Informasi lengkap silahkan hubungi : 0341 - 717753

INFORMASI PPDB KB/TK
Penerimaan Peserta Didik Baru sudah dibuka
Waktu Pendaftaran
Januari - Mei 2018
INFORMASI PPDB SD Islam
Penerimaan Peserta Didik Baru sudah dibuka
Waktu Pendaftaran
4 Januari - 30 Juni 2018
INFORMASI PPDB SMP Islam
Penerimaan Peserta Didik Baru sudah dibuka
Waktu Pendaftaran
1 Maret - 30 Juni 2018
INFORMASI PPDB SMK
Penerimaan Peserta Didik Baru sudah dibuka
Waktu Pendaftaran
1 Maret - 30 Juni 2018

Kamis, 15 Agustus 2019

Tumbuhkan Rasa Empati dan Peduli kepada Sesama Melalui Berkurban

Administrator Web







MALANG-BM-Lembaga pendidikan yang bernaung di bawah Yayasan Baitul Makmur tiap tahun mengajak siswa dan orang tua siswa untuk menyalurkan hewan kurban lewat sekolah. 
“Alhamdulillah, pada Idul Adha tahun ini, Baitul Makmur berhasil mengumpulkan hewan kurban berupa sapi satu ekor dan kambing 7 ekor,” kata Ketua Panitia Hari Raya Idul Qurban 1440 H, Wawan Dwi Setyawan, S.Pd.I, ditemui di sela-sela penyembelihan hewan kurban, Selasa (13/8/2019).
      Ia menambahkan, hewan kurban itu berasal dari dua sumber. Pertama, kurban kambing sebanyak lima ekor atas nama pribadi siswa maupun orang tua siswa. Kedua, hewan kurban satu ekor sapi dan dua ekor kambing dari Yayasan Baitul Makmur.
      “Ada peningkatan jumlah hewan kurban dibandingkan tahun lalu yang hanya tiga ekor hewan kurban berupa satu ekor sapi dan dua ekor kambing,” ujarnya.
Ustadz Wawan, menyebutkan, seluruh hewan kurban itu dipotong pada hari Selasa (12/8/2019), di halaman sekolah Baitul Makmur. “Para siswa SD, menyaksikan langsung pemotongan kambing kurban tersebut. Sedangkan siswa SMP dan SMK menyaksikan pemotongan, kemudian ikut terlibat dalam penanganan daging kurban itu hingga siap didistribusikan,” ujarnya.

Selain itu, lanjut ustadz Wawan, wali murid dilibatkan dalam penyembelihan hewan kurban ini, yakni dari paguyuban sekolah dan yang berkurban. “Wali murid yang berkurban kita beri haknya. Selain itu, daging hewan kurban dibagikan kepada warga sekitar sekolah Baitul Makmur, siswa, guru dan  karyawan Baitul Makmur.  
Ustadz Wawan mengemukakan, program penyembelihan hewan kurban  dimaksudkan sebagai pembelajaran bagi para siswa. “Melalui program ini, kami ingin memperkenalkan pembelajaran kurban kepada para siswa. Selain itu, menumbuhkan rasa empati dan kepedulian kepada sesama.  Kami juga berharap, semoga ke depannya, para siswa terbiasa saling berbagi. Manakala nanti mereka sudah mampu, kelak mereka pun akan rutin berkurban tiap tahun,” tuturnya.
       Sementara itu, Ketua Seksi Distribusi Dewi Muyassaroh, S.Pd.l memimpin langsung siswa siswi SD Islam Baitul Makmur dalam pendistribusian daging kurban untuk warga sekitar sekolah. Distribusi  ini dengan melibatkan siswa SD Islam Baitul Makmur kelas 1, 2, dan 3.
      “Anak-anak, nanti saat membagikan ke rumah-rumah (warga di sekitar sekolah) sebelumnya lebih dulu ketok pintunya dan jangan lupa mengucapakan salam,” kata ustadzah Dewi, sapaan akrab Dewi Muyassaroh, S.Pd.I, saat memberikan pengarahan sebelum memberangkatkan siswa siswi SD Islam Baitul Makmur tersebut.
      Didampingi guru dan wali murid, siswa siswi kelas rendah tersebut berbaris yang masing-masing membawa satu bungkus daging kurban untuk dibagikan ke warga sekitar. (hen)


