Informasi lengkap silahkan hubungi : 0341 - 717753

INFORMASI PPDB KB/TK
Penerimaan Peserta Didik Baru sudah dibuka
Waktu Pendaftaran
Januari - Mei 2018
INFORMASI PPDB SD Islam
Penerimaan Peserta Didik Baru sudah dibuka
Waktu Pendaftaran
4 Januari - 30 Juni 2018
INFORMASI PPDB SMP Islam
Penerimaan Peserta Didik Baru sudah dibuka
Waktu Pendaftaran
1 Maret - 30 Juni 2018
INFORMASI PPDB SMK
Penerimaan Peserta Didik Baru sudah dibuka
Waktu Pendaftaran
1 Maret - 30 Juni 2018

Rabu, 13 Maret 2019

Keberhasilan Anak Didik Tidak Ditentukan Jumlah Siswa

Administrator Web






*Motivasi Pengawas Sekolah di  SMK Baitul Makmur

MALANG_BM-Pemberian motivasi kepada siswa-siswa dalam kegiatan interaksi belajar mengajar merupakan suatu hal yang penting sekali. Dengan terangsangnya motif siswa, maka siswa-siswa akan lebih giat sehingga dengan demikian dapatlah diharapkan prestasi belajar siswa akan menjadi lebih baik. Hal itu seperti yang dilakukan oleh Pengawas Sekolah Madya Cabang Dinas Pendidikan Kota Malang dan Kota Batu, Wahyudi, S.Pd, M.M.Pd saat memberikan motivasi kepada siswa Kelas XII SMK Baitul Makmur Malang, Selasa (12/3/2019).

      Acara yang berlangsung di Ruang Laboratorium Komputer SMK Baitul Makmur ini dilakukan Wahyudi di sela-sela pelaksanaan Ujian Sekolah Berbasis Komputer (USBK) Kelas XII SMK Baitul Makmur. Dalam motivasinya, dia memberikan semangat kepada siswa agar bersungguh-sungguh dalam belajar, khususnya menjelang akhir menempuh pendidikan di SMK Baitul Makmur.
Menurut dia, kesempatan sukses berlaku bagi siapa saja, karena Allah maha adil. Tidak hanya orang kaya dan orang pintar saja yang berhak berhasil, siapapun dan dari keluarga manapun, baik itu petani, nelayan, tukang batu, dan lain-lain, semuanya berhak sukses dan berhasil. “Tinggal kalian mau atau tidak,” tegas Wahyudi.
      Dalam pesannya untuk tenaga pendidik di SMK Baitul Makmur, dia mengungkapkan, keberhasilan kegiatan belajar dan mengajar tidak dipengaruhi jumlah siswa yang dididik. Asal, ada keseriusan dan keikhlasan dari tenaga pendidik dalam membimbing anak didiknya.
“Menurut saya, siswa sedikit malah bisa fokus untuk menciptakan anak didik yang bagus. Contohnya, seperti yang dijalankan oleh lembaga kursus yang jumlah anak didiknya tidak harus banyak. Tidak ada jaminan dengan jumlah siswa banyak akan menjadikan baik semuanya,” ujar dia.
Karena itu, untuk membantu dalam menghasilkan anak didik yang berkualitas, pagi sebelum memulai pembelajaran dibiasakan membaca Al-Qur’an, misalnya surat Yasin, dan lainnya.”Intinya, siswa diajak optimistis oleh guru,” tandasnya.
Dia pun memberikan tips kepada tenaga pendidik, khususnya di sekolah swasta,  agar mampu menghasilkan anak didik yang berkualitas, adalah harus tetap fokus dan bisa membagi waktunya bagi sekolah yang diajarnya.
“Guru harus serius dalam mengajar. Kalaupun ada yang nyabang (mengajar di sekolah lain) tetap harus tetap fokus dan bisa membagi waktunya. Kalau tidak bisa membagi waktunya, ya harus diputuskan untuk memilih tempat mengajarnya,” kata dia. (hen)



