi tetapi juga pembentukan akhlak yang baik.
 Arif berharap, dengan digelarnya workshop ini para tenaga pendidik di Baitul Makmur tidak terjebak bahwa prestasi itu di lomba-lomba yang “wah”. “Semua itu punya prestasinya, bahkan misalnya di sini ada lingkungan, lingkungannya dijadikan prestasi. Jadi, apa saja bisa dijadikan prestasi. Tinggal, para pengajar di sini (Baitul Makmur) ada komitmen untuk melakukan itu. Kalau hanya sekedar rencana saja tanpa ada pelaksanaan, kapan bisa majunya,” kata Arif. (hen)

Penulis/Editor: Hendarmono Al Sidarto

Senin, 09 Juli 2018

SMK Baitul Makmur "PesantrenEnterpreneur"

Administrator Web
SMK Baitul Makmur dengan program Kejuruan Keperawatan & Teknik Komputer Jaringan yang mulai tahun ajaran 2018/2019 ini melakukan beberapa gebrakan perombakan sistem manajemen dan program.

     Gebrakan awal adalah SMK Baitul Makmur membuka program khusus Tahfidzul Quran yang menjadikan program ini sebagai salah satu Program Unggulan pesantren dimana lulusan SMK ditargetkan mempunyai hafalan Al Quran minimal 15 juz.  PesantrenEnterpreneur sebagai acuan program akan menjadikan SMK Baitul Makmur berbeda dengan sekolah lain.
    Sebagaimana SMP Tahfidzul Quran yang telah dibuka sebelumnya, Program SMK Tahfidzul Quran ini bukan hanya menekankan pada hafalan Al Quran saja, tapi juga pada pemahaman dan pengamalan meskipun dengan bobot yang lebih ringan dibanding di MA Tahfidzul Quran. Target lulusan ini antara lain:Beraqidah shohihah, Berakhlaq karimah,Mempunyai kompetensi unggul dalam kejuruan, Hafal Al Quran 15 juz.
Menurut Abah Gino selaku Ketua Yayasan "bila program takhassus SMP dan SMK Baitul Makmur melanjutkan, diharapkan bisa hafal 30 juz dalam masa pendidikan 6 tahun bagi siswa takhassus" ujarnya. (Jumat 6/7/2018)

     Maka untuk menambah nilai lebih SMK Baitul Makmur menambahkan Kurikulum Madin untuk penguasaan pengetahuan dasar agama Islam dengan baik, Mampu berbahasa asing aktif (Arab dan Inggris) dengan mendatangkan native speaker, Mendapatkan ijazah formal dan kepesantrenan.
Dalam masalah Kurikulum Pembelajaran di sekolah menggunakan kurikulum yang ditetapkan Kementerian Pendidikan dan Madrasah Diniyyah. Selain kurikulum sekolah dan tahfidzul Quran, terdapat beberapa muatan antara lain :Bahasa Arab, Fiqh, Tajwid, Tafsir, Hadits, Aqidah, Siroh,Nahwu, Shorf.

Selain program akhirat, pastinya dunianya harus tetap terpenuhi. Program Jepang untuk seluruh Kejuruan adalah dengan maksud memasukkan unsur bahasa Jepang yang nantinya akan dijadikan sebagai skill untuk tenaga kerja tingkat madya yang dipersiapkan kuliah sambil bekerja di Jepang. Baitul Makmur telah menjalin kerjasama dengan Perguruan Tinggi Alice Kanazawa Jepang. Dan harapannya siswa bisa  bekerja di Jepang. Sehingga Baitul  Makmur mampu menjadi Sekolah Go Internasional.

SMP Islam Baitul Makmur Buka Kelas Khusus Tahfidz Al-Qur’an

Administrator Web
MALANG_BM -- www.smp.baitulmakmur.sch.id masih membuka pendaftaran Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) untuk tahun ajaran 2018-2019 hingga 12 Juli 2018. Pada penerimaan siswa kali ini disediakan dua kelas reguler dengan Program Khusus Tahfidz Al-Qur’an.

