Informasi lengkap silahkan hubungi : 0341 - 717753

INFORMASI PPDB KB/TK
Penerimaan Peserta Didik Baru sudah dibuka
Waktu Pendaftaran
Januari - Mei 2018
INFORMASI PPDB SD Islam
Penerimaan Peserta Didik Baru sudah dibuka
Waktu Pendaftaran
4 Januari - 30 Juni 2018
INFORMASI PPDB SMP Islam
Penerimaan Peserta Didik Baru sudah dibuka
Waktu Pendaftaran
1 Maret - 30 Juni 2018
INFORMASI PPDB SMK
Penerimaan Peserta Didik Baru sudah dibuka
Waktu Pendaftaran
1 Maret - 30 Juni 2018

Sabtu, 15 September 2018

Sambut 1 Muharram 1440 H, Baitul Makmur Gelar Jalan Sehat dan Beragam Lomba Islami

Administrator Web
MALANG_BM- Menyambut 1 Muharram 1440 H, Yayasan Pendidikan dan Sosial Baitul Makmur Kota Malang, Selasa (11/9/2018) pagi, mengadakan jalan sehat dan beragam perlombaan islami, seperti kreasi islami, tahfidz couple, dan fashion couple. Sekitar 1.000 peserta yang terdiri dari warga  yayasan Baitul Makmur, tenaga pendidik, siswa dan wali murid dari TK/KB, SD Islam, SMP Islam, dan SMK Islam mengikuti kegiatan jalan sehat.

Start jalan sehat dimulai pukul 06.00 dari halaman sekolah yang berada di Jalan Sawojajar 17 B, menuju Jalan Raya Sowajajar-Jalan Terusan Danau Mendana Barat-Jalan Danau Maninjau Raya-Jalan Danau Limboto Barat-Jalan Raya Sawojajar, dan finis di halaman sekolah Baitul Makmur. Rute yang ditempuh sekitar 2 kilometer (km).

Peringatan 1 Muharram atau Tahun Baru Islam di Baitul Makmur tahun ini mengambil tema “Raih Kesuksesan di Tahun Baru Islam melalui Kesehatan, Pendidikan Al-Qur’an, dan Kebersamaan”. Acara pelepasan jalan sehat dilakukan oleh Ketua Yayasan Baitul Makmur Drs. H. Rolla Gino Pribadi yang diiringi marching band dari siswa SD Islam Baitul Makmur.

Kepala lembaga Pendidikan SD Islam dan SMK Islam Baitul Makmur Dra. Hj. Fatimah, M.M, dalam sambutannya menuturkan, bisa berkumpulnya Keluarga Besar Baitul Makmur dalam rangka memperingati 1 Muharram 1440 H ini merupakan kebanggaan tersendiri. Meski persiapannya mepet, namun acara bisa terlaksana dengan sukses.

“Dengan peringatan (1 Muharram 1440 H) ini mudah-mudahan di tahun yang akan datang Allah SWT memberikan keridhoan apa yang kita rencanakan. Karena itu, saya atas nama yayasan, pribadi, kepala sekolah TK, SD, SMP, dan SMK mengucapkan terima kasih atas dukungan dari wali murid dalam penyelenggaraan acara ini,” kata kepala sekolah yang akrab disapa dengan Bu Fat ini.
Ketua Panitia Gebyar 1 Muharram 1440 H Baitul Makmur, Wawan Dwi Setyawan, S.Pd.I mengatakan
maksud dan tujuan digelarnya Gebyar Muharram ini, selain sebagai acara rutin tahunan juga untuk menjalin tali silaturahim dan kekeluargaan di antara keluarga besar Yayasan Baitul Makmur agar terus terjalin ukhuwah islamiyah, syiar Islam, memupuk dan mempererat rasa persaudaraan.

“Kami juga berharap bisa memunculkan bibit-bibit baru dari anak-anak didik kami yang tahfidz terkait program tahfidz di sekolah yang bernaung di Yayasan Baitul Makmur, khususnya di SD dan SMP.
Karena itu, untuk memeriahkan peringatan 1 Muharram 1440 H ini digelar beberapa lomba islami, di antaranya tahfidz. Dengan melahirkan bibit-bibit baru, nantinya kami bisa mengandalkan anak didik kami dalam lomba-lomba baik di tingkat lokal, provinsi hingga nasional,” papar ustadz Wawan, sapaan karib Wawan Dwi Setyawan, S.Pd.I.

Dia melanjutkan, dengan adanya perayaan 1 Muharram seperti ini diharapkan sekolah yang ada di lingkungan Baitul Makmur semakin dikenal masyarakat maupun dari keluarga besar siswa yang datang di acara ini.
      Sementara itu, seusai acara jalan, acara dilanjutkan dengan lomba-lomba. Pesertanya adalah siswa Baitul Makmur dengan didampingi orang tua, maupun paguyuban wali murid. Juri menilai berdasarkan kekompakan siswa dan orang tua. Acara ditutup dengan pembagian hadiah untuk para pemenang. Panitia juga telah menyiapkan bermacam-macam doorprize dan satu unit sepeda gunung sebagai hadiah utama untuk pemenang jalan sehat. (hen)



Penulis/Editor:  Hendarmono Al Sidarto

Kamis, 13 September 2018

Lagi, Siswa SMK Baitul Makmur Torehkan Prestasi Juara Favorit Lomba Pidato se-Kota Malang

Administrator Web
MALANG_BM-Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Islam Baitul Makmur kembali sukses menorehkan prestasi yang membanggakan. Kali ini, Azzahro Maulidia, siswa Kelas XII Jurusan Keperawatan SMK Baitul Makmur berhasil mendapatkan juara favorit dalam ajang Lomba Pidato Tingkat Pelajar SMA/SMK/MA Se-Kota Malang. Acara yang digelar oleh Garda Pancasila Kota Malang yang diketuai mantan Wali Kota Malang Drs Peni Suparto, MAP, pada Ahad (9/9/2018) ini bertempat di Gedung Perpustakaan Umum dan Arsip Kota Malang, Jalan Ijen.
 

       Sebelumnya, Fina Sahro, siswa Kelas XI Jurusan Keperawatan SMK Islam Baitul Makmur juga mencatatkan prestasi sebagai Juara II Festival Literasi SMK Tingkat Provinsi Jawa Timur Tahun 2018 dalam lomba yang digelar oleh Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur di  Arca Resort, Trawas, Mojokerto, pada 30 Juli-1 Agustus 2018.
      Guru Pembimbing Lomba Pidato Tingkat Pelajar SMA/SMK/MA Se-Kota Malang SMK Islam Baitul Makmur, Restu Hapsari Rahayu, S.Pd, mengatakan keberhasilan Azza, sapaan Azzahro Maulidia, meraih salah satu juara karena adanya potensi besar yang dimiliki siswanya tersebut.
  
       “Saya hanya tinggal memoles dan memberikan tambahan sedikit karena pada dasarnya Azza punya kemampuan untuk bicara di depan banyak orang dan rasa percaya diri yang cukup. Mudah-mudahan ke depan dapat juaranya tidak hanya di tingkat lokal saja tetapi jenjang lebih tinggi lagi,” ujar guru Bahasa Indonesia yang murah senyum ini.

 
      Febby Cahya Triandra, S.Pd, M.Pd, yang juga guru pembimbing Azza, menambahkan pihaknya optimistis bakal mendapatkan salah satu juara dari 50 peserta yang tampil saat itu. Padahal, persiapannya mepet, hanya tiga hari menjelang lomba.
Tetapi, lanjut Wakil Kepala Kurikulum SMK Islam Baitul Makmur ini, penampilan Azza saat itu dinilai bagus, tidak terkesan canggung walaupun kurang latihannya, dasarnya memiliki basic yang kuat, dan semangat untuk fastabihul khairatnya bersaing.
       “Saya hanya mengarahkan  agar suaranya ‘keluar’, seperti intonasinya, pelafalannya, ekspresi wajah dan gayanya,” kata Febby yang sebelumnya juga sukses membimbing dan mengantarkan Fina Zahro juara II dalam Festival Literasi SMK Tingkat Provinsi Jawa Timur Tahun 2018.
Selain meraih juara favorit, dia mengatakan, siswa SMK Baitul Makmur yang datang bersama gurunya untuk mendukung penampilan Azza dalam ajang lomba tersebut, juga meraih penghargaan sebagai suporter terbaik ketiga.

“Alhamdulillah, spontanitas anak-anak yang turut menyemangati temannya berlomba berhasil meraih juara ketiga sebagai supporter terbaik,” ujarnya.
Kepala SMK Baitul Makmur Dra. Hj. Fatimah, M.M, menyatakan terima kasihnya atas keberhasilan Azza meraih juara favorit dalam lomba pidato tersebut. “Alhamdulillah saya sampaikan terima kasih kepada Azza, mudah-mudahan ini menjadi embrio jauh lebih baik dan  menjadi pioner bagi teman-temannya di sini. Jadi ini alhamdulillah dengan pembimbing-pembimbing yang baru, rasanya Baitul Makmur semakin lebih baik, utamanya SMK. Terima kasih Pak Feby dan teman-teman yang lain sudah membimbing anak-anak,” kata kepala sekolah yang akrab disapa Bu Fat ini.

      Sementara itu, saat dimintai komentarnya, Azza mengatakan kegembiraannya atas prestasi yang diraihnya. “Alhamdulillah, dari tampil pada lomba kemarin saya mendapatkan ilmu, baik dari isi pidato yang disampaikan maupun kesempatan yang diberikan. Awalnya, saya sempat pesimistis tetapi setelah melihat kehadiran Pak Feby bersama Bu Heny (Heny Yuni Prastuti, S.Pd) dan teman-teman melecut saya tampil optimal,” kata Azza bangga. (hen)



Penulis/Editor: Hendarmono Al Sidarto

Minggu, 09 September 2018

Lebih Mantap Lagi Terapkan K13, Guru SMP Islam Baitul Makmur Ikuti Workshop

Administrator Web
MALANG_BM-Untuk lebih memantapkan lagi penerapan Kurikulum 2013 (K13), SMP Islam Baitul Makmur bersama enam SMP swasta di Kota Malang menggelar workshop bertajuk “Implementasi Kurikulum 2013 untuk Kepala Sekolah dan Guru SMP Kota Malang”. Acara yang digelar sehari pada 1 September 2018 dibuka oleh Kepala Bidang Pembinaan Sekolah Menengah Pertama Dinas Pendidikan (Dispendik) Kota Malang, Siti Ratnawati, SH, M.Pd, mewakili Kepala Dinas Kota Malang Dra. Zubaidah, MM, bertempat di Auditorium SMP Al Ya’lu Malang.

Kepala SMP Islam Baitul Makmur Ahmad Nur Syadzili, S.Pd, mengatakan, workshop Implementasi K13 bertujuan untuk meningkatkan komampuan guru dan kepala sekolah, serta meningkatkan kualitas pendidikan di tujuh sekolah swasta peserta acara ini, khususnya Baitul Makmur.
Menurutnya, saat  workshop peserta diberi pembekalan K13 di antaranya termasuk bagaimana cara membuat perangkat pembelajaran dan cara mengelola sekolah sesuai dengan style atau gaya K13. SMP Islam Baitul Makmur sendiri mengirimkan delegasi sembilan orang yang terdiri dari satu kepala sekolah dan delapan guru mata pelajaran (mapel) nasional.

 “Intinya, mengapa perlu ada workshop karena ketujuh sekolah peserta acara ini merasa kurang dalam menimba ilmu K13. Karena itu, untuk mengembangkan dan meningkatkan kemampuan  perlu adanya workshop,” papar kepala sekolah yang akrab disapa ustadz Nur ini.
      Ketujuh sekolah swasta peserta workshop tersebut, adalah SMP Islam BM, SMP Al Ya’lu, SMP IT Insan Permata, SMP Wesley, SMP Al Irsyad, dan SMP Gracia Nusantara.
Menurut dia, kegiatan ini menggunakan model tatap muka dengan pola ‘in-on-in’. Di mana ‘in’ pertama dilaksanakan pada tanggal 1 September di SMP Al Ya’lu. ’On’ atau pendampingan dilaksanakan selama dua minggu pada tanggal 2-14 September di sekolah masing-masing, dan ‘in’ kedua 15 September 2018 di SMP Al Ya’lu lagi.

“Pada saat kembali lagi tanggal 15 September, peserta workshop akan membahas, mempresentasikan, dan mengevaluasi apa saja yang sudah dikerjakan di lembaganya masing-masing,” ujarnya.
      Dia menambahkan, di SMP Islam Baitul Makmur sendiri sudah diterapkan K13. “Bahkan, kami sudah meluluskan satu lulusan dengan menerapkan K13. Tapi, kami tetap merasa perlu untuk menambah pengetahuan tentang K13 ini,” tandasnya. (hen)




Penulis/Editor: Hendarmono Al Sidarto

Disambut Kalungan Bunga, Tim Juri GSF Menilai SD Islam Baitul Makmur

Administrator Web
MALANG_BM-Tim juri Green School Festival (GSF) 2018 disambut meriah oleh SD Islam Baitul Makmur, Kamis (7/9/2018). Saat tiba, tim juri dikalungi rangkaian bunga yang dilakukan oleh dua siswa kelas 1. Tak hanya itu, seluruh civitas akademika juga nampak antusias menyambut kedatangan juri lewat yel-yel yang berisikan tentang lingkungan hidup.

“Sengaja kita buat penyambutan (tim juri) seperti ini supaya lebih semarak dan menarik,” ujar Ida Prasanti, Koordinator GSF Baitul Makmur 2018 sekaligus guru Kelas 6 di sela-sela menyambut kedatangan tim juri.

      Usai penyambutan, tim juri yang terdiri dari empat orang ini memasuki ruang guru untuk mendengarkan presentasi oleh dua siswa SD Islam Baitul Makmur. Kedua siswa tersebut adalah Huriya Hafizha Azizah, Kelas IVB, dan Indra Muhammad Miftahul Firdaus, Kelas VA, yang mempresentasikan secara bergantian sepuluh isu lingkungan di SD Islam Baitul Makmur yang melingkupi peta umum sekolah, sampah dan polusi, energi, sumber air, tanaman hijau, risiko, kantin sehat, literasi teknologi informasi, UKS, dan peta kesimpulan sekolah.

      Dalam presentasinya, kedua siswa SD Islam Baitul Makmur ini memaparkan sepuluh isu tersebut melalui LCD proyektor mulai dari kondisi, penyebab, potensi, dan solusi terhadap masing-masing isu. Usai mendengarkan presentasi, tim juri turun ke lapangan untuk melihat langsung dokumen GSF SD Islam Baitul Makmur hingga sarana dan prasrana yang tersedia seperti UKS, perpustakaan, kantin sekolah, dan lain-lain.

Banyak kreasi yang disajikan SD Islam Baitul Makmur untuk menyambut tim juri dalam GSF kali ini, terutama daur ulang sampah. Seperti replika pohon dari kardus yang digunakan untuk pemaparan majalah dinding (mading) memuat sepuluh isu yang kemudian dipresentasikan oleh siswa. Pemanfaatan daur ulang ini merupakan salah satu dari pengaplikasian sepuluh isu lingkungan GSF yang dinilai oleh juri.

Kepala SD Islam Baitul Makmur Hj. Fatimah, M.M. mengungkapkan jika segala yang ditampilkan adalah apa yang ada di sekolah. “Semua menjadi bagian dari pendidikan karakter. Termasuk lingkungan sekolah,” ujarnya.
Ia berharap, GSF ini bukan sekadar menjadi ajang perlombaan, melainkan sebagai bentuk perbaikan untuk menciptakan lingkungan sekolah lebih baik. (hen)




Penulis/Editor: Hendarmono Al Sidarto



Selasa, 04 September 2018

Pembelajaran Makna Berkurban melalui Hari Raya Idul Adha

Administrator Web

MALANG_BM-Momen Hari Raya Idul Adha menjadi momen penting bagi umat Islam seluruh dunia. Sebagian besar lembaga pendidikan pun turut merayakannya. Begitu juga pelaksanaan kurban oleh sekolah yang bernaung di Yayasan Baitul Makmur Jalan Raya Sawojajar 17B pada Kamis (23/8/2018). Momen tersebut digelar dalam rangka mengajari siswa belajar dan mengetahui makna berkurban.

Kepala SD Islam dan SMK Baitul Makmur Dra. Hj. Fatimah, M.M mengatakan, latihan kurban dilakukan setiap tahun dengan melibatkan semua siswa Baitul Makmur mulai dari TK/PAUD, SD, SMP, hingga SMK. Sedangkan kepanitiaan dan pelaksanaan kurban dilakukan bersama seluruh guru dengan melibatkan wali murid.

“Pendanaan untuk pelaksanaan kurban diambilkan dari uang kegiatan siswa yang kontribusinya dari wali murid saat awal masuk sekolah. Misalnya, SD Rp 850 ribu, SMP 750 ribu, dan SMK Rp 1 juta. Jadi wali murid tidak ditarik lagi untuk uang kurban,” kata Bu Fat, sapaan akrab Dra. Hj. Fatimah, M.M.
Lebih lanjut Bu Fat menjelaskan, selain untuk kurban dana kegiatan siswa ini digunakan untuk bermacam-macam kegiatan, di antaranya untuk ekstra kurikuler, hari besar nasional, hari besar keagamaan, ulangan semester, dan lainnya. Dalam pelaksanaan kurban tahun ini disembelih satu ekor sapi dan tiga ekor kambing. Hasil penyembelihan kurban ini didistribusikan kepada siswa yang tidak mampu, fakir miskin/yatim piatu, dan warga di sekitar sekolah Baitul Makmur. Sedangkan sisanya dimasak bersama.

      “Insya Allah dengan kegiatan ini terus dilakukan bisa berkesinambungan, agar setiap tahunnya kita bisa memberikan gambaran nyata tentang makna dan semangat berkurban kepada anak-anak didik kita,” ujarnya.

      Bu Fat juga berharap dengan diselenggarakannya kegiatan penyembelihan hewan kurban, mampu meningkatkan semangat keikhlasan, untuk berbagi dalam kebersamaan kepada warga serta semangat untuk lebih tekun belajar bagi siswa-siswi Baitul Makmur. Ia pun berterimakasih kepada seluruh orang tua siswa yang telah berpartisipasi dalam kegiatan tersebut. (hen)


Penulis/Editor: Hendarmono Al Sidarto

Selasa, 28 Agustus 2018

Dua Atlet SMP Islam Baitul Makmur Juara 3 Atletik se-Kota Malang

Administrator Web

MALANG_BM-Dua atlet SMP Islam Baitul Makmur berhasil meraih prestasi dalam Kejuaraan Atletik Tingkat Pelajar SMP/MTs se-Kota Malang Tahun 2018 yang digelar oleh Dinas Kepemudaan dan Olahraga Kota Malang, di Stadion Gajayana pada 24-26 Agustus 2018. Kedua atlet tersebut adalah Adit Bayu, Kelas VIII SMP Islam Baitul Makmur, juara 3 lompat jauh putra dan Nova Elsandra Putri, Kelas VII SMP Islam Baitul Makmur, juara 3 lompat jauh putri.
      Pelatih sekaligus Guru Olahraga SMP Islam Baitul Makmur, Surya Agung Sabda, S.Pd mengatakan, ada tujuh cabang olah raga (cabor) atletik yang dilombakan dalam kejuaraan tersebut, yakni lari 100 meter (m), 400 m, 1.500 m, lari estafet, lompat tinggi, lompat jauh, dan tolak peluru. Dari jumlah cabor yang dilombakan, SMP Islam Baitul Makmur hanya mengikuti empat cabor dengan mengirimkan tujuh atlet untuk berlaga. Keempat cabor tersebut adalah lompat jauh putra dan putri, tolak peluru putra dan putri, dua orang atlet lari 100 m putra, dan satu orang atlet lompat tinggi putra.
     

      “Alhamdulilah, dari cabang olahraga yang diikuti anak didik kami berhasil mendapatkan juara 3 lompat jauh putra dan putri. Mereka menunjukkan prestasi terbaiknya untuk sekolah. Prestasi ini tentunya membanggakan karena berhasil mematahkan dominasi atlet-atlet dari SMP negeri yang sudah kenyang pengalaman. Ini diluar perkiraan kami,” kata Agung.


      Menurut dia, keikutsertaan atlet SMP Islam Baitul Makmur dalam kejuaraan atletik se-Kota Malang merupakan kali kedua, yakni tahun lalu dan tahun ini. “Pada kejuaraan tahun lalu yang digelar oleh PASI (Persatuan Atletik Seluruh Indonesia) siswa kami belum berhasil mendapatkan juara. Sedangan lomba yang digelar tahun ini oleh Dispora Kota Malang, anak didik kami berhasil meraih juara 3 untuk lompat jauh putra dan putri,” jelas dia.

      Agung mengungkapkan raihan prestasi anak didiknya tidak lepas dari latihan-latihan yang digemblengnya dengan mengasah fisik, teknik, dan mentalnya. “Di tengah keterbatasan fasilitas latihan, kami tetap berupaya maksimal untuk bisa menghasilkan yang terbaik bagi anak didik,” tegas dia.
      Ke depan, Agung menargetkan atlet-atlet yang ada di SMP Islam Baitul Makmur untuk cabor lompat jauh menjadi juara dua, lompat tinggi juara 3 dan lari 100 m juara 3. Optimisme ini didukung kondisi anak didik yang tinggal mengasah kemampuan tekniknya saja.

      Sementara itu, Kepala Sekolah SMP Islam Baitul Makmur Ahmad Nur Syadzili, S.Pd mengatakan, pihaknya bersyukur anak didiknya berhasil meraih juara di Kejuaraan Atletik Tingkat Pelajar SMP/MTs se-Kota Malang Tahun 2018. “Tentunya, dengan raihan prestasi ini bisa membangkitkan semangat siswa di Baitul Makmur untuk mengikuti ajang lomba-lomba yang lain. Selain itu, diharapkan semua pihak mulai guru, siswa, dan orang tua bisa men-support penuh untuk mengembangkan diri demi mendongkrak nama Baitul Makmur, khususnya siswa SMP,” papar dia. (hen)



Penulis/Editor: Hendarmono Al Sidarto

Senin, 27 Agustus 2018

Keseruan Lomba Agustusan di Sekolah Yayasan Baitul Makmur

Administrator Web
MALANG_BM- Peringatan hari kemerdekaan RI memang identik dengan lomba, terutama yang bersifat tradisional dan melibatkan banyak orang. Hal itu pula yang membuat jalannya lomba Agustusan tak pernah sepi. Seperti halnya keceriaan siswa-siswi sekolah Islam yang bernaung di Yayasan Baitul Makmur di Jalan Sawojajar 17B Nomor 58 ini saat mengikuti lomba peringatan Hari Kemerdekaan RI yang ke-73 pada Kamis (16/8/2018).
Berbagai macam lomba yang digelar mulai dari pembacaan Pembukaan UUD 1945, pembacaan Proklamasi, paduan suara, menyanyi tunggal, balap kelereng, menyunggi tempeh, balap bola berpasangan (kategori A dan B), balap karet (kategori A dan B), dan kebersihan kelas (kategori A dan B), makan kerupuk, peraturan baris berbaris (PBB), lomba baris berbaris, dan memasukkan paku ke dalam botol. Aneka macam lomba ini dikelompokkan untuk diikuti siswa mulai dari tingkat SD, SMP, dan SMK.
Misalnya, pembacaan Pembukaan UUD 1945 dan pembacaan Proklamasi diikuti oleh semua tingkatan siswa, mulai dari siswa SD hingga SMK. Sedangkan lomba-lomba seperti makan kerupuk, lomba baris berbaris, balap kelereng, dan lainnya diikuti oleh siswa sesuai tingkatan.

Keseruan lomba terlihat saat siswa SD Islam Baitul Makmur mengikuti balap kelereng dengan sendok, balap bola berpasangan, dan menyunggi tempeh. Di lomba balap kelereng anak-anak beradu cepat menyelesaikan tugas membawa kelereng di atas sendok yang digigit. Selain kecepatan, keseimbangan dan ketenangan menjadi kunci untuk memenangi lomba ini. Ada anak yang cepat melaju di separuh putaran namun gagal saat berbalik menuju finis.

Demikian juga saat balap bola berpasangan  dan balap karet digelar, siswa SD Islam Baitul Makmur terlihat antusias memeriahkan lomba. Siswa yang tidak ikut lomba bersorak menyemangati teman-temannya yang mewakili kelasnya agar menjadi juara.

Sementara, dalam lomba menyunggi tempeh, keterampilan membawa tempeh di atas kepala mutlak diperlukan untuk memenangi lomba. Banyak anak yang gagal menyelesaikan lomba karena kesulitan menyeimbangkan tempeh di kepala mereka.

Keseruan lomba juga terlihat saat siswa SMP dan SMK beradu untuk menjadikan yang terbaik di masing-masing kategori yang dilombakan. Misalnya, dalam lomba makan kerupuk terlihat keseruan antar peserta dalam menyelesaikan tugasnya memakan kerupuk.
Demikian juga saat lomba memasukkan paku ke dalam botol, kerja sama peserta sangat dibutuhkan untuk bisa memenangkan lomba ini. Anak-anak peserta lomba dan penonton begitu gembira ketika menyaksikan teman-teman mereka berusaha memasukkan paku ke dalam botol dengan cara kerjasama melalui seutas tali yang diikatkan pada pinggang. Selain konsentrasi, perlombaan ini membutuhkan kerja sama antar peserta dalam satu  tim.

      Wakil Kepala Kesiswaan SDI Baitul Makmur Samsul Arifin S.Pd.I mengatakan, tujuan digelarnya lomba ini adalah untuk memeriahkan hari ulang tahun kemerdekaan RI ke-73. Selain itu, bertujuan untuk mengingat perjuangan para pahlawan kemerdekaan dalam memperjuangkan Negara RI (NKRI).
      “Dengan digelarnya lomba-lomba ini,siswa diajak mengingat dan melestarikan lomba-lomba tradisional yang ada,” kata dia.
      Harapan digelarnya lomba-lomba Agustusan ini adalah, lanjut dia, adalah menumbuhkan rasa cinta Tanah Air dan menumbuhkan kerja sama yang baik antar siswa. “Dalam lomba-lomba ini memang ada yang dibutuhkan kerja sama antar peserta seperti balap bola berpasangan, paduan suara, dan kebersihan kelas,” papar dia.

      Hal senada dikatakan Koordinator Lomba  SMP Islam Baitul Makmur Surya Agung Sabda, S.Pd, bahwa harapan digelarnya lomba adalah agar lebih mencintai dan bangga terhadapTanah Air. “Rasa nasionalisme diharapkan juga tumbuh,” tandasnya.
      Koordinator Lomba Peringatan Hari Kemerdekaan RI yang ke-73, SMK Baitul Makmur Puji Erlenawati, menambahkan harapan digelarnya lomba Agustusan bagi siswa SMK Baitul Makmur  ini diantaranya terjalin kebersamaan, menumbuhkan rasa memiliki terhadap sekolah, bangsa, dan negara.

      Sementara itu, penyerahan hadiah untuk seluruh pemenang lomba dilakukan seusai upacara peringatan Hari Kemerdekaan RI ke-73 Jumat (17/8/2018) pagi. Penyerahan hadiah diberikan sesuai kelompok yang sudah ditentukan. (hen)


Foto-foto Penyerahan Hadiah Lomba Peringatan Hari Kemerdekaan RI Ke-73:















Penulis/Editor : Hendarmono Al Sidarto

Coprights 2018 | Designed By | #GoldCreative