Penulis/Editor: Hendarmono Al Sidarto

Sabtu, 02 Maret 2019

Daftar Pemenang Akreamus V 2019

Administrator Web







MALANG_BM-Ajang Kreasi Anak Muslim (Akreamus) V 2019 digelar selama dua hari, Jumat (1/3/2019)  dan Sabtu (2/3/2019). Acara ini bertujuan untuk menggali kreativitas peserta dan memperkenalkan lembaga pendidikan formal dan non-formal yang bernaung di Yayasan Baitul Makmur yang beralamat di Jalan Sawojajar 17B No. 58. Di lembaga ini terdapat pondok pesantren, Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), TK, SD Islam, SMP Islam, dan SMK. Acara ini diikuti oleh siswa kelompok bermain (KB), taman kanak-kanak (TK), sekolah dasar (SD), dan sekolah menengah pertama (SMP) se-Malang Raya.
Acara yang digelar untuk memperingati dan memeriahkan Dies Natalis ke X Yayasan Baitul Makmur ini disambut antusias oleh masyarakat dengan mengikuti berbagai lomba yang digelar. Di tingkat KB ada dua macam lomba yakni gerak dan lagu yang diikuti oleh 12 grup serta lomba mewarna yang diikuti 19 anak. Sedangkan di tingkat TK ada empat kategori lomba yakni hafalan asmaul husna (11 grup), mewarna (55 anak), hafalan surat pendek (62 anak), dan drumband (18 grup).
Di tingkat SD, ada tiga macam lomba yang digelar yakni, hafalan surat pendek yang diikuti 39 anak, group singing competition (GSC) diikuti empat grup, dan Al-Banjari yang diikuti 11 grup. Sedangkan di tingkat SMP hanya satu lomba yang digelar yakni Al-Banjari yang diikuti oleh sembilan grup.
Berikut ini adalah daftar nama-nama pemenang lomba Akreamus V 2019 yang digelar pada Jumat (1/3/2019):


DAFTAR PEMENANG AKREAMUS V 2019

No.
Nama Lomba
Nama Pemenang
Skor
1.
Lomba Mewarnai TK/KB
TK
1. Kayla Alifia Zafarani S (TK ABA 7) (37)
2. Naila Arifa Raniah (TK An-Nur) (04)
3. Keenar Ayuning Buana (TK Muslimat NU 2   
    Singosari) (07)

KB
1. Reynita Zahara (PAUD Kasih Bunda)  (17)
2. Assayida Hasnah As’ad (KB Darul Ilmi
    Bumiayu) (05)
3. Vivi (KB Arohmah)

1. 950
2. 800
3. 750



1. 850
2. 700

3. 550

2.
 Lomba Gerak dan Lagu
1. KB Restu Kelompok 1 (06)
2. KB Restu Kelompok 2 (08)
3. KB AN-Nur (02)
1. 183
2. 169
3. 166
3.
Hafalan Surat Pendek
TK A
1. Ahmad Ridwan Murtadlo (TK Fathul Iman)
    (10)
2. Aisya (BA Restu 1) (07)
3. Alin (BA Restu 1) (06)

TK B
1. M. Fachrie Rahmatullah (TK An-Nur) (08)
2. Almaira M. K. (RA Al Hikam) (23)
3. Carlen Wahyu G (RA Al Hikam) (24)

1. 99

2. 98
3. 92


1. 99
2. 97
3. 95
4.
Lomba Asmaul Husna
1. TK Muslimat NU 19 (05)
2. TK Ar-Rohmah (11)
3. TK Muslimat NU 18 (10)
1. 92
2. 91
3. 87
5.
Lomba Hafalan Surat Pendek
Kategori A (Kelas 1, 2, 3)
1. Rezky Iqbal Perkasa (MI Manarul Islam) (02)
2. Sakina Nur Rosida (MI NU Maudlu’ul Ulum)   
    (21)
3. Nabila Zara Widyana (SDIT Ahmad Yani)
    (12)
Kategori B (Kelas  4, 5, 6)
1. Tuchfatul  Haniyah (Hidayatul Mubtadi’in)
    (23)
2. Mazda Rostalina (MI Nurul Huda I Malang)  
    (26)
3. Muhammad Amru A (MI Nurul Huda I
    Malang) (25)