Kepala Sekolah SMP Islam Baitul Makmur Ustadz Ahmad Nur Syadzili, S.Pd, mengatakan dibukanya Kelas Khusus Tahfidz Al-Qur’an merupakan program pengembangan di SMP Islam Baitul Makmur.
“Tahfidz Al-Qur’an sebenarnya sudah mulai diajarkan di SMP Islam Baitul Makmur sejak dua tahun lalu di kelas reguler. Namun, mulai tahun ajaran baru 2018-2019 dibuka Kelas Khusus Tahfidz Al-Qur’an sebagai program pengembangan di SMP Islam Baitul Makmur,” kata pria yang akrab disapa Ustadz Nur ini, Rabu (4/7/18).
Ustadz Nur menambahkan, target yang ingin dicapai dalam Kelas Khusus Tahfidz Al-Qur’an adalah mencetak siswa atau santri hafizh Al-Qur’an minimal 10 juz.
Dia mengungkapkan, pada tahun ini sekolah yang berlokasi di Jalan Sawojajar 17B No. 58 ini telah meluluskan sebanyak 8 santri yang hafizh 5 juz. “Para santri SMP Islam Baitul Makmur yang diwisuda tahun ini sudah hafal 5 juz saat memasuki kelas 8,” ujarnya.
     Dengan kekuatan para pengajar profesional, Ustadz Nur memaparkan, SMP Islam Baitul Makmur mengintegrasikan antara kurikulum khas Baitul Makmur (Pondok) dengan kurikulum pemerintah yaitu Departeman Pendidikan Nasional (Depdiknas) dan Kurikulum Berintegrasi Internasional.
Dari tahun ke tahun, lanjut Ustadz Nur, SMP Islam Baitul Makmur tidak pernah lelah untuk memberikan layanan pendidikan yang terbaik bagi masyarakat. Di antaranya dengan menumbuhkembangkan penghayatan dan pengamalan ajaran agama sehingga mampu menjadi generasi yang berilmu amaliah dan beramal ilmiah.
“Para santri bukan hanya pandai menghafal pengetahuan tetapi juga mengamalkannya sehingga membawa kemanfaatan bagi sesama dan semesta alam. Bukan hanya rajin belajar dan sekolah tetapi juga pembiasaan rajin sholat, membaca Al-Qur’an, dan bersedekah,” kata dia.
            Sebagai sekolah yang senantiasa menanamkan nilai-nilai keislaman, menurut Ustadz Nur, SMP Islam Baitul Makmur mendidik dan mengajarkan kepada para santrinya untuk menjalankan ajaran Islam sesuai Al-Qur’an dan sunah Rosulullah SAW. Lulusan yang diharapkan adalah bukan hanya yang berprestasi akademis optimal tetapi juga berakhlaqul karimah dan mampu menjadi pelaku perubahan ke arah kehidupan yang islami.
“Dengan akhlaq yang baik, para lulusan akan mau dan mampu menjalankan perintah dan meninggalkan larangan Allah dan RosulNya,” ujar dia.

Keluarga Besar Baitul Makmur Gelar Halal Bihalal

Administrator Web
MALANG_BM– Keluarga besar Yayasan  Baitul Makmur  menggelar halal bihalal Idul Fitri 1439H, Senin (9/7/2018). Kegiatan yang digelar di Ruang Kelas Lt.2 ini diikuti, Ketua Yayasan, Guru, dan Karyawan TK Islam, SD Islam, SMP Islam, dan SMK Islam Baitul Makmur. Ikut hadir dosen Sekolah Tinggi Bahasa Asing (STIBA) Malang Dr. Zainul Mujtahid, M.Hum yang mengisi hikmah halal bihalal.
Dalam kesempatan tersebut, Ketua Yayasan Baitul Makmur Drs H Rolla Gino Pribadi mengatakan, tujuan digelarnya halal bihalal untuk memperkuat silaturahim dan saling memaafkan. "Dengan adanya halal bihalal ini kita semua sama-sama membersihkan hati. Sehingga,  dengan  momentum Idul Fitri 1439 H kita semua membuka lembaran baru dan semangat baru untuk menjadi Muslim yang lebih dan lebih berprestasi dalam bidang kita masing-masing," kata Abah Gino, sapaan akrab Drs H Rolla Gino Pribadi, dalam sambutannya.
Kesempatan itu juga dimanfaatkan oleh Abah Gino untuk menyampaikan pengarahan umum terkait peningkatan mutu pendidikan Baitul Makmur. Termasuk di dalamnya pembuatan program layanan pendidikan tahun pelajaran 2018/2019. Apalagi, halal bihalal Idul Fitri 1439 H ini bertepatan dengan momentum tahun ajaran baru 2018/2019.
"Kami berharap Baitul Makmur ke depan berkembang lebih baik lagi dengan kerja keras semuanya dan lebih profesional," tandasnya.
Abah Gino juga mengajak para guru menyiapkan diri untuk memberikan layanan pendidikan sebaik mungkin di unitnya masing-masing.