Penulis/Editor: Hendarmono Al Sidarto

Rabu, 24 Juli 2019

Sosialisasikan Program Sekolah, Jalin Komunikasi dengan Orangtua Siswa

Administrator Web







MALANG_BM- Sebagai langkah awal kerjasama antara sekolah dan orangtua untuk mendukung kegiatan belajar dan mengajar (KBM), sekolah perlu berkomunikasi dengan orangtua. Hal ini yang dilakukan oleh SMP Islam Baitul Makmur dengan menggelar pertemuan bersama orangtua siswa kelas 7 di ruang kelas SMP Islam Baitul Makmur, Senin (22/7/2019).  
      Acara pertemuan yang dipimpin langsung oleh Kepala SMP Islam Baitul Makmur, Ahmad Nur Syadzili, S.Pd, M.Pd ini, juga dihadiri Ketua Yayasan Baitul Makmur Drs H Rolla Gino Pribadi.  Dalam pertemuan ini, terjadi dialog yang gayeng antara pihak sekolah dengan orangtua siswa.
“Intinya, kami mensosialisasikan program-program kegiatan di SMP Islam Baitul Makmur selama satu tahun ke depan. Mungkin ada masukan-masukan dari orangtua terkait program yang kita sampaikan lalu kita bahas bersama,” kata kepala sekolah yang biasa disapa ustadz Nur ini.
Menurut dia, ada beberapa masukan dari orangtua siswa seperti pemenuhan fasilitas dan sebagainya terkait dengan kebutuhan anak-anak. Tujuannya, anak-anak belajar di Baitul Makmur  kerasan.
“Alhamdulilah, tidak ada keluhan dan mereka antusias mensupport di bidang akademik dan non akademik. Intinya, kami sudah siap menjalankan program-program,” kata ustadz Nur.
Ustadz Nur juga mengingatkan orangtua siswa yang masih memiliki tanggungan angsuran biaya agar segera melunasi. “Intinya, dalam dua hari ke depan sekolah bisa menyusun RAPBS. Karena itu, orangtua diharapkan segera melunasi tanggungan angsuran,” tandasnya.
      Sementara itu, Ketua Yayasan Baitul Makmur Drs H Rolla Gino Pribadi mengatakan, pihaknya  berharap ada keterlibatan orangtua siswa untuk membantu proses pembelajaran di Baitul Makmur, terutama yang memiliki rezeki lebih.
      “Di sini (Baitul Makmur) ada anak yang sekolahnya gratis tis. Meski pada dasarnya, kami bisa (membiayai), namun diharapkan orangtua yang memiliki rezeki lebih ada yang mau membantu,”  ujar Abah Gino, sapaan Rolla Gino Pribadi. (hen)



Penulis/Editor: Hendarmono Al Sidarto

  

Minggu, 21 Juli 2019

Melalui Pembinaan PPDB dan MPLS, SMP Islam Baitul Makmur Berbenah

Administrator Web






Oleh: Nurul Aini Kholiq, S.Pd.I 

MALANG_BM-Visiting oleh pengawas sekolah sangat penting dibutuhkan oleh setiap lembaga sekolah di Indonesia, baik mulai dari tingkat TK, SD, SMP, dan SMA/SMK di Indonesia. Hal ini bertujuan  untuk mendapatkan perhatian dan pembinaan ke arah sekolah yang lebih baik. 
Seperti yang dilakukan Pengawas SMP Dinas Pendidikan Kota Malang, Sri Winaryati, S.Pd, M.M. saat melakukan visiting di SMP Islam Baitul Makmur Rabu, (10/72019). Dalam pemaparannya, arahan dan masukan diberikan kepada seluruh guru SMP Islam Baitul Makmur yang hadir dalam pembinaan tersebut.
Pengarahan dan masukan yang sempat terekam dalam benak penulis antara lain adalah :
1. Raport mutu tiap tahun harus dibuat. Tujuannya untuk penanganan dan pemetaan sekolah-sekolah di Kota Malang guna perbaikan mutu dan kualitas. Oleh karena itu sekolah harus selalu berbenah.
2. Dalam masalah lingkungan, ditegaskan bahwa itu menentukan. Artinya, lingkungan harus dibentuk dan diciptakan untuk anak didik dengan harapan yang lebih baik.
3. Guru harus menyadari bahwa tugas utamanya adalah mendidik bukan mengajar. Mendidik inilah yang nantinya menjadikan sebuah karakter yang bagus atau luar biasa yang akan dibawa sampai ke akhirat.
4. Ke depan, murid diharapkan tidak hanya pintar tetapi perilakunya  juga bagus (akhlakul karimah ). Bahwa, pintar yang bagus itu kelak tidak harus jadi Pegawai Negeri Sipil (PNS). Artinya. menjadi PNS atau bukan sama saja yang terpenting adalah pengabdian.
5. Guru dituntut tidak hanya pintar membuat  perangkat RPP, Silabus, Prota, Promes, dan lain-lain sebagai kelengkapan dokumen satu, dokumen dua, dan seterusnya sebagai penilaian pengawas. Tapi, lebih dari itu guru harus selalu berbenah dalam segala hal dan bertanggung jawab atas lembaga, anak didik, dan masyarakatnya.
Menindak lanjuti perkembangan lembaga pendidikan di Baitul Makmur, khususnya SMP Islam Baitul Makmur, tentu harapannya adalah akreditasi A dari saat ini akreditasi B. Pencapaian akreditasi yang bagus ini tergantung pada komitmen seluruh guru SMP Islam Baitul Makmur itu sendiri. Terkait akreditasi yang bagus, pengawas SMP yang akrab disapa Ibu Win ini menyebutkan,  guru harus sesuai kompetensi mata pelajaran (mapel)  yang diampunya.
Sementara itu, Kepala Sekolah SMP Islam Baitul Makmur, Ahmad Nur Syadzili, S.Pd, M.Pd menyampaikan bahwa guru yang kompeten di bidangnya itu memang sudah menjadi keharusan dan sesuai program dari pada pihak Yayasan Baitul Makmur.  Ustadz Nur, sapaan akrab Ahmad Nur Syadzili, berharap ke depan hubungan pihak sekolah dengan pengawas selalu dalam pembinaan sewaktu-waktu mudah dibutuhkan.
Gayung bersambut, harapan kepala sekolah itu disambut baik oleh pengawas sekolah bahwa pihaknya siap “menguraikan” melalui Bosda dan Bosnas. Di antaranya, menggelar workshop di sekolah dengan menghadirkan nara sumber berkompeten, dan kegiatan-kegiatan lainnya.
Oleh karena itu kegiatan visiting pengawas sewaktu-waktu harus diwujudkan, dalam artian hubungan antara pengawas dengan pihak sekolah tidak ada image saling membebani di antara tugas dan tanggung jawab masing-masing. Mengenai visiting, pengawas diundang atau tidak (datang sewaktu-waktu ke sekolah) adalah sesuatu yang fakta. Ibu Win sendiri berharap visiting bisa selalu terealisasi dengan baik untuk mendampingi guru.  Sehingga, jika ada masalah bisa dicatat untuk ditindaklanjuti dan diselesaikan.
Sebaliknya, jika ke depannya ada guru maupun anak didik berprestasi, tentu menjadi suatu hal yang menggembirakan dan selayaknya mendapatkan penghargaan. Begitu  juga pengawas akan merasa turut senang terhadap lembaga sekolah yang dibinanya. Dengan demikian, hubungan pihak sekolah dan pemerintah, dalam hal ini Diknas Kota Malang tidak ada selisih paham atau gab (berseberangan), karena bisa diselesaikan melalui perantara pengawas sekolah yang bertugas.
Selain paparan di atas, Ibu Win juga menyampaikan beberapa solusi, antara lain melalui musyawarah guru mata pelajaran (MGMP). Di forum MGMP ini seluruh guru harus aktif untuk menggali ilmu-ilmu di dalamnya. Di antara fungsi kegiatan MGMP adalah untuk melengkapi perbaikan RPP, Silabus, dan perangkat lainnya di tiap-tiap bidang pelajaran.
Sesuai peraturan, kegiatan MGMP dilaksanakan di atas jam 12.00 WIB. Tujuannya, guru tidak banyak meninggalkan jam pelajaran di sekolah. Sehingga guru yang bertugas ada senggang waktu dan bisa mengkondisikan jam pelajaran sejak pagi, manakala dimungkinkan jam pelajaran berbenturan. Dengan demikian, kegiatan sekolah pun juga terlayani dengan baik dan efektif.
Dalam kegiatan visiting kemarin, pengawas sekolah juga menyampaikan bahwa setiap guru harus memiliki bank soal. Pasalnya, bank soal sebagai solusi yang mengena pada tugas-tugas siswa di sekolah. Mengenai solusi yang berkaitan dengan RPP, Silabus, dan perangkat pembelajaran, pengawas sekolah menegaskan yang terpenting adalah guru harus  paham terlebih dahulu, karena masalah revisi itu hal yang mudah.
Menurut Ibu Win, SMP Islam Baitul Makmur dimungkinkan akan lebih mudah penanganannya karena di lingkungan pesantren. Selain itu, di sekolah swasta pelaksanaan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) lebih bebas dibandingkan sekolah negeri. Apalagi, di lingkungan pesantren layaknya SMP Islam Baitul Makmur ini, yakin sangat diperhitungkan.
Namun, diingatkan oleh pengawas sekolah, selain perbaikan PPDB tentu diperkuat dengan masa pengenalan lingkungan sekolah (MPLS) nantinya, yang mana MPLS di masing–masing sekolah untuk kuantitas waktu yang dibutuhkan pasti berbeda dan disesuaikan kebutuhannya. Begitulah pungkas penjelasan dari Ibu Win sebelum undur diri dari SMP Islam Baitul Makmur untuk kegiatan selanjutnya. (*/hen)

*Penulis adalah Staf TU dan Operator Dapodik SMP Islam Baitul Makmur Malang



Editor : Hendarmono Al Sidarto


Samakan Persepsi antara Orang Tua dan Sekolah

Administrator Web






MALANG_BM-Yayasan Baitul Makmur menggelar acara parenting untuk orang tua siswa baru SD Islam Baitul Makmur dan SMP Islam Baitul Makmur di ruang pertemuan SD Baitul Makmur pada Jumat (21/6/2019). Acara ini menghadirkan narasumber Dr. Dra. Hj. Umi Dayati, M.Pd, dosen Universitas Negeri Malang (UM) yang juga motivator  tingkat nasional hingga ASEAN.

      Menurut Umi, sapaan akrab Dr. Dra. Hj. Umi Dayati, M.Pd, maksud dan tujuan digelarnya parenting ini adalah untuk menyamakan persepsi antara orang tua dan sekolah. Ini dilakukan biar tidak ada dusta di antara dua-duanya.
“Jadi bocahe (anaknya) nanti mendapatkan pemahaman yang utuh. Sekolah karepe ngopo, opo kurang ngopo dadi satu (Sekolah inginnya bagaimana, apa kurang bagaimana jadi satu). Saya masalah psikologinya, bagaimana caranya mendidik anak di rumah dan sekolah tidak ada bedanya. Di sekolah butuh kasih sayang di rumah ya jangan dimarahi,” papar dia.
Lebih lanjut dijelaskan Umi, setiap anak punya sembilan kecerdasan otak yang dikenal dengan istilah kecerdasan majemuk (multiple intellegences). “Jangan dipaksa anaknya beralih. Ibaratnya, ikan lele tidak akan bisa berubah menjadi gurami. Ikan gurami tidak bisa berubah menjadi cebong. Biarkan apa adanya jadinya ikan gurami yang baik. Jadi, sebaiknya memang di awal kegiatan (menyamakan persepsi). Kalau sudah tengah-tengah agak sulit. Kalau diawal kegiatan otaknya masih bening,” ulas dia.
Dengan demikian, lanjut Umi, sekolah bersama orang tua siswa berjalannya enak ketika mendidik anak, tidak ada selegenje. “Tadi juga saya ceritakan yang saat ini menggoda anak-anak SMP adalah seks bebas, video porno, dan HP (handphone). Itu masalah yang sekarang  lagi ramai. Nah, itu orang tua dan guru ayo kerja sama. Gurune melarang, orang tuanya melepaskan. Itu nanti membuat anaknya bingung. Jadi kerja sama antara orang tua, guru dan ditambah masyarakat,” pungkasnya.
Sementara itu, dalam acara tersebut Kepala SD Islam Baitul Makmur Dra.Hj. Fatimah, M.M, memberikan penjelasan secara garis besar tentang lembaga pendidikan yang bernaung di bawah Yayasan Baitul Makmur, yakni KB/TK, SD Islam, SMP Islam, SMK, dan Pondok Pesantren.

Kepala sekolah yang akrab disapa Bu Fat ini memberikan penjelasan secara menyeluruh tentang lembaga pendidikan yang bernaung di Yayasan Baitul Makmur, mulai dari sarana dan prasarana yang tersedia, visi misi, proses kegiatan belajar dan belajar (KBM), program-program sekolah, dan lain-lain.   
Sebelumnya, Kepala SMP Islam Baitul Makmur Ahmad Nur Syadzili, S.Pd, M.Pd, mengatakan hal yang sama tentang SMP Islam Baitul Makmur secara garis besar. Penjelasan ini untuk memberikan gambaran dan pemahaman kepada orang tua siswa yang anak-anaknya disekolahkan di SMP Islam Baitul Makmur.  
Baik Bu Fat maupun ustadz Nur, sapaan Ahmad Nur Syadzili, berharap ada kerja sama yang erat antara orang tua siswa dengan sekolah sehingga dapat membantu kelancaran proses KBM di Baitul Makmur. (hen)


Penulis/Editor: Hendarmono Al Sidarto

Jumat, 21 Juni 2019

Agama Dapat, Vokasi Hebat, dan Output Beradab

Administrator Web





Penguatan Karakter di SMK Baitul Makmur Mulai Tahun Ajaran Baru 2019/2020


MALANG_BM- Berbicara soal sekolah menengah kejuruan (SMK) berkarakter, khususnya sekolah swasta, di Malang memang banyak pilihan. Namun, ada yang beda di SMK Baitul Makmur yang beralamat di Jalan Sawojajar 17B No.58 ini. Mulai tahun ajaran baru 2019/2020, akan ada tambahan dalam proses kegiatan belajar mengajar (KBM), yakni penguatan karakter adab bagi anak didiknya. 
      Penguatan karakter adab ini melengkapi program literasi dan tahfidz yang saat ini menjadi andalan SMK Baitul Makmur. Saat ini, program literasi sudah membuahkan hasil dimana siswa SMK Baitul Makmur sudah berprestasi di tingkat Kota Malang, Provinsi Jawa Timur, dan pada Juli 2019 mendatang siap beradu di tingkat nasional. Sedangkan tahfidz dilakukan setiap pagi sebelum siswa masuk kelas menyetorkan langsung hafalannya kepada gurunya.
      SMK Baitul Makmur sendiri merupakan lembaga pendidikan di bawah naungan Pondok Pesantren Tahfizh Al-Qur’an Baitul Makmur. Selain SMK, lembaga pendidikan yang berada dalam naungan Pondok Pesantren ini adalah jenjang Kelompok Bermain dan Taman Kanak-Kanak (KB/TK), Sekolah Dasar Islam (SDI), dan  Sekolah Menengah Pertama Islam (SMPI).
      Kepala SMK Baitul Makmur Febby Cahya Triandra, S.Pd, M.Pd mengatakan, dipilihnya adab sebagai penguatan karakter siswa bukan tanpa alasan.  ”Mengapa adab yang kami tekankan. Pasalnya, saat ini banyak sekali kita temui anak pintar-pintar tapi tidak tahu adab. Ini mengerikan.  Bagi kami, penekanan (pelajaran) agama itu perlu, tetapi sebelum belajar ilmu yang paling dipentingkan adalah adab. Al'adabul fauqol 'ilmi. Adab itu lebih tinggi daripada ilmu,” kata kepala sekolah asli Arema ini, Kamis (20/6/2019).
Dia menambahkan, penguatan karakter adab ini dengan menggunakan kitab rujukan atau referensi Al-Akhlaq lil Banat karangan Prof. Dr. Umar bin Ahmad Baraja. "Jadi, kami tidak sembarangan menerapkan penguatan karakter adab karena menggunakan kitab rujukan," tandasnya.
Lebih lanjut dipaparkan dia, dalam implementasinya mulai tahun ajaran baru 2019/2020 setiap guru membawahi 5-7 orang siswa sebagai guru pamong. Dan setiap guru nanti memegang buku kasus atau istilahnya seperti bimbingan konseling. Jadi, tiap-tiap guru akan bertindak sebagai ayah atau ibu mereka ketika siswa ada di sekolah. Sehingga ketika terjadi masalah ataupun persoalan terkait adab setiap harinya, guru tersebut yang bertanggung jawab mulai kelas 1-kelas 3.
      Dengan demikian, lanjut dia, yang memahami dan mengayomi siswa adalah gurunya karena di bawah tanggung jawabnya. Pasalnya, guru juga diposisikan sebagai standar ukuran bagi siswa, baik secara akhlak, pelajaran, dan lain-lain. Termasuk kegiatan luar seperti home visit bisa terjalin dengan memanfaatkan waktu liburan. Sedangkan wali kelas hanya bertindak dalam proses administrasi.
      “Sistem ini berbeda dengan yang dijalankan sebelumnya yakni di bawah naungan wali kelas. Wali kelas hanya berurusan dengan KBM (kegiatan belajar dan mengajar). Untuk keseluruhannya otomatis guru bertanggungjawabnya terhadap siswa. Jadi sekarang tidak ada lagi cerita guru tidak ada di sekolah, loncat sana loncat sini tapi harus full time di sini (SMK Baitul Makmur),” ujar pria berkacamata ini.
      Selain penguatan adab, dia mengatakan, pihaknya akan merapkan system blocking materi. Jadi materi-materi yang tidak berkaitan dengan ujian nasional, bisa diterapkan blocking. Misalnya, mata pelajaran seperti kesenian yang hanya di kelas 10, sejarah dan lain-lain semua materi di semester 2 akan diajarkan di semester 1 semua. Sehingga untuk pelajaran lainnya bisa kita perbanyak di bidang produktif sampai maksimal sesuai dengan moto sekolah vocation (kejuruan). Jadi bukan di materi saja. Sedangkan yang lain-lain lebih banyak penggunaan modul.
      “Dengan diterapkan sistem baru ini, maka siswa akan mendapatkan nilai plus karena agamanya dapat, vokasinya hebat, dan ketika sudah jadi output tidak merugikan masyarakat karena beradab. Dengan demikian lulusan SMK Baitul Makmur benar-benar baik,” tegas dia. (hen)

Unjuk Ekspresi dan Latih Keberanian Anak Lewat Pentas Seni

Administrator Web




MALANG-BM- Kelompok Bermain dan Taman Kanak- Kanak (KB/TK) Baitul Makmur menggelar acara Pentas Seni dan Pelepasan Siswa Siswi Baitul Makmur Tahun Ajaran 2018/2019  di De Rumah Playground, Jalan Veteran, Selasa (18/6/2019). Acara yang diikuti puluhan anak, orang tua murid, dan guru ini diisi dengan berbagai acara hiburan. Di antaranya, pentas seni tari, menari, dan puisi yang diikuti seluruh siswa KB/TK secara  bergantian sehingga membuat acara semakin meriah.
Turut hadir dalam acara tersebut Dr. Joko Santosa, SE,MM, Ketua Pelaksana Harian/Sekretaris Yayasan Baitul Makmur  yang mewakili Ketua Umum Yayasan Baitul Makmur Drs H Rolla Gino Pribadi. 
      Kepala Sekolah KB/TK Baitul Makmur Dewi Masita, S.Pd.I mengatakan, acara perpisahan dan pentas seni ini diselenggarakan dalam rangka bersilaturahmi kepada seluruh orang tua murid dan sebagai pelepasan murid TK B kepada orang tua untuk kemudian nantinya melanjutkan ke pendidikan di jenjang selanjutnya.
      “Pentas seni bersamaan pelepasan siswa TK B sudah dua tahun ini kami laksanakan dan diagendakan setiap tahun. Acara ini juga bertujuan untuk mengekspresikan kebolehan anak-anak dalam bidang seni yang ingin kami gali,” kata kepala sekolah yang akrab disapa Bu Sita ini.
      Selain ajang ekspresi, dia melanjutkan, pentas seni juga untuk melatih keberanian anak-anak tampil di atas panggung. Jika sebelumnya ada anak-anak yang tidak mau atau malu tampil, akhirnya mau dan berani naik ke atas panggung. “Ini juga untuk pembelajaran siswa TK A supaya berani tampil sekaligus persembahan kepada orang tuanya,” ujarnya.
      Menurut dia, respons orangtua sangat bagus atas digelarnya pentas seni ini. “Mereka antusias ingin anak-anaknya tampil di depan. Itu suatu kebanggaan tersendiri buat orang tua,” tandasnya.

      Sementara itu, dalam kesempatan tersebut dilakukan pemberian penghargaan siswa terbaik kelasTK A. Terbaik 1 diraih Thalita Hasna Zahirah putri Aryo Bagas Ersiantoro, terbaik 2 Ganesa Eka Hafidzah putri dari Suhariyanto, dan terbaik 3 adalah Athallah Irdina Sakhiy putri  dari Sutarno. (hen)



Penulis/Editor : Hendarmono Al Sidarto

Ajak Kembali Guru dan Karyawan Bekerja Lebih Giat dan Keras

Administrator Web

  



Pesan Abah Gino dalam Halal Bihalal Idul Fitri 1440 Hijriah


MALANG_BM– Memanfaatkan momentum Idul Fitri 1440 Hijriah,  keluarga besar Yayasan  Baitul Makmur menggelar halal bihalal, Senin (17/6/2019). Kegiatan yang digelar di Gardenia Resto, Jalan Bandung ini dihadiri Ketua dan pengurus Yayasan, seluruh guru TK Islam, SD Islam, SMP Islam, dan SMK, serta karyawan Baitul Makmur. Sedangkan hikmah halal bihalal disampaikan oleh ustadz Samin.
Ketua Yayasan Baitul Makmur Drs H Rolla Gino Pribadi dalam kesempatan tersebut meminta  maaf atas nama pribadi dan keluarga atas kesalahan yang dilakukan kepada dewan guru dan karyawan Baitul Makmur. “Kami memohon maaf, khususnya kepada dewan guru, jika selama ini banyak yang nggrundel (mengeluhkan) kalau diajak rapat-rapat mendadak untuk membahas program-program sekolah. Sudah kebiasaan saya menyelesaikan masalah yang tidak terpogram dilakukan mendadak. Namun, insyaallah, kalau saya marah dalam rapat dengan bapak ibu guru, satu jam kemudian atau setelah rapat usai, marah saya sudah hilang tidak menunggu-nunggu besok. Tidak ada dendam-dendaman,” tegas Ketua Yayasan yang akrab disapa Abah Gino ini.
      Selain meminta maaf, Abah Gino di acara ini juga mengajak seluruh dewan guru dan karyawan kembali beraktivitas setelah libur panjang merayakan hari raya Idul Fitri 1440 Hijriyah. “Mari dalam minggu ini kita melanjutkan perjuangan kita untuk mendidik anak-anak didik kita. Untuk itu harapan kami, mari kita kembali bekerja lebih giat lagi, lebih keras lagi sehingga apa yang  diharapkan masyarakat, wali murid yang menitipkan putra putrinya di Baitul Makmur dapat mendapatkan hasil yang terbaik,” kata Abah Gino.
Sementara itu, dalam hikmah halal bihalal yang disampaikan oleh ustadz Samin, diungkapkan ada empat macam orang ketika melakukan amalan ini tidak meningkat kualitasnya, maka amalnya tidak akan diterima oleh Allah SWT. Yang pertama orang yang berpuasa Ramadhan. Setelah berpuasa seseorang itu meningkat apa tidak kualtias kerjanya.
Kedua, orang yang setelah berjihad fi sabilillah tapi tidak juga meningkat kualitasnya maka jihadnya tidak diterima. Ketiga, orang yang pergi haji. Jika setelah berhaji semakin buruk maka hajinya tidak diterma oleh Allah SWT.
“Misalnya, suka ngrasani padahal orang yang suka ngrasani itu kena balak 10 yang salah satunya jauh dari rahmat Allah SWT. Karena itu, kalau masih berharap rahmat Allah maka termasuk orang yang merendah dihadapan Allah. Karena itu, kurangi perasaan merasa. Kalau bukan saya tidak beres, kalau bukan saya  tidak tuntas, kalau tidak saya gurunya  tidak akan pandai.  Jangan…kita hanya sekedar menyampaikan ilmu. Rahmat dan hidayah yang memasukkan ke anak itu urusannya Allah,” kata ust. Samin.
Karena itu, lanjut dia, guru harus banyak-banyak berdoa. Guru yang tidak mendoakan siswanya akan bahaya. Anak yang tambah pintar akan tambah kurang ajar. Dia pun  meminta guru jangan sampai mangkelan, jangan sampai benci terhadap anak didiknya.

“Ada siswa yang nakal tambah disayangi, didoakan agar dapat hidayah. Ingat, jangan bangga kepada anak yang pintar. Belum tentu anak pintar ini nantinya akan berbakti kepada gurunya. Juga, jangan benci dengan anak yang bandel. Belum tentu anak yang bandel ini pada saat besarnya nanti tidak bakti kepada gurunya,” pesannya. (hen)





Penulis/Editor:  Hendarmono Al Sidarto

 

Coprights 2018 | Designed By | #GoldCreative