Informasi lengkap silahkan hubungi : 0341 - 717753

INFORMASI PPDB KB/TK
Penerimaan Peserta Didik Baru sudah dibuka
Waktu Pendaftaran
Januari - Mei 2018
INFORMASI PPDB SD Islam
Penerimaan Peserta Didik Baru sudah dibuka
Waktu Pendaftaran
4 Januari - 30 Juni 2018
INFORMASI PPDB SMP Islam
Penerimaan Peserta Didik Baru sudah dibuka
Waktu Pendaftaran
1 Maret - 30 Juni 2018
INFORMASI PPDB SMK
Penerimaan Peserta Didik Baru sudah dibuka
Waktu Pendaftaran
1 Maret - 30 Juni 2018

Selasa, 31 Juli 2018

Sinau Wisata ke Mojokerto, Siswa SD Islam Baitul Makmur Belajar Sejarah Kerajaan Majapahit

Administrator Web

MALANG_BM-Untuk menambah pengetahuan dan wawasan tentang tempat-tempat bersejarah dan pendidikan, siswa Kelas 2 hingga Kelas 6 SD Islam Baitul Makmur melakukan Sinau Wisata ke Mojokerto. Acara yang digelar pada Rabu (25/7/2018) mengunjungi tiga objek wisata yakni Candi Bajang Ratu, Museum Trowulan, dan Waterland.
Kepala SD Islam Baitul Makmur Dra. Hj. Fatimah, M.M, mengatakan, kegiatan sinau wisata digelar satu kali setiap semester. Untuk semester pertama sasaran sinau wisata dilakukan di dalam kota Malang. Sedangkan semester kedua dilakukan ke luar kota Malang.


“Sinau wisata terkait pengenalan tempat-tempat yang mengandung unsur pendidikan. Untuk lokasinya, di dalam kota jaraknya tidak jauh dari sekolahan. Sedangkan ke luar kota bisa ke daerah lain seperti Tulungagung, Biltar, Probolinggo, dan kota-kota lain. Untuk kali ini, sinau wisata dilakukan di Mojokerto,” papar kepala sekolah yang akrab disapa Bu Fat ini, Senin (30/7/2018).
            Bu Fat menjelaskan, selama satu hari siswa melakukan berbagai kegiatan di antaranya, diawali dengan mengunjungi Candi Bajang Ratu yang berlokasi di Desa Temon, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto. Di tempat ini siswa diajak
mengenali sejarah bangunan yang diperkirakan dibangun pada abad ke-14.


            Setelah melihat-lihat Candi Bajang Ratu, Bu Fat mengatakan, siswa diajak ke Museum Trowulan untuk mendapatkan lebih banyak pengetahuan. “Di museum ini anak-anak dijadikan dua kelompok untuk mendapatkan materi tentang sejarah kerajaan Majapahit. Dilanjutkan melihat fisik benda-benda di museum,” paparnya.
            Setelah puas berkeliling di Museum Trowulan, jelas Bu Fat, selanjutnya siswa diajak menuju objek wisata Waterland. Di tempat wisata ini, siswa dipersilakan bermain sepuasnya di playground atau berenang di kolam renang yang telah disediakan.


            Menurut dia, sinau wisata yang digelar kali ini merupakan program tunda yang seharusnya digelar semester dua lalu. Namun, karena terbentur waktu pelaksanaan puasa Ramadhan dan Lebaran, maka ditunda pelaksanannya. “Nanti, di semester satu ini akan diadakan lagi program sinau wisata yang lokasinya di dalam kota,” tandasnya.
            Bu Fat memaparkan, tujuan digelarnya sinau wisata ini adalah menambah wawasan, pengalaman, kemandirian, dan tanggung jawab siswa. Karena itu, dalam sinau wisata ini orang tua siswa tidak diperbolehkan ikut dalam acara ini.
            “Siswa benar-benar dilatih mandiri. Misalnya, usai bermain atau berenang, siswa dilatih mengurusi diri sendiri sambil diawasi guru-guru pendamping,” kata Bu Fat.