Sementara itu, Dr. Zainul Mujtahid, M.Hum dalam hikmah halal bihalalnya mengangkat materi bertemakan "Indahnya Memaafkan dalam Manajemen Pendidikan".
Menurut dia, sebuah yayasan atau lembaga pendidikan jangan berharap bisa berkembang selama sumber daya manusia (SDM)-nya masih terjangkit penyakit hati hasad ( iri, dengki) dan amarah. 'Selama penyakit hati ini menghinggapi bapak dan ibu guru jangan berharap Baitul Makmur akan maju dan berkembang," kata Dr. Zainul.
Untuk menghilangkan penyakit hati ini, Dr. Zainul memberikan resep ampuh, yakni sabar. "Kata sabar ini mudah diucapkan tapi sangat sulit untuk dilakukan," tandasnya.
Selain sabar, Dr. Zainul  memberikan tips menghilangkan penyakit hati adalah menjauhi sifat prasangka buruk, jangan suka ngrasani (menggunjing), jangan suka berselisih, dan jangan "purikan" (gampang marah).
Yayasan Baitul Makmur melayani pendidikan dari unit Pondok Pesantren, TK Islam, SD Islam, SMP Islam, dan SMK Islam.  Ada program regular (full day school) dari TK sampai SMK, ada program sekolah berasrama (Islamic Boarding School) untuk jenjang SMP dan SMK.(hen)

Minggu, 01 Juli 2018

Kurikulum yang Sesungguhnya adalah Guru

Administrator Web


Editor : Febby Cahya Triandra.

Implementasi Kurikulum 2013
Kurikulum yang Sesungguhnya adalah Para Guru

Guru dinilai sangat vital dalam sebuah KBM. Maka dari itu, KBM yang diterapkan haruslah fleksibel serta mampu memberikan ruang yang cukup untuk pengembangan diri siswa selama disekolah. Oleh karena itu, guru haruslah memberikan keteladanan pada muridnya dalam proses pendidikan. Terutama dalam masalah kurikulum.

Kurikulum yang sesungguhnya adalah para Guru. Maka, guru wajib memberikan teladan kepada peserta didik kata Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy.
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) memberikan bantuan pendampingan kurikulum 2013 melalui LPMP kepada sekolah-sekolah di seluruh Indonesia baik negeri ataupun swasta. Dan diberikan kepada para Kepala Sekolah dan Guru terkait baik mapel ataupun tematik. Dan salah satu Kegiatan tersebut digelar di Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP) Provinsi Jawa Tengah.

Menteri Pendidikan Muhadjir Effendy berpesan  kepada para guru agar KBM jangan terlalu kaku pada ketetapan kurikulum. Ia berharap kepada semua kepala sekolah mampu membantu dewan guru guna memahami perannya sebagai pendidik, bukan sekedar sebagai tenaga pengajar atau administrasi saja.

Kemendikbud sebagai lembaga pemerintah telah menggulirkan beragam kebijakan dalam rangka merestorasi pendidikan nasional.
Restorasi pendidikan dimulai dari revitalisasi komite sekolah. Pengaturan hari efektif sekolah yang diperkuat oleh Instruksi Presiden. Tidak hanya itu, mengenai Penguatan Pendidikan Karakter, penerapan sistem zonasi, penyesuaian beban kerja guru, serta penguatan peran kepala sekolah juga diatur dalam Inpres.


Mendikbud mengajak semua kepala sekolah yang hadir guna menyelami dan merenungkan inti kebijakan yang ditempuh pemerintah selama kurun waktu dua tahun terakhir.

*Target Implementasi Kurikulum 2013*

Pendampingan guna memperkuat pemahaman mengenai Kurikulum 2013 dan perubahannya di lapangan guna membantu mengatasi berbagai kendala dan permasalahan yang muncul saat pelaksanaan kurikulum tersebut di sekolah. Sedangkan Para pendamping diharapkan dapat mencermati secara mendalami apa saja terkait yang terjadi di kelas.

Plt. Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan Hamid Muhammad mengatakan, saat ini terdapat sekitar 78.000 sekolah yang memasuki tahap akhir implementasi Kurikulum 2013. Tahun ini adalah tahun terakhir pelatihan dan pendampingan Kurikulum 2013. Tahun ini semua sekolah harus menggunakan Kurikulum 2013 tanpa terkecuali.

Adapun target dari implementasi Kurikulum 2013 adalah:
 1. Perubahan pendidikan karakter yang terintegrasi di sekolah, baik intrakurikuler, ekstrakurikuler, maupun kokurikuler.
2. Perubahan budaya literasi di sekolah. Misalnya, guru dapat menargetkan siswanya untuk menuntaskan 4 hingga 5 buku bacaan per tahun.
3. Sekolah harus mampu memperkenalkan dan melatih keterampilan abad ke-21 ke peserta didik.

Anak-anak jangan cuma disuruh untuk menghafal. HOTS (higher order thinking skills) itu bukan hanya milik anak SMA saja. Tetapi sejak dini harus ditanamkan.Siswa harus dilatih untuk berpikir kritis, kreatif, komunikatif, dan mampu berkolaborasi.

Terkait pendampingan di daerah terdepan, tertinggal, dan terluar (3T), ditegaskan akan dilakukan penanganan secara khusus kepada sekolah-sekolah khusus melalui LPMP (Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan) yang akan mendatangi sekolah-sekolah tersebut. Febby.
Sumber Kompas.com

Coprights 2018 | Designed By | #GoldCreative