1. 95
2. 93

3. 91


1. 97

2. 94

3. 93
6.
Lomba Al Banjari
1. SDI Al Ma’arif 02 Singosari
2. MI NU Maudlu’ul Ulum
3. Al-Qiromi MI Al-Fatah
1. 264
2. 261
3. 237
7.
Lomba Group Singing Competition
1. SDIT Ahmad Yani (02)
2. MI Al Hayat (01)
3. SDI Baitul Makmur (Grup Kelas 5) (03)
1. 84
2. 77
3. 76
8.
Lomba Al-Banjari SMP
1. MTs Nurul Ulum Tim A
2. MTs Nurul Ulum Tim B
3. Al-Firdaus SMPI Baitul Makmur
1. 70
2. 68
3. 65



Penulis/Editor: Hendarmono Al Sidarto


Lomba Drum Band TK Meriahkan Akreamus V

Administrator Web








Diakui Resmi oleh PDBI Kota Malang


MALANG_BM-Puncak kemeriahan Ajang Kreasi Anak Muslim (Akreamus) V 2019 Baitul Makmur terjadi di hari kedua pelaksanaan acara ini, yakni Lomba Drum Band Taman Kanak-kanak (TK) se-Malang Raya, Sabtu (2/3/2019). Sebanyak 18 grup drum band TK yang terbagi dalam dua klasemen yakni Pratama dan Utama saling beradu keterampilan memainkan alat musik dalam ajang lomba ini. Di Klasemen Pratama diikuti sebanyak 10 grup dan Utama diikuti delapan grup.

      Acara yang digelar untuk memperingati dan memeriahkan Dies Natalis ke X Yayasan Baitul Makmur ini, disambut antusias oleh masyarakat. Tampak dari semua sudut halaman sekolah yang  bernaung di Yayasan Baitul Makmur, dipadati masyarakat yang ingin melihat dari dekat atraksi drum band anak-anak TK se-Malang Raya ini.
Akreamus V yang digelar selama dua hari, yakni Jumat  dan Sabtu (2/3/2019), bertujuan untuk menggali kreativitas peserta dan memperkenalkan lembaga pendidikan formal dan non-formal yang bernaung di Yayasan yang beralamat di Jalan Sawojajar 17B No. 58. Di lembaga ini terdapat pondok pesantren, Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), TK, SD Islam, SMP Islam, dan SMK. Akreamus diikuti oleh siswa kelompok bermain (KB), TK, sekolah dasar (SD), dan sekolah menengah pertama (SMP) se-Malang Raya. Khusus drum band yang digelar hari ini (2/3/2019), pesertanya adalah siswa TK.
Sehari sebelumnya sudah digelar bermacam-macam lomba mulai tingkat Kelompok Bermain (KB) hingga SMP se-Malang Raya. Di tingkat KB ada dua macam lomba yakni gerak dan lagu yang diikuti oleh 12 grup serta lomba mewarna (diikuti 19 anak). Sedangkan di tingkat TK ada empat kategori lomba yakni hafalan asmaul husna (11 grup), mewarna (55 anak), dan hafalan surat pendek (62 anak).
Di tingkat SD, ada tiga macam lomba yang digelar yakni, hafalan surat pendek yang diikuti 39 anak, group singing competition (GSC) diikuti empat grup, dan Al-Banjari yang diikuti 11 grup. Sedangkan di tingkat SMP hanya satu lomba yang digelar yakni Al-Banjari yang diikuti oleh sembilan grup.
Ketua Pelaksana Akreamus V 2019 Dewi Muyassaroh, S.Pd.I mengatakan, lomba drum band merupakan lomba yang pertama kalinya digelar sejak Akreamus I diadakan lima tahun lalu. Sedangkan jenis lomba lainnya diadakan di Akreamus selanjutnya sesuai perkembangan.
“Yang menjadi andalan dalam Akreamus ini adalah lomba drum band. Masyarakat selalu antusias berpartisipasi dalam ajang ini,” kata dia ditemui di sela-sela lomba drum band, kemarin.
Di tempat sama, Pengurus Persatuan Drum Band Indonesia (PDBI) Kota Malang, Damanhuri mengatakan, keberadaan lomba drum band di ajang Akreamus Baitul Makmur ini sudah masuk di kalender event PDBI Kota Malang sejak dua tahun lalu.
“Baru dua tahun ini lomba drum band di Baitul Makmur mendapatkan izin resmi dari PDBI. Karena itu, jurinya dikondisikan dari PDBI agar sesuai standarisasi lomba PDBI,” papar Damanhuri yang menjadi Koordinator Juri Lomba Drum Band Akreamus V.
Damanhuri yang juga menjadi salah satu juri nasional drum band asal Kota Malang ini menambahkan, idealnya jika ada lomba drum band jurinya juga dari kalangan drum band, khususnya dari organisasi yang diakui keabsahannya, seperti halnya PDBI. “Ibaratnya, jika lomba menyanyi maka jurinya juga dari ahli menyanyi. Demikian juga, jika lomba drum band maka jurinya pun juga yang ahli drum band,” tandasnya.
      Dia menjelaskan, drum band merupakan salah satu cabang olahraga di bawah naungan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI). Sedangkan induk dari drum band sendiri adalah PDBI.
Damanhuri menambahkan, karena lomba drum band di ajang Akreamus V ini tergolong lomba konser, maka yang dinilai adalah musiknya. Penilaian ini dibagi dua yakni musik ritmis dan musik melodies. Sedangkan yang lainnya untuk tambahan seperti colour guard (bendera), field commander (gita pati/dirijen), dan mayoret dapat penghargaan khusus dari panitia.
“Kalau untuk menentukan juara penilaiannya adalah analisis musik ritmis dan analisis musik melodies dikurangi pinalti, seperti misalnya alat jatuh, anak jatuh dan sebagaiannya. Baru ditentukan peringkatnya,” kata Damanhuri.

Dalam lomba drum band Akreamus V untuk Klasemen Pratama, TK Permata Iman 2 berhasil meraih juara I, disusul TK PGRI 2 Malang juara 2, dan TK Muslimat 19 sebagai juara 3. Untuk juara harapan I diraih TK As-Salam Tlogomas, juara harapan II  TK ABA 2, dan juara harapan III diraih RA Muslimat NU 3.
Sementara, untuk Klasemen Utama juara I diraih TK ABA 23, juara II diraih TK ABA 26, dan juara III diraih TK Taman Indria 1. Sedangkan juara harapan 1 diraih TK Tunas Madani, juara harapan II diraih TK ABA 3 Singosari, dan juara harapan III diraih TK ABA 29.
Selain itu, ada penghargaan khusus dari panitia untuk Gita Pati terbaik diraih oleh TK ABA 2 untuk Klasemen Pratama, dan TK ABA 23 untuk Klasemen Utama. (hen)


Penulis/Editor: Hendarmono Al Sidarto


Kamis, 28 Februari 2019

1.100 Peserta Ramaikan Akreamus V Yayasan Baitul Makmur

Administrator Web







MALANG_BM-Ajang Kreasi Anak Muslim (Akreamus) V 2019 resmi dibuka oleh Ketua Yayasan Baitul Makmur Drs. H. Rolla Gino Pribadi, Jumat (1/3/2018). Acara yang digelar untuk memperingati dan memeriahkan Dies Natalis ke X Yayasan Baitul Makmur ini disambut antusias oleh masyarakat yang memadati di lokasi acara, halaman sekolah SD Islam Baitul Makmur.
Akreamus yang digelar selama dua hari, Jumat  dan Sabtu (2/3/2019), bertujuan untuk menggali kreativitas peserta dan memperkenalkan lembaga pendidikan formal dan non-formal yang bernaung di Yayasan yang beralamat di Jalan Sawojajar 17B No. 58. Di lembaga ini terdapat pondok pesantren, Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), TK, SD Islam, SMP Islam, dan SMK. Acara ini diikuti oleh siswa kelompok bermain (KB), taman kanak-kanak (TK), sekolah dasar (SD), dan sekolah menengah pertama (SMP) se-Malang Raya.
Ketua Pelaksana Akreamus V 2019 Dewi Muyassaroh, S.Pd.I mengatakan, sebanyak 1.100 siswa dari berbagai sekolah berpartisipasi mengikuti berbagai lomba yang digelar. ”Alhamdulillah, jumlah peserta lomba untuk mengikuti Akreamus V tahun ini melebihi target,” kata dia, di sela-sela acara Akreamus V, kemarin.

Dijelaskan dia, di tingkat KB ada dua macam lomba yakni gerak dan lagu yang diikuti oleh 12 grup serta lomba mewarna yang diikuti 19 anak. Sedangkan di tingkat TK ada empat kategori lomba yakni hafalan asmaul husna (11 grup), mewarna (55 anak), hafalan surat pendek (62 anak), dan drumband (18 grup).
Di tingkat SD, lanjut dia, ada tiga macam lomba yang digelar yakni, hafalan surat pendek yang diikuti 39 anak, group singing competition (GSC) diikuti empat grup, dan Al-Banjari yang diikuti 11 grup. Sedangkan di tingkat SMP hanya satu lomba yang digelar yakni Al-Banjari yang diikuti oleh sembilan grup. 
Dia mengungkapkan, lomba Al-Banjari untuk tingkat SMP ini baru digelar tahun ini. Dalam lomba tersebut setiap grup terdiri dari 10 orang. “Khusus lomba drumband pelaksanaannya akan digelar besok (Sabtu, 2/3/2019) bersamaan dengan penyerahan hadiah para pemenang lomba. Sedangkan lomba-lomba lainnya tuntas digelar hari ini (Jumat, 1/3/2019),” jelas dia.
Dia menambahkan, semua lomba yang dalam bentuk grup akan mendapatkan trophy, piagam, dan uang pembinaan. Misalnya, lomba drumband  pemenang juara 1, 2, dan 3 akan mendapatkan uang pembinaan yang nilainya mulai dari Rp 500 ribu hingga Rp 1,5 juta. Sedangkan yang individu hanya mendapatkan trophy dan piagam.
Antusiasme peserta lomba seperti diungkapkan Anas, Guru Agama SDN Gadang 3, yang mendampingi siswanya saat mengikuti lomba dalam Akreamus V ini. “Kami mengirimkan 10 siswa untuk mengikuti lomba di Akreamus ini, yakni lomba hafalan surat pendek dan Al-Banjari. Keikutsertaan kami memang baru tahun ini namun kami menyambut baik acara ini karena bisa untuk melatih keberanian siswa dalam mengikuti lomba lainnya,” papar Anas.
Antusiasme masyarakat yang datang di acara Akreamus V ini juga terlihat di lokasi lomba Al-Banjari. Mereka memenuhi tempat duduk yang disediakan di sekitar panggung yang didirikan di halaman sekolah untuk menonton sekaligus  memberikan dukungan kepada peserta yang tampil. Penampilan peserta seni musik rebana yang dimainkan oleh 10 orang peserta ini banyak yang memukau penonton. Menggunakan teknik memukul rabban dengan tangan dan menghasilkan irama yang nyaman untuk dinikmati bersama alunan sholawat Nabi. Namun, dalam lomba kemarin tidak hanya sholawat saja yang dilantunkan peserta lomba. Tetapi lagu-lagu Islami yang lagi ngetop seperti yang dinyanyikan grup musik Syabian "Ya Habibal Qolbi" turut dilantunkan.
Sementara itu, selain lomba, untuk memeriahkan Akreamus V 2019 juga digelar bazaar yang berlangsung di lokasi acara. Selain aneka makanan yang dijual, ada stan khusus dari SMK Baitul Makmur yang menyediakan pemeriksaan kesehatan secara gratis. Pemeriksaan kesehatan dilakukan oleh siswa Jurusan Keperawatan SMK Baitul Makmur. 
Banyak pengunjung yang saat mengantarkan anak atau siswanya ke acara Akreamus V untuk mendapatkan layanan gratis ini. Tampak Ketua Yayasan Baitul Makmur Drs. H. Rolla Gino Pribadi juga mendatangi stan SMK ini untuk diperiksa kesehatannya dengan mengecek tekanan darahnya. (hen)



Penulis/Editor: Hendarmono Al Sidarto

Selasa, 26 Februari 2019

Akreamus V Siap Digelar, Jumlah Peserta Melebihi Target

Administrator Web





MALANG_BM-Untuk memperingati dan memeriahkan Dies Natalis ke X, Yayasan Baitul Makmur kembali menggelar Ajang Kreasi Anak Muslim (Akreamus) V 2019. Acara ini merupakan kegiatan lomba untuk siswa kelompok bermain (KB), taman kanak-kanak (TK), sekolah dasar (SD), dan sekolah menengah pertama (SMP) se-Malang Raya yang akan digelar selama dua hari, yakni Jumat (1/3/2019) dan Sabtu (2/3/2019).
Ketua Pelaksana Akreamus V 2019 Dewi Muyassaroh, S.Pd.I mengatakan, Akreamus digelar bertujuan untuk menggali kreativitas peserta dan lebih memperkenalkan Yayasan Baitul Makmur yang telah berdiri sejak 2008 ke masyarakat luas. Yayasan Baitul Makmur bergerak di bidang pendidikan formal maupun pendidikan non-formal. Di lembaga ini terdapat pondok pesantren, Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), TK, SD Islam, SMP Islam, dan SMK.
Menurut dia, persiapan pelaksanaan Akreamus V yang dilakukan bersama timnya sudah mendekati final atau sekitar 95 persen. “Pada intinya persiapan yang kami lakukan sudah tidak ada masalah dan siap digelar. Kami hanya tinggal menyiapkan pengadaan hadiah (trophy) saja,” kata guru yang akrab disapa ustazah Dewi ini.
Selain persiapan sudah final, lanjut dia, jumlah peserta Akreamus V juga sudah melebihi target, yakni mencapai sekitar 1.100 siswa. “Alhamdulillah, respons masyarakat sangat antusias untuk mengikuti Akreamus tahun ini. Jumlah peserta sudah melebihi target,” paparnya, Senin (25/2/2019).
            Dia mencontohkan, lomba Al-Banjari untuk tingkat SMP yang baru digelar tahun ini sudah mendaftar 6 grup dari berbagai sekolah. Dimana setiap grup terdiri dari 10 orang. “Intinya, dalam Akreamus ini adalah open house Baitul Makmur. Jadi siapa pun, boleh datang dan melihat acara ini. Semakin banyak  yang datang ke sini (Baitul Makmur) semakin banyak yang mengenal lembaga ini,” ujarnya.
            Dia menambahkan, semua lomba yang dalam bentuk grup akan mendapatkan trophy, piagam, dan uang pembinaan. Misalnya, lomba drumband  pemenang juara 1, 2, dan 3 akan mendapatkan uang pembinaan yang nilainya mulai dari Rp 500 ribu hingga Rp 1,5 juta. Sedangkan yang individu hanya mendapatkan trophy dan piagam. (hen)


Penulis/Editor: Hendarmono Al Sidarto

Senin, 18 Februari 2019

Mau Dibawa ke Mana Arah Pendidikan Kita?

Administrator Web





Oleh: Surya Agung Sabda, S.Pd


Kasus siswa SMP yang melawan guru di Gresik adalah kejadian ke sekian kalinya seorang murid melakukan kekerasan terhadap guru. Seperti diberitakan di media-media massa sebuah video antara murid dan guru sempat viral di media sosial. Dalam video yang diambil di dalam kelas itu, si siswa justru tampak melawan gurunya sendiri. Usut punya usut, peristiwa itu terjadi di kelas IX SMP PGRI Wringinanom, Kecamatan Wringinanom, Kabupaten Gresik, terjadi pada hari Sabtu (2/2/2019) sekitar pukul 08.00 WIB.
      Kurikulum pendidikan yang bertujuan atau berorientasi tentang nilai-nilai eksak membuat anak lupa bahwa ilmu adab lebih penting. Tingginya ilmu harus dibarengi dengan tingginya adab dan rendahnya hati. Ketika adab tidak ada maka akhlaq akan terkikis, membuat semua yang tidak boleh menjadi boleh, haruskah ke depan pendidikan kita seperti ini? Apa yang salah? Apakah guru atau menteri pendidikan atau pemerintah yang salah? Guru adalah gerbang kemajuan sebuah negara jadi hargai dan lindungi guru baik secara materi dan advokasi.
Ketika bercerita, akan mempermudah kita sebagai pendidik untuk menyampaikan pesan-pesan kebaikan. Berkisah atau bercerita yang baik akan menjadikan anak didik yang baik tetapi bercerita yang salah, akan membuat alam bawah sadar kita bahwa cerita yang diceritakan itu benar. Contoh, kancil mencuri timun, membuat si kancil yang cerdik, lolos dari hukuman. Dan diceritakan secara turun temurun membuat para koruptor menjadi mudah bebas dengan mudahnya.
Jika cerita kita mengandung makna, maka anak-anak kita akan mudah menjadi seorang anak yang pandai dan kuat. Contoh, cerita-cerita pada zaman nabi, banyak yang bisa menginspirasi anak-anak kita dan patut membuat panutan terhadap kehidupan di era globalisasi dan internet yang merajalela. Sekarang banyak cerita-cerita yang merusak terhadap generasi bangsa. Salah satunya cerita-cerita kartun yang merusak membuat anak-anak kita membuat lebih mudah emosi dan tanpa ada edukasi. Bandingkan dengan cerita-cerita di zaman nabi yang penuh inspirasi membuat anak kita semakin kuat iman dan jasmani.
Terakhir, jangan membuat anak kita semakin "menjauh" dari cerita-cerita islami. Jadikanlah cerita islami sebagai awal perubahan terhadap akhlaq anak-anak kita. Didiklah anakmu seperti Luqman mendidik anaknya. (*)


*) Penulis adalah Guru Olahraga SMP Islam Baitul Makmur


Editor: Hendarmono Al Sidarto


Senin, 11 Februari 2019

Bermain Ular Tangga sebagai Media Pembelajaran

Administrator Web




Oleh: Nurulaini Kholiq, S.Pd.I


SUDAH selayaknya belajar itu harus menyenangkan, karena dengan perasaan senang segalanya bisa diarahkan. Dalam kegiatan belajar mengajar, baik di dalam maupun di luar kelas, seorang murid membutuhkan konsentrasi yang baik dalam menerima pelajaran yang diajarkan oleh guru di bidangnya masing-masing.
Baiklah, dalam pembelajaran kita kali ini, khususnya di materi Pendidikan Agama Islam (PAI) yang penulis ajarkan, penulis hanya berusaha agar seorang murid secara individu ataupun berkelompok mampu menerima pelajaran atau materi yang diajarkan. Oleh karena itu sebagus apapun metode yang digunakan dan sehebat apapun guru dalam memberi bimbingan, namun jika tidak didukung dengan media pembelajaran yang sesuai dengan kadar kemampuan anak didiknya, maka hasilnyapun kurang maksimal. 
Seyogyanya, kita hanya berusaha untuk tidak membuang sia-sia efektivitas belajar sebelum ilmu itu berhasil diamalkan. Di sini sedikit bisa kita pahami bahwa ketiga unsur yakni metode yang bagus, guru yang ulet, dan media pembelajaran yang baik adalah tiga rangkaian yang tidak bisa dipisahkan dalam perbaikan kualitas kegiatan belajar mengajar. Sebagai manusia pembelajar kita tidak bisa memungkiri hal demikian disetiap kegiatan belajar mengajar, baik di dalam kelas maupun di luar kelas.
Di sini, penulis hanya mengutip media pembelajaran yang dinamai “Media Ular Tangga“. Sebenarnya, media ular tangga ini terinspirasi dari kegiatan bermain anak-anak yang bahannya mudah dan biasa dijual oleh pedagang kaki lima sewaktu penulis duduk di sekolah dasar (SD) (sekitar tahun 1994). Bentuknya pun simpel seperti banyak kolom diberi nomor ada beberapa bergambar ular dan tangga sedikit unik. Dan ada simbol yang dapat dipahami dengan mudah, dan setiap anak punya koin atau alat penanda dan ada benda kubus berupa dadu yang diputar /dilempar secara bergiliran. Itulah sedikit gambaran permainan ular tangga yang sekiranya dijelaskan disini akan sulit untuk dipahami kecuali jika langsung dipraktikkan.

Kembali kepada media ular tangga ini, penulis hanya menambahkan kalimat-kalimat perintah melewati papan yang dipakai dan juga kartu yang disediakan. Atau bahan lain yang dikombinasikan dengan pelajaran dibuat menyenangkan, namun anak-anak tetap diharuskan membawa buku materi ajar sebagai bahan pertanyaan dan jawaban. Jika perintah pertanyaan tidak dapat diselesaikan oleh individu maka harus diselesaikan secara kolektif melalui buku ajar tersebut . 
Pada intinya buku materi adalah bahan rekomendasi /redaksi yang menjadi tumpuan belajar anak-anak. Pada media ini, siswa dituntut untuk menyumbangkan pemikirannya melalui hal-hal sebagai berikut :
1.   Membuat materi pertanyaan sesuai bab yang diajarkan atau yang diperintahkan gurunya.
2.   Membuat pesan-pesan yang mengarah pada bab yang diajarkan atau membuat  sebuah simbol  kalimat hukuman yang bersifat pelajaran (baik menghafal ayat Al-Qur’an, al Hadits atau materi yang diajarkan).
3.   Bebas berekspresi membuatnya sendiri dan menampilkan medianya sesuai keinginan namun tidak terlepas dari materi yang diajarkan dan  beretika.
Nah, dari ketiga unsur tersebut tentu akan lebih menarik jika diarahkan oleh guru pembimbingnya secara periodik, kreatif, dan inovatif. Pada dasarnya media pembelajaran ular tangga ini akan lebih bervariasi dan berkembang setelah guru dan murid bekerja sama dan saling mengevaluasi cara pemakaian media tersebut.
Dari sekian percobaan-percobaan media ular tangga ini yang pernah penulis pakai di SD Islam Baitul Makmur saat mengajarkan Fiqih dan Sejarah Kebudayaan Islam (SKI) tahun 2015. Ada beberapa efek yang ditimbulkan yang bisa disimpulkan yakni sebagai berikut:
1.   Siswa mampu membuat sebuah catatan khusus; pertanyaan penting  pada bab atau materi yang dipelajari.
2.   Siswa mampu menunjukkan kemampuan percaya diri untuk mendemonstrasikan semua pertanyaan.
3.   Siswa mampu beradu argumen jika salah satu di antara teman yang memberikan keterangan kurang tepat atau tidak sportif.

4.   Semua siswa punya peranan penting secara keseluruhan (jadi tidak ada yang paling penting namun semuanya penting).
5.   Siswa yang pasif akan berubah menjadi aktif manakala satu sama lain punya tanggung jawab yang sama. Yang pada akhirnya mau bekerja sama secara berkelompok.
6.   Kompetensi siswa akan bisa dilihat juga oleh teman sepermainan di media ini secara objektif. Dikatakan objektif karena hasil dari kesepakatan kelompoknya dalam memberikan sebuah jawaban dan pertanyaan (close atau open book) maupun konsekwensi hukuman dari permainan ini.
7.   Seorang pembimbing dapat mengawasi dan mengendalikan cara belajar siswa melalui media ini secara langsung maupun tidak langsung. Dan tak kalah pentingnya guru dengan mudah memberikan sebuah penilaian dan apresiasi bagi siswa yang punya nilai tertinggi.

Dari ketujuh dampak yang ditimbulkan dari permainan ini tidak lain adalah membiasakan belajar nyaman dan menyenangkan, sebagaimana yang pernah digagas oleh Bobbi Deporter dan Mike Hernacki dalam “Quantum Learning“ nya. (Dell Pubishing, New York, 1992 ). Akan tetapi kita selaku guru pembelajar, perlu menekankan bahwa belajar nyaman dan menyenangkan sangat banyak caranya. Tergantung keseriusan kita dalam berinovasi, kreatif dalam mencari dan menemukan sumber belajar di manapun berada. Hanya untuk sekedar diketahui, media pembelajaran apapun hendaknya dengan ukuran yang sekiranya dapat diterapkan oleh kita dan anak didik kita. (*)


*) Penulis adalahStaf TU dan Pengajar di SMP Islam Baitul Makmur Malang.


Editor: Hendarmono Al Sidarto

Coprights 2018 | Designed By | #GoldCreative