Sementara itu, Ketua Pelaksana Sinau Wisata Samsul Arifin, S.Pd.I, menambahkan, jumlah armada yang digunakan untuk mengantarkan siswa ke Mojokerto berjumlah empat bus dan guru pendamping sebanyak 25 orang. “Setiap bus didampingi 4-5 guru.untuk mendampingi anak-anak,” kata Samsul.
Samsul menambahkan, mulai tahun ini program Sinau Wisata tidak menyertakan orang tua untuk mendampingi anaknya. “Orang tua memang tidak boleh mendampingi anak-anaknya selama kegiatan sinau wisata. Aturan ini mulai diterapkan tahun ini dengan tujuan siswa dilatih belajar mandiri,” kata dia. (hen)


Penulis/Editor: Hendarmono Al Sidarto

Selasa, 24 Juli 2018

Gali Potensi, Murid SMP Islam Baitul Makmur Jalani Bina Karakter Siswa

Administrator Web

MALANG-BM-Siswa baru Kelas 7 SMP Islam Baitul Makmur mengakhiri rangkaian Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) dengan menjalani Bina Karakter Siswa (BKS). Acara yang digelar selama dua hari pada Jumat (20/7/2018) hingga Sabtu (21/7/2018) ini bertempat di Ruang Kelas kompleks pendidikan Baitul Makmur.
Ketua Pelaksana BKS SMP Islam Baitul Choirul Anisa, S.S, S.Pd mengatakan, BKS diwajibkan bagi siswa baru Kelas 7 SMP Islam Baitul Makmur maupun siswa Kelas 8 dan 9 yang belum mengikuti. Acara BKS kali ini merupakan yang kedua digelar SMP Islam Baitul Makmur setelah diawali tahun lalu.
      “Diwajibkannya mengikuti BKS karena siswa akan mendapatkan sertifikat yang nanti digunakan sebagai salah satu syarat pengambilan ijazah saat siswa lulus dari Kelas 9,” papar Bu Nisa, sapaan akrab Choirul Anisa, Selasa (24/7/2018).
      Dalam BKS ini, Bu Nisa menjelaskan, materi yang diberikan di antaranya kepramukaan, pembinaan karakter, dan pembinaan agama. Tujuan pemberian ketiga materi tersebut bagi siswa adalah tercipta kedisiplinan, leadership (kepemimpinan), dan mampu bekerja sama.

       Harapan digelarnya dari BKS ini, menurut dia, para pengajar di SMP Islam Baitul Makmur bisa mengetahui potensi masing-masing siswa. Pasalnya, para pemberi materi BKS melibatkan semua guru dan pembina pramuka di SMP Islam ini. “Siswa bisa diketahui potensinya dari penilaian hasil kegiatan yang dijalani selama menjalani BKS. Dari hasil penilaian ini ada rekomendasi dari pemberi materi bahwa siswa mau diarahkan ke mana,” jelas dia.
      Selain mengetahui potensi, lanjut dia, BKS diadakan untuk lebih mengenalkan siswa terhadap lingkungan dan kebiasaan di Baitul Makmur, guru mengenal lebih dekat siswa, dan mendidik siswa.

      Bu Nisa menambahkan, dalam rangkaian BKS ini ada kegiatan malam yang materinya di antaranya berupa renungan malam, motivasi-motivasi, dan shalat tahajud. “Untuk mengikuti kegiatan malam ini siswa dibangunkan di sepertiga malam,” ujar Bu Nisa.

Sementara itu, Kepala SMP Islam Baitul Makmur Ahmad Nur Syadzili, S.Pd mengatakan, MPLS siswa Kelas 7 digelar selama tiga hari mulai Selasa (17/7/2018) hingga Kamis (19/7/2018). Selesai MPLS dilanjutkan pembinaan karakter siswa yang diadakan selama dua hari, Jumat (20/7/2018) dan Sabtu (21/7/2018).
“Saat BKS anak-anak dikarantina di sini (lingkungan sekolah Baitul Makmur) selama satu hari satu malam. Istilahnya Bina Karakter Siswa,” papar dia. (hen)



Penulis/Editor: Hendarmono Al Sidarto

Minggu, 22 Juli 2018

TK Baitul Makmur Juara 3 Lomba Menyanyi Festival HAN se-Kota Malang

Administrator Web

MALANG_BM-Taman Kanak-Kanak (TK) Baitul Makmur sukses meraih Juara 3 Lomba Menyanyi Festival Seni dan Olahraga se-Kota Malang dalam rangka menyambut Hari Anak Nasional (HAN) Tahun 2018. Acara yang digelar oleh Ikatan Guru Taman Kanak-Kanak Indonesia (IGTKI) Kota Malang bekerja sama dengan Bidang Pembinaan Pendidikan Non Formal Dinas Pendidikan (Dispendik) Kota Malang ini berlangsung di Aula Dinas Pendidikan Kota Malang kawasan Jalan Veteran No. 19 Malang, Sabtu (21/7/2018).
       Dalam Festival Seni dan Olahraga se-Kota Malang ini diperlombakan dua bidang utama yakni bidang seni melalui lomba menyanyi bersama dan melukis dengan finger print. Sedangkan bidang lomba kedua yakni bidang olahraga memperlombakan gerak dan lagu.

Kepala Sekolah TK Baitul Makmur Dewi Masita, S.Pd.I mengatakan, keikutsertaan TK Baitul Makmur dalam Lomba Menyanyi Festival Seni dan Olahraga HAN Tahun 2018 tingkat Kota Malang adalah sebagai wakil dari Kecamatan Kedungkandang, setelah memenangkan lomba yang sama di tingkat kecamatan sebagai juara 1.
“Peserta yang ikut dalam festival HAN tahun 2018 tingkat Kota Malang merupakan juara satu, dua, dan tiga lomba serupa pada tingkat kecamatan. TK Baitul Makmur sendiri mewakili kecamatan (Kedungkandang) sebagai juara pertama lomba menyanyi,” kata kepala sekolah yang akrab disapa Bu Sita saat ditemui, Senin (23/7/2018).

       Bu Sita menjelaskan, saat berlomba kelima siswa TK Baitul Makmur bersama-sama menyanyikan lagu wajib Aku Anak Indonesia dan satu lagu pilihan Teratai. Kelima siswa tersebut adalah Maulida Ghania Syakira, Sayyidati Nurul Khusnayaini, Bianka Asyifa Maharani, Neysa Evalengina Callista, dan Najwa Mughny Sholeha. 

       Menurut Bu Sita, untuk memenangkan lomba menyanyi ini tidak ada persiapan khusus yang dilakukan. “Persiapannya hanya tiga hari menjelang lomba. Hal ini disebabkan siswa peserta lomba sudah lulus dari Baitul Makmur dan masuk di kelas 1 SD/MI sehingga menyesuaikan waktunya,” ujar dia.
       Bahkan, lanjut Bu Sita, saat mengikuti lomba yang sama di tingkat kecamatan yang digelar pada April 2018 di Gedung Olahraga (GOR) Ken Arok Malang, persiapan yang dilakukan hanya dua hari. Meski demikian, hasil yang didapat sangat memuaskan karena berhasil meraih juara pertama tingkat kecamatan.


       Bu Sita menambahkan, keberhasilan TK Baitul Makmur menjuara lomba menyanyi, baik tingkat kecamatan dan Kota Malang, tidak terlepas dari kerja keras pelatih vokal dan gerak dari guru-guru TK Baitul Makmur sendiri. “Kebetulan, pelatih vokalnya saya sendiri sedangkan pelatih geraknya Ibu Sugiarti,” jelas dia. (hen)


Penulis/Editor: Hendarmono Al Sidarto

Jumat, 20 Juli 2018

Baitul Makmur Ungkap Kesuksesan Luluskan Peserta Didik di Hadapan Wali Murid SMP Islam Kelas 7

Administrator Web

MALANG_BM-SMP Islam Baitul  Makmur melakukan pertemuan dengan Wali Peserta Didik Baru Tahun Ajaran 2018/2019 di Ruang Kelas Lantai 2. Jumat (20/7/2018).  Hadir dalam pertemuan Ketua Yayasan Baitul Makmur Drs. Rolla Gino Pribadi, Kepala SMP Islam Baitul Makmur Ahmad Nur Syadzili, S.Pd, Wakil Kepala (Waka) Madrasah Diniyah Muhammad Romli, S.Ud, Waka Kurikulum SMP Baitul Makmur Lya Ratnawati, S.Pd, M.Pd, dan Wali Kelas 7 SMP Baitul Makmur Khoirul Anisa, S.S, S.Pd.
Kepala SMP Islam Baitul Makmur Ahmad Nur Syadzili, S.Pd, mengatakan tujuan digelarnya pertemuan ini yang pertama adalah untuk pengenalan struktur organisasi yayasan dan sekolah. Yang kedua, kata kepala sekolah yang akrab disapa ustadz Nur,  adalah memperkenalkan program kegiatan selama tiga tahun ke depan atau kurikulum yang disampaikan di awal. Termasuk pembentukan paguyuban wali murid.

       “Alhamdulillah, respons wali murid dalam pertemuan hari ini (kemarin) bagus. Program-program yang kami tawarkan sangat didukung dan disetujui apa yang kita sarankan. Awalnya yang tidak ingin mondok, ada yang tertarik untuk masuk ke pondok pesantren karena program yang ditawarkan sesuai dengan program sekolah,” kata ustadz Nur.
       Lebih lanjut dijelaskan ustadz Nur, siswa yang ikut program pondok pesantren diharuskan menginap di asrama yang sudah disediakan. “Jadi, siswa 24 jam berada di Baitul Makmur. Kalau yang tidak mondok, siswa hanya pagi sampai sore,” kata dia.

       Ustadz Nur menambahkan, harapan dari pertemuan ini adalah adanya dukungan dari wali murid, khususnya program sekolah tahfidz, yang tidak bisa berjalan hanya mengandalkan dari kerja keras bapak ibu guru, Melainkan juga kerja keras dari wali murid dan siswa. Karena itu, harus ada kemauan dan doa dari orang tua, anak-anak, serta usaha dari bapak ibu guru untuk mewujudkan pogram-program sekolah.
       “Harapan yang kedua, dan ini yang paling penting, adalah adanya dukungan material (dana) untuk mendukung pogram-program sekolah, khususnya sekolah tahfidz ,” jelas dia.

       Terkait kelas tahfidz, ustadz Nur mengatakan, tanggapan wali murid juga sangat setuju diadakan. “Kami tadi menyampaikan, bahwasanya kita urusi Al-Qura’an lah insya Allah, Allah akan mengurusi kegiatan kita. Dari situ mayoritas wali murid sepakat, oh betul Baitul Makmur di pagi hari dakwahnya Al-Qur’an insya Allah pelajaran yang lain akan mudah untuk diserap. Jadi semua siswa diarahkan ke tahfidz. Tinggal nanti hasilnya sesuai kemampuan dan kemauan siswa,” jelas dia.
       Ustadz Nur pun memberikan bukti bahwa lulusan tahun ajaran 2017-2018 siswa Baitul Makmur 70 persennya diterima di sekolah menengah atas (SMA)/sekolah menengah kejuruan (SMK) negeri favorit, sedangkan 30 persennya diterima di sekolah swasta.
“Ini menunjukkan siswa di sini (Baitul Mahmur) meski digembleng sekolah tahfidz, digembleng Al-Qur’an tidak kalah dengan siswa di sekolah negeri yang menekankan materi-materi UN (Ujian Nasional),” tegas ustadz Nur.

       Sementara itu, saat diberikan kesempatan bertanya dalam pertemuan kemarin, wali murid memberikan masukan-masukan untuk kemajuan Baitul Makmur ke depannya. Salah satunya adalah Slamet Djunaedi, wali murid dari Muhammad Chaidar Djunaedi P, yang menyambut baik program-program yang akan dijalankan Baitul Makmur dalam memberikan layanan pendidikan. “Saya memberikan kepercayaan penuh kepada Baitul Makmur untuk memberikan pendidikan kepada anak saya.  Saya percaya, Baitul Makmur akan mendidik siswa-siswanya menjadi yang terbaik dalam bidang agama maupun umum,” kata Slamet Djunaedi. (hen)


Penulis/Editor: Hendarmono Al Sidarto

Rabu, 18 Juli 2018

Gelar Permainan untuk Jalin Kekompakan dan Kebersamaan Siswa SMK Islam Baitul Makmur

Administrator Web

MALANG_BM-Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di jenjang SMK Islam Baitul Makmur berakhir Rabu (18/7/2018). Selain pemberian materi, juga digelar aneka permainan untuk menjalin kekompakan dan kebersamaan siswa. Permainan yang digelar di halaman sekolah yang berlokasi di Jalan Sawojajar 17B No. 58 ini berlangsung meriah.


Ada tiga permainan yang digelar selama MPLS yakni, yang pertama, memasukkan jarum ke botol. Kedua, membawa gelas berisi air di atas sarung. Ketiga,mengisi air ke dalam botol air minum dalam kemasan (AMDK) kemasan 1,5 liter yang atasnya dilubangi. Untuk menjalankan ketiga permainan tersebut, setiap tim terdiri dari empat orang siswa.


Keriuhan acara terlihat saat permainan memasukkan paku ke dalam botol digelar. Paku yang diikat tepat di tengah-tengah tali dimasukkan secara bersamaan oleh empat orang yang masing-masing diikatkan tali di tempat ikat pinggang atau di bagian belakang bagian tubuh peserta lomba. Kekompakan anggota tim menentukan cepat tidaknya untuk memenangkan permainan ini.

Setelah beradu kekompakan dan strategi, akhirnya tim dari Kelas 11 berhasil memenangkan permainan ini. Selanjutnya, tim Kelas 11 berhadapan dengan tim guru SMK Islam Baitul Makmur yang berjumlah dua tim. Sayangnya, kedua tim guru tidak berhasil mengalahkan tim Kelas 11 yang lebh cepat memasukkan paku ke dalam botol.


Dalam permainan kedua, yakni membawa gelas berisikan air di atas sarung yang dibentangkan oleh masing-masing anggota tim siswa kembali diuji konsentrasi dan kekompakannya. Dengan hati-hati, empat tim siswa SMK Islam Baitul Makmur membawa gelas tersebut ke tempat yang sudah ditunjuk. Dari permainan ini tim dari Kelas 11 kembali sukses menyelesaikan tugasnya yang tercepat.


Selanjutnya, dalam permainan ketiga mengisi botol yang sudah dilubangi di bagian atasnya, kerja sama dan kekompakan siswa harus dilakukan. Pasalnya, tanpa ada itu tidak akan diraih hasil yang maksimal. Sebab, dalam permainan ini ada pembagian tugas yang jelas di antara anggota dalam satu tim. Misalnya, ada siswa yang harus mengambil air sedangkan anggota lainnya menutupi lubang di botol agar air tidak tumpah. Dari permainan ini, tim dari Kelas12 yang berhasil mempertahankan isi air dalam botol agar tidak tumpah dalam waktu yang ditentukan.


Digelarnya permainan selama menjalani MPLS ini, menurut Wakil Kepala Kurikulum SMK Islam Baitul Makmur Febby Cahya Triandra, S.Pd, M.Pd, bertujuan untuk membentuk semangat, kekompakan, dan kebersamaan siswa selama  menjalani pendidikan di SMK Islam Baitul Makmur. Karena itu, setiap usai permainan digelar dijelaskan makna atau filosofi dari setiap permainan tersebut.


Misalnya, ustadz Febby, dalam permainan mengisi air ke dalam botol yang dilubangi, siswa diajak melakukan kerja sama dan menjalankan organisasi yang baik dalam semua hal, khususnya selama mengenyam pendidikan di Baitul Makmur. (hen)


Penulis/Editor: Hendarmono Al Sidarto

Upayakan Siswa Senang di Sekolah, MPLS di Baitul Makmur Tidak Ada Perploncoan dan Bullying

Administrator Web

MALANG_BM- Siswa baru di lingkungan sekolah Baitul Makmur menjalani Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) selama tiga hari mulai dari Senin (16/7/2018) hingga Rabu (18/7/2018). Sekolah yang terdiri dari jenjang TK Islam, SD Islam, SMP Islam, dan SMK Islam ini selama MPLS memberikan penekanan materi mulai dari pengenalan lingkungan sekolah, pembiasaan-pembiasaan di lingkungan pendidikan Baitul Makmur, dan menumbuhkembangkan penghayatan dan pengamalan ajaran agama Islam khas Pondok Pesantren.


Kepala SD Islam dan SMK Islam Baitul Makmur Dra. Hj. Fatimah, M.M, mengatakan hari pertama dimulainya MPLS dilakukan apel upacara bersama sebagai hari pertama masuk sekolah tahun ajaran baru 2018-2019. “Agenda utama apel adalah tentang  informasi MPLS dan halal bihalal. Usai apel, siswa diminta untuk berjabat tangan dengan bapak dan ibu guru, serta karyawan Baitul Makmur,” kata kepala sekolah yang akrab disapa Bu Fat ini, Selasa (17/7/2018).


Usai apel, kata Bu Fat, dilanjutkan MPLS masing-masing jenjang mulai dari SD, SMP, dan SMK sesuai jadwal. “Selain memberikan materi-materi yang sudah disiapkan, yang prinsip dalam MPLS ini adalah tidak boleh ada perploncoan,tidak boleh ada bullying. Kita harus membuat anak baru itu senang di sekolah,” tegasnya.


Bu Fat menambahkan, MPLS digelar hingga pukul 12.00 atau usai shalat Dzuhur. Untuk jenjang SD peserta MPLS hanya diikuti oleh siswa Kelas 1 sedangkan untuk jenjang SMP dan SMK diikuti oleh semua kelas.
“Usai MPLS, untuk siswa kelas 1 pulangnya usai shalat Dzuhur selama dua minggu, setelah itu normal pulangnya jam 14.00. Sedangkan siswa kelas 4,5, dan 6 pulang setelah shalat Ashar,” paparnya.


Sementara itu, Kepala SMP Islam Baitul Makmur Ahmad Nur Syadzili, S.Pd mengatakan, di hari pertama MPLS siswa dikenalkan dengan kebiasaan-kebiasaan di lingkungan Baitul Makmur, mulai diawali dengan shalat Dhuha ditutup dengan shalat Dzuhur.
“Untuk siswa SMP, MPLS dilakukan mulai hari ini (Selasa, 17/7/2018) hingga Kamis. Kemudian hari Jumat dan Sabtu ada pembinaan karakter siswa. Nanti anak-anak akan dikarantina di sini (lingkungan sekolah Baitul Makmur) selama satu hari satu malam, kegiatannya full. Istilahnya Bina Karakter siswa,” papar dia. (hen)


Penulis/Editor: Hendarmono Al Sidarto

Kamis, 12 Juli 2018

Lakukan Pemantapan, Wali Murid Kelas 1 SD Islam Baitul Makmur Dikumpulkan

Administrator Web

MALANG_BM-Menjelang masuknya tahun ajaran baru 2018-2019, SD Islam Baitul Makmur kembali menggelar pertemuan dengan orangtua peserta didik kelas 1. Setelah pertemuan pertama dilakukan Maret lalu, pertemuan kedua kembali digelar pada Kamis (12/7/2018). Acara yang bertempat di Ruang Kelas lantai 2 kompleks pendidikan Baitul Makmur Jl Raya Sawojajar 17B ini dihadiri Ketua Yayasan Baitul Makmur Drs. Rolla Gino Pribadi, Kepala Sekolah SD Islam Baitul Makmur Dra. H Fatimah, M.M, para guru kelas 1, dan wali murid kelas 1.


Kepala Sekolah SD Islam Baitul Makmur Dra. Hj. Fatimah, M.M, mengatakan, pertemuan yang digelar kemarin bertujuan untuk mengkondisikan wali murid tahu isi tentang sekolah Baitul Makmur. Jadi, tidak seperti membeli kucing dalam karung, tidak tahu jerohannya Baitul Makmur, masuk hanya ikut-ikut.

,     “Intinya, wali murid itu tahu pembiasaan di sini (Baitul Makmur), kurikulum yang dipakai apa, jumlah gurunya ini, caranya yang dipakai seperti itu, ruang kelasnya di mana, wali kelasnya siapa. Itu tadi yang diperkenalkan kepada wali murid, ” kata perempuan yang akrab disapa Bu Fat ini, usai acara pertemuan dengan wali murid Kelas 1 SD Islam Baitul Makmur.
Dalam pertemuan tersebut, menurut Bu Fat, juga dibentuk paguyuban wali murid per kelas. “Itu tadi wali murid per kelas ngumpul menentukan pengurus paguyuban. Jadi, ini untuk pemantapan kembali karena hari Senin (16/7/2018) masuk sekolah. Supaya dia seragamnya tahu, kelasnya tahu,” jelasnya.

Selain membangun komunikasi, dalam kesempatan tersebut Bu Fat juga berharap wali murid ikut berpartisipasi aktif untuk membantu, terutama dalam pembiasaan-pembiasaan belajar karena anak SD itu perlu pembentukan karakter.
“Pembentukan karakter itu lewat pembiasaan-pembiasaan di rumah. Misalnya, anak nggak sopan, anak berbuat apa, shalatnya aktif nggak, belajarnya disiplin nggak, mau membantu orang tua nggak, jiwa sosialnya bagaimana, detilnya semua itu orang tua yang tahu. Karena itu orang tua harus berperan aktif. Kalau di sekolah itu hanya sebatas belajar,” kata Bu Fat.

Sementara itu, setelah acara pertemuan berakhir, wali murid memanfaatkan waktunya untuk melakukan pengambilan seragam dan buku-buku sekolah. Menurut Bu Fat, pengambilan seragam dan buku ini hanya dilakukan sebagian wali murid yang belum menggambil. “Sebagian besar seragam dan buku sudah diambil Maret lalu,” tandasnya. (hen)

Penulis/Editor: Hendarmono Al Sidarto

Coprights 2018 | Designed By | #GoldCreative