Informasi lengkap silahkan hubungi : 0341 - 717753

INFORMASI PPDB KB/TK
Penerimaan Peserta Didik Baru sudah dibuka
Waktu Pendaftaran
Januari - Mei 2018
INFORMASI PPDB SD Islam
Penerimaan Peserta Didik Baru sudah dibuka
Waktu Pendaftaran
4 Januari - 30 Juni 2018
INFORMASI PPDB SMP Islam
Penerimaan Peserta Didik Baru sudah dibuka
Waktu Pendaftaran
1 Maret - 30 Juni 2018
INFORMASI PPDB SMK
Penerimaan Peserta Didik Baru sudah dibuka
Waktu Pendaftaran
1 Maret - 30 Juni 2018

Selasa, 30 April 2019

75 Siswa Baitul Makmur Diwisuda

Administrator Web









*Mulai Jenjang KB/TK, SD, SMP, dan SMK

MALANG_BM-Lembaga Pendidikan Baitul Makmur Malang menggelar Pelepasan Peserta Didik Tahun Pelajaran 2018-2019 di Hotel Pelangi, Malang, Selasa (30/4/2019). Sebanyak 75 siswa yang terdiri dari 20 siswa KB/TK, 36 siswa Kelas VI SD Islam, 11 siswa Kelas IX SMP Islam, dan 8 siswa Kelas XII SMK diwisuda setelah lulus menempuh pendidikan di sekolah yang beralamat di Jalan Sawojajar 17B ini.     
 Sidang Terbuka Pelepasan siswa KB/TK, SD Islam, SMP Islam, dan SMK  Baitul Makmur tersebut dipimpin langsung Ketua Yayasan Baitul Makmur Drs. H. Rolla Gino Pribadi dan dihadiri Dyah Christiana W, Kasi Kesiswaan dan Kelembagaan Bidang Pembinaan SD Dinas Pendidikan Kota Malang mewakili Kepala Dinas Pedidikan Kota Malang Dra. Zubaidah, MM.
      Kepala SD Islam Baitul Makmur Dra. Hj. Fatimah, M.M dalam sambutannya mewakili kepala sekolah di Yayasan Baitul Makmur mengatakan, meski nilai siswa yang mengikuti Ujian Nasional (UN) belum keluar, namun diyakini seluruhnya lulus 100 persen. Dipercepatnya acara wisuda ini disebabkan pekan depan sudah memasuki bulan Ramadhan.
      “Pelepasan peserta didik yang kami gelar merupakan tanda penyerahan kembali amanah dari bapak dan ibu yang menitipkan anak-anaknya ke Baitul Makmur untuk mengikuti proses belajar mengajar. Kami atas nama pribadi dan lembaga mohon maaf bila ada kekurangan dalam membimbing dan mengajari anak-anak,” papar kepala sekolah yang akrab disapa Bu Fat ini.
      Dia berharap seluruh alumni Baitul Makmur yang diwisuda bisa meneruskan ke jenjang sekolah berikutnya dengan lancar. “Khusus siswa SMK, kami berpesan tunda dulu untuk menikah, tapi carilah sebanyak-banyaknya bekal (ilmu dan pekerjaan) yang cukup untuk modal ke depan. Barulah setelah itu memikirkan untuk menikah,” ujar dia.
      Bu Fat mengungkapkan, pelaksanaan UN di Baitul Makmur semua jenjang pendidikan berjalan lancar dan tidak ada kendala, terutama SD yang kali pertama online tahun ini. Selain itu, pelaksanaannya pun seluruhnya dilakukan secara mandiri.
      Karena itu, Bu Fat menyambut baik gebrakan Dinas Pendidikan Kota Malang yang memulai paling awal pelaksanaan UN online tingkat SD. “Dengan ujian online otomatis anak-anak diajak jujur, mandiri, dan bersungguh-sungguh dalam belajar. Kalau biasanya dengan paper based test siswa bisa berpeluang nyontek atau bertanya sehingga tidak serius dalam belajar. Mudah-mudahan, seluruh siswa mendapatkan nilai UN yang terbaik,” jelas dia.

      Bu Fat menambahkan, Baitul Makmur saat ini masih menerima pendaftaran siswa baru untuk semua jenjang pendidikan termasuk Pondok Pesantren Tahfidz Baitul Makmur. Di tingkat SD pendaftaran gelombang III mulai 18 Maret sampai kuota terpenuhi, jenjang SMP memasuki gelombang II mulai 16 April-15 Mei dan gelombang III 16 Mei-15 Juni. Sedangkan SMK pendaftaran mulai 1 April-31 Juni sementara Pondok Pesantren menyesuaikan jadwal penerimaan SMP dan SMK.
      Sementara itu, Ketua Yayasan Baitul Makmur Drs. H. Rolla Gino Pribadi berpesan kepada seluruh wisudawan agar selalu menghormati orang tua, terutama ibu. “Hormatilah selalu kedua orang tuamu, dan mintalah selalu doa dan restu mereka. Syarat untuk berhasil menggapai cita-cita adalah mentaati orang tua. Ingat, jangan sekali-kali membuat orang tua kecewa. Semoga kalian akan menjadi orang-orang yang sukses,” kata Abah Gino, sapaan akrab Rolla Gino Pribadi.

      Abah Gino pun menceritakan contoh kisah hidupnya saat masih sekolah di tingkat SD sebelum sukses seperti sekarang ini. “Saat masih SD, saya pernah diajak orang tua mencari sisa-sisa tebu di lahan yang habis ditebang. Di sebelah lahan itu ada sekolah SMP dan ibu saya mendoakan saya “mudah-mudahan kamu bisa memiliki sekolahan yang bermanfaat bagi orang lain”. Alhamdulillah, saya seperti sekarang ini atas dukungan dari kekuatan doa orang tua,” papar Abah Gino.
      Seperti diketahui, saat ini Yayasan Pendidikan dan Sosial Baitul Makmur yang didirikan Abah Gino sudah memiliki sekolah KB/TK, SD Islam, SMP Islam, SMK, Panti Asuhan, dan Pondok Pesantren.
      Dalam kesempatan tersebut, dia mengungkapkan, Yayasan Baitul Makmur akan segera menambah gedung pendidikan, khususnya untuk KB/TK.  Saat ini sudah disiapkan tanah seluas 600 meter persegi yang lokasinya di pinggir Jalan Sawojajar. “Insya Allah, bulan Puasa akan kami lakukan peletakan batu pertama,” kata Abah Gino.
      Dalam pelaksanaan wisuda kemarin, juga disebutkan wisudawan terbaik di masing-masing jenjang. Untuk tingkat KB Baitul Makmur terbaik I Adzkia Arsyi Nadira Setiawan, terbaik II Emily Humaira Wijaya, terbaik III Iqbal Imam Maulana Ikhsan, dan terbaik IV Dewi Shofiyatul Adzkiya'.
      Tingkat TK terbaik I Ahmad Radika Umar Rahman, terbaik II Razqa Kenzo Al Khalifi, dan terbaik III Zidna 'Ilma Nur. Sedangkan di tingkat SD terbaik I diraih Khanza Lutia Putri Widagdo dan terbaik I SMP adalah Ainatul Khoiroh. Sementara di tingkat SMK terbaik I diraih oleh Azzahro Maulidiah. (hen)




Penulis/Editor: Hendarmono Al Sidarto

Senin, 15 April 2019

Jelang UNBK, Baitul Makmur Datangkan Gus Ali Pimpin Istighotsah

Administrator Web






MALANG_BM- Berbagai persiapan dilakukan sekolah menjelang pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) Tahun 2019 mulai dari tryout hingga istighotsah dan doa bersama. Seperti dilaksanakan di lembaga pendidikan yang bernaung di Yayasan Baitul Makmur Kota Malang. Seluruh pelajar Kelas VI SD Islam, Kelas IX SMP Islam, dan Kelas XII SMK Baitul Makmur bersama kepala sekolah, guru, wali murid, dan pengurus yayasan menggelar istighotsah dan doa bersama di Masjid Baitul Makmur, Senin (15/4/2019).
Istighotsah dan doa bersama yang dimulai pukul 08.00 ini bertujuan agar diberikan kemudahan dan kelancaran dalam pelaksanaan ujian nasional yang akan digelar pada 22-25 April 2019. Sekaligus sebagai ajang silaturrahim serta mempererat ukhuwah Islamiyah. Kegiatan tersebut juga mendatangkan Gus Ali Mustofa Asady dari Pondok Pesantren Nurul Ulum, Kacuk, Sukun, Kota Malang untuk memberi ceramah agama dan memimpin pelaksanaan istighotsah dan doa bersama.
"Kami berharap, adanya tambahan doa dari Gus Ali (Ali Mustofa Asady) semua anak didik Baitul Makmur diberi kemudahan dan kelancaran serta kesehatan saat mengikuti ujian nasional. Juga nilai ujian bagus dan bisa sesuai harapan untuk melanjutkan ke jenjang selanjutnya," kata Kepala SD Islam Baitul Makmur Dra. Hj. Fatimah, M.M, saat memberikan sambutan dalam pelaksanaan istighotsah dan doa bersama di Masjid Baitul Makmur, kemarin.
Menurut Bu Fat, sapaan akrab Dra. Hj. Fatimah, M.M, Baitul Makmur sudah selesai melakukan persiapan untuk melaksanakan UNBK, mulai jenjang SD hingga SMK. Bahkan, UNBK untuk jenjang SMK sudah selesai dilaksanakan pada Maret lalu. Sedangkan untuk jenjang SD dan SMP akan dilakukan pada 22-25 April mendatang.
“Mulai tahun ini, ujian nasional jenjang SD dilakukan secara online dan paper (tulis). Sedangkan SMP sudah online mulai tahun kemarin. Alhamdulillah, Baitul Makmur mendapatkan bantuan lima unit komputer dari Dinas Pendidikan untuk menunjang pelaksanaan ujian nasional,” papar dia.
Bu Fat dalam kesempatan tersebut juga meminta wali murid yang hadir dalam acara tersebut untuk menjaga kesehatan putra putrinya selama menjelang  hingga pelaksanaan ujian nasional.  “Jangan sampai pada saat pelaksanaan ujian nasional putra putrinya sakit sehingga ada yang mengikuti ujian susulan,” ujar dia.
Sementara itu, sebelum memulai istighotsah dan doa bersama, Gus Ali Mustofa Asady memberikan ceramah agama yang intinya memberikan motivasi kepada siswa siswi Baitul Makmur agar berhasil.
Gus Ali pun menyitir ungkapan Arab yang terkenal di kalangan pesantren yaitu “Man Jadda WaJada” yang artinya “Barangsiapa bersungguh-sungguh pasti akan mendapatkan hasil”. “Tidak ada siswa yang bodoh tapi yang ada adalah siswa yang malas belajar,” kata Gus Ali memberikan semangat.
Bahkan, Gus Ali menegaskan bahwa kesuksesan tidak memandang latar belakang  orang tuanya, apakah miskin atau kaya. Karena itu, ayah berputra empat ini meminta kepada siswa dan siswi Baitul Makmur agar menggantungkan cita-citanya setinggi langit.

Sedangkan suasana pelaksanaan istighotsah ini terlihat penuh haru dan khidmat. Siswa siswi Baitul Makmur bersama orang tuanya yang mendampingi di sebelahnya khusyu dan tak mampu membendung air matanya saat melakukan istighotsah ketika Gus Ali memberikan refleksi mengingat kematian. ”Bayangkan 15 detik lagi nyawa kita akan dicabut, kita sakaratul maut. Tidak ada yang bisa menolong kita,” kata Gus Ali. (hen)


Penulis/Editor: Hendarmono Al Sidarto


Jumat, 05 April 2019

Lembaga Pendidikan Baitul Makmur Peringati Isra’ Mi’raj dengan Dongeng

Administrator Web







MALANG_BM-Peringatan Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW yang jatuh pada 27 Rajab 1440 H atau bertepatan dengan tanggal 3 April 2019 diperingati oleh Lembaga Pendidikan Baitul Makmur dengan cara berbeda. Jika sebelumnya diperingati dengan mendengarkan ceramah, pada tahun ini seluruh siswa KB/TK, SD Islam, SMP Islam, SMK, dan Pondok Pesantren di lembaga pendidikan ini memperingatinya secara bersama dengan mendengarkan dongeng.
      Acara yang digelar pada Jumat (5/4/2019) di halaman sekolah yang beralamat di Jalan Sawojajar 17B No.58 ini, mendatangkan salah satu pendongeng Kota Malang ustadz Bagus yang akrab disapa Kak Bagus. Acara ini mendapatkan sambutan meriah dari seluruh siswa Lembaga Pendidikan Baitul Makmur.
Wawan Dwi Setyawan, S.Pd.I, Ketua Panitia Peringatan Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW Lembaga Pendidikan Baitul Makmur, memiliki alasan tersendiri kenapa memilih dongeng dalam memeriahkan acara ini. “Melalui dongeng mereka juga bahagia, bisa memaknai peringatan Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW, khususnya perintah shalat, melalui kisah dalam dongeng, serta bisa menjalin tali silaturahmi seluruh siswa dan guru di lembaga pendidikan Baitul Makmur,” papar ustadz Wawan ditemui di sela-sela acara, kemarin.
Menurut ustadz Wawan yang juga guru Pendidikan Agama Islam (PAI) Baitul Makmur ini, peristiwa Isra’ Mi’raj adalah satu peristiwa agung dalam perjalanan hidup Nabi Muhammad SAW. Kejadian ini merupakan satu peristiwa penting bagi umat Islam, karena pada peristiwa inilah Nabi Muhammad mendapat perintah untuk menunaikan sholat lima waktu sehari semalam.
Mengenai perintah untuk menunaikan sholat lima waktu sehari semalam, Kak Bagus mengemas peristiwa Isra’ Mi’raj dalam cerita menarik yang diiringi permainan, sulap, dan bagi-bagi hadiah. Aksi ini disambut antusias oleh siswa Baitul Makmur.
      Isra’ Mi'raj merupakan salah satu peristiwa penting bagi kehidupan Nabi Muhammad dan juga umat Islam. Peristiwa ini sarat akan hikmah atau pelajaran yang dapat diambil dan sesuai dengan masa kini. Saat Isra Mi'raj, Nabi Muhammad melakukan bersama Malaikat Jibril dari Masjidil Haram, Makkah ke Masjidil Aqsha, Palestina. Dalam perjalanan ini Nabi singgah di beberapa lokasi untuk melakukan salat dua rakaat.
      Setelah itu, Nabi Muhammad diangkat menuju Baitul Maqdis di langit ketujuh atau Sidratul Muntaha untuk menerima perintah salat pertama kali yakni 50 waktu. Akhirnya Nabi Muhammad meminta keringanan perintah salat menjadi lima waktu dalam sehari. Saat naik ke langit, Nabi bertemu dengan para malaikat dan nabi-nabi terdahulu. Nabi Muhammad juga menjumpai banyak peristiwa penting. Di antaranya, Nabi Muhammad ditawari minuman susu dan khamar. Nabi lantas memilih susu. Kisah Isra’ Mi'raj ini terdapat di dalam Al-Qur’an, salah satunya di awal Surat Al-Isra'.
      Dalam acara tersebut, siswa Baitul Makmur tak hanya mendengarkan dongeng saja dari Kak Bagus yang ditemani boneka monyet bernama si Untung. Tetapi juga bermain games, melihat atraksi sulap, bernyanyi, bercanda, dan aktif menjawab pertanyaan seputar surat tersebut. Dari dongeng tersebut, anak-anak belajar banyak hal. Salah satunya agar taat kepada Allah dengan menjalankan sholat lima waktu.
      Di akhir dongengnya, Kak Bagus berpesan kepada anak-anak untuk rajin sholat, rajin mengaji, menghormati orang tua. Ia juga bepesan agar anak-anak mencintai Islam sampai mati, Tidak menonton tv dan bermain hp setiap hari, dan lebih banyak membaca kitab suci. (hen)


Penulis/Editor: Hendarmono Al Sidarto

Senin, 25 Maret 2019

Hari Pertama, UNBK di SMK Baitul Makmur Lancar

Administrator Web





Digelar Mandiri sejak 2013

 MALANG_BM- Pelaksanaan hari pertama Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) 2019 di SMK Baitul Makmur yang dimulai Senin (25/3/2019) berlangsung lancar. Sebanyak delapan siswa SMK Baitul Kelas XII yang terdiri dari lima siswa jurusan Teknik Keperawatan (TKR) dan tiga siswa jurusan Teknik Komputer Jaringan (TKJ) mengikuti UNBK sesuai jadwal yakni mulai pukul 07.30-09.30. Kedelapan siswa Baitul Makmur  ini merupakan bagian dari 10.059 siswa dari 63 lembaga SMK se-Kota Malang yang mengikuti UNBK.
       “Alhamdulillah, pelaksanaan UNBK di sini (Baitul Makmur) sejak mulai sinkronisasi hingga hari pertama berlangsung lancar tidak ada kendala sama sekali. Semoga hingga akhir pelaksanaan UNBK pada Kamis (28/3/2019) mendatang tetap lancar dan sukses,” kata Risky Firdausy Ansori, S.T,  Proktor UNBK 2019 SMK Baitul Makmur, didampingi  Rangga Pahlevi Putra, S.Pd, M.T, Teknisi UNBK 2019 SMK Baitul Makmur,  seusai pelaksanaan UNBK kemarin.
       Sesuai jadwal, lanjut dia, pada hari pertama UNBK mata pelajaran yang diujikan adalah Bahasa Indonesia. Selanjutnya, disusul Matematika  pada hari kedua, Bahasa Inggris di hari ketiga, dan Teori Kejuruan di hari keempat. Pelaksanaan UNBK tingkat SMK ini pelaksanaannya maju dari jadwal sebelumnya. Sesuai jadwal, UNBK tahun ini untuk SMK dilaksanakan akhir Maret 2019, Tahun lalu, UNBK SMK dilaksanakan awal April.
Dalam pelaksanaan UNBK ini, SMK Baitul Makmur masuk Sub Rayon 01 sebagai peserta mandiri.  Sedangkan yang bertugas sebagai pengawas UNBK  berasal dari guru SMKN 1 Malang sebanyak dua orang.
“Keikutsertaan SMK Baitul Makmur sebagai peserta mandiri dimulai sejak pertama kali UNBK digelar tahun 2013 lalu. Jadi ini tahun ketujuh keikusertaan SMK Baitul Makmur,” tutur Wakil Kepala Kurikulum SMK Baitul Makmur ini.
       Risky menambahkan, untuk mengantisipasi kendala yang akan terjadi selama pelaksanaan UNBK, misalnya listrik PLN padam, pihaknya sudah menyiapkan perangkat uninterruptible power supply (UPS). Penggunaan perangkat ini memungkinkan komputer yang digunakan siswa selama mengerjakan soal-soal  UNBK tidak sampai mati. “Jadi, UPS ini hanya untuk jaga-jaga saja kalo listrik PLN padam. Namun, sebelumnya kami sudah mendapatkan kepastian bahwa Cabang Dinas Pendidikan (Dispendik) Jatim Wilayah Kota Malang dan Kota Batu sudah menyurati PLN terkait UNBK ini agar tak ada pemadaman,” paparnya.
       Sementara itu, Kepala SMK Baitul Makmur Febby Cahya Triandra, S.Pd, M.Pd mengatakan, persiapan yang dilakukan SMK Baitul Makmur dalam menghadapi UNBK tahun ini tidak hanya soal teknis saja, seperti sinkronisasi dari pusat ke server lokal (sekolah), penyediaan komputer, kesiapan server, dan lainnya. Melainkan juga penyiapan secara fisik dan mental siswanya.
       “Selain penyiapan materi belajar dari  guru mapel UNBK, siswa juga diberikan motivasi-motivasi  dalam menghadapi ujian nasional ini. Salah satu contohnya, adalah motivasi yang diberikan oleh Pak Wahyudi (Wahyudi, S.Pd, M.M.Pd, Pengawas Sekolah Madya Cabang Dispendik Kota Malang dan Kota Batu) beberapa waktu lalu,” jelas dia.
       Selain itu, lanjut kepala sekolah asli Arema ini, kebiasaan dan pembiasaan sholat Dhuha dan membaca Al-Qur’an Surat Al Mulk masih tetap dilakukan walau dalam suasana ujian.  “Kebiasaan dan pembiasaan (sholat Dhuha dan membaca Al-Qur’an Surat Al Mulk) itu juga berlaku bagi siswa kelas X dan XI,” kata dia. (hen)

Penulis/Editor: Hendarmono Al Sidarto


Rabu, 13 Maret 2019

Keberhasilan Anak Didik Tidak Ditentukan Jumlah Siswa

Administrator Web






*Motivasi Pengawas Sekolah di  SMK Baitul Makmur

MALANG_BM-Pemberian motivasi kepada siswa-siswa dalam kegiatan interaksi belajar mengajar merupakan suatu hal yang penting sekali. Dengan terangsangnya motif siswa, maka siswa-siswa akan lebih giat sehingga dengan demikian dapatlah diharapkan prestasi belajar siswa akan menjadi lebih baik. Hal itu seperti yang dilakukan oleh Pengawas Sekolah Madya Cabang Dinas Pendidikan Kota Malang dan Kota Batu, Wahyudi, S.Pd, M.M.Pd saat memberikan motivasi kepada siswa Kelas XII SMK Baitul Makmur Malang, Selasa (12/3/2019).

      Acara yang berlangsung di Ruang Laboratorium Komputer SMK Baitul Makmur ini dilakukan Wahyudi di sela-sela pelaksanaan Ujian Sekolah Berbasis Komputer (USBK) Kelas XII SMK Baitul Makmur. Dalam motivasinya, dia memberikan semangat kepada siswa agar bersungguh-sungguh dalam belajar, khususnya menjelang akhir menempuh pendidikan di SMK Baitul Makmur.
Menurut dia, kesempatan sukses berlaku bagi siapa saja, karena Allah maha adil. Tidak hanya orang kaya dan orang pintar saja yang berhak berhasil, siapapun dan dari keluarga manapun, baik itu petani, nelayan, tukang batu, dan lain-lain, semuanya berhak sukses dan berhasil. “Tinggal kalian mau atau tidak,” tegas Wahyudi.
      Dalam pesannya untuk tenaga pendidik di SMK Baitul Makmur, dia mengungkapkan, keberhasilan kegiatan belajar dan mengajar tidak dipengaruhi jumlah siswa yang dididik. Asal, ada keseriusan dan keikhlasan dari tenaga pendidik dalam membimbing anak didiknya.
“Menurut saya, siswa sedikit malah bisa fokus untuk menciptakan anak didik yang bagus. Contohnya, seperti yang dijalankan oleh lembaga kursus yang jumlah anak didiknya tidak harus banyak. Tidak ada jaminan dengan jumlah siswa banyak akan menjadikan baik semuanya,” ujar dia.
Karena itu, untuk membantu dalam menghasilkan anak didik yang berkualitas, pagi sebelum memulai pembelajaran dibiasakan membaca Al-Qur’an, misalnya surat Yasin, dan lainnya.”Intinya, siswa diajak optimistis oleh guru,” tandasnya.
Dia pun memberikan tips kepada tenaga pendidik, khususnya di sekolah swasta,  agar mampu menghasilkan anak didik yang berkualitas, adalah harus tetap fokus dan bisa membagi waktunya bagi sekolah yang diajarnya.
“Guru harus serius dalam mengajar. Kalaupun ada yang nyabang (mengajar di sekolah lain) tetap harus tetap fokus dan bisa membagi waktunya. Kalau tidak bisa membagi waktunya, ya harus diputuskan untuk memilih tempat mengajarnya,” kata dia. (hen)



Penulis/Editor: Hendarmono Al Sidarto

Sabtu, 02 Maret 2019

Daftar Pemenang Akreamus V 2019

Administrator Web







MALANG_BM-Ajang Kreasi Anak Muslim (Akreamus) V 2019 digelar selama dua hari, Jumat (1/3/2019)  dan Sabtu (2/3/2019). Acara ini bertujuan untuk menggali kreativitas peserta dan memperkenalkan lembaga pendidikan formal dan non-formal yang bernaung di Yayasan Baitul Makmur yang beralamat di Jalan Sawojajar 17B No. 58. Di lembaga ini terdapat pondok pesantren, Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), TK, SD Islam, SMP Islam, dan SMK. Acara ini diikuti oleh siswa kelompok bermain (KB), taman kanak-kanak (TK), sekolah dasar (SD), dan sekolah menengah pertama (SMP) se-Malang Raya.
Acara yang digelar untuk memperingati dan memeriahkan Dies Natalis ke X Yayasan Baitul Makmur ini disambut antusias oleh masyarakat dengan mengikuti berbagai lomba yang digelar. Di tingkat KB ada dua macam lomba yakni gerak dan lagu yang diikuti oleh 12 grup serta lomba mewarna yang diikuti 19 anak. Sedangkan di tingkat TK ada empat kategori lomba yakni hafalan asmaul husna (11 grup), mewarna (55 anak), hafalan surat pendek (62 anak), dan drumband (18 grup).
Di tingkat SD, ada tiga macam lomba yang digelar yakni, hafalan surat pendek yang diikuti 39 anak, group singing competition (GSC) diikuti empat grup, dan Al-Banjari yang diikuti 11 grup. Sedangkan di tingkat SMP hanya satu lomba yang digelar yakni Al-Banjari yang diikuti oleh sembilan grup.
Berikut ini adalah daftar nama-nama pemenang lomba Akreamus V 2019 yang digelar pada Jumat (1/3/2019):


DAFTAR PEMENANG AKREAMUS V 2019

No.
Nama Lomba
Nama Pemenang
Skor
1.
Lomba Mewarnai TK/KB
TK
1. Kayla Alifia Zafarani S (TK ABA 7) (37)
2. Naila Arifa Raniah (TK An-Nur) (04)
3. Keenar Ayuning Buana (TK Muslimat NU 2   
    Singosari) (07)

KB
1. Reynita Zahara (PAUD Kasih Bunda)  (17)
2. Assayida Hasnah As’ad (KB Darul Ilmi
    Bumiayu) (05)
3. Vivi (KB Arohmah)

1. 950
2. 800
3. 750



1. 850
2. 700

3. 550

2.
 Lomba Gerak dan Lagu
1. KB Restu Kelompok 1 (06)
2. KB Restu Kelompok 2 (08)
3. KB AN-Nur (02)
1. 183
2. 169
3. 166
3.
Hafalan Surat Pendek
TK A
1. Ahmad Ridwan Murtadlo (TK Fathul Iman)
    (10)
2. Aisya (BA Restu 1) (07)
3. Alin (BA Restu 1) (06)

TK B
1. M. Fachrie Rahmatullah (TK An-Nur) (08)
2. Almaira M. K. (RA Al Hikam) (23)
3. Carlen Wahyu G (RA Al Hikam) (24)

1. 99

2. 98
3. 92


1. 99
2. 97
3. 95
4.
Lomba Asmaul Husna
1. TK Muslimat NU 19 (05)
2. TK Ar-Rohmah (11)
3. TK Muslimat NU 18 (10)
1. 92
2. 91
3. 87
5.
Lomba Hafalan Surat Pendek
Kategori A (Kelas 1, 2, 3)
1. Rezky Iqbal Perkasa (MI Manarul Islam) (02)
2. Sakina Nur Rosida (MI NU Maudlu’ul Ulum)   
    (21)
3. Nabila Zara Widyana (SDIT Ahmad Yani)
    (12)
Kategori B (Kelas  4, 5, 6)
1. Tuchfatul  Haniyah (Hidayatul Mubtadi’in)
    (23)
2. Mazda Rostalina (MI Nurul Huda I Malang)  
    (26)
3. Muhammad Amru A (MI Nurul Huda I
    Malang) (25)

1. 95
2. 93

3. 91


1. 97

2. 94

3. 93
6.
Lomba Al Banjari
1. SDI Al Ma’arif 02 Singosari
2. MI NU Maudlu’ul Ulum
3. Al-Qiromi MI Al-Fatah
1. 264
2. 261
3. 237
7.
Lomba Group Singing Competition
1. SDIT Ahmad Yani (02)
2. MI Al Hayat (01)
3. SDI Baitul Makmur (Grup Kelas 5) (03)
1. 84
2. 77
3. 76
8.
Lomba Al-Banjari SMP
1. MTs Nurul Ulum Tim A
2. MTs Nurul Ulum Tim B
3. Al-Firdaus SMPI Baitul Makmur
1. 70
2. 68
3. 65



Penulis/Editor: Hendarmono Al Sidarto


Lomba Drum Band TK Meriahkan Akreamus V

Administrator Web








Diakui Resmi oleh PDBI Kota Malang


MALANG_BM-Puncak kemeriahan Ajang Kreasi Anak Muslim (Akreamus) V 2019 Baitul Makmur terjadi di hari kedua pelaksanaan acara ini, yakni Lomba Drum Band Taman Kanak-kanak (TK) se-Malang Raya, Sabtu (2/3/2019). Sebanyak 18 grup drum band TK yang terbagi dalam dua klasemen yakni Pratama dan Utama saling beradu keterampilan memainkan alat musik dalam ajang lomba ini. Di Klasemen Pratama diikuti sebanyak 10 grup dan Utama diikuti delapan grup.

      Acara yang digelar untuk memperingati dan memeriahkan Dies Natalis ke X Yayasan Baitul Makmur ini, disambut antusias oleh masyarakat. Tampak dari semua sudut halaman sekolah yang  bernaung di Yayasan Baitul Makmur, dipadati masyarakat yang ingin melihat dari dekat atraksi drum band anak-anak TK se-Malang Raya ini.
Akreamus V yang digelar selama dua hari, yakni Jumat  dan Sabtu (2/3/2019), bertujuan untuk menggali kreativitas peserta dan memperkenalkan lembaga pendidikan formal dan non-formal yang bernaung di Yayasan yang beralamat di Jalan Sawojajar 17B No. 58. Di lembaga ini terdapat pondok pesantren, Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), TK, SD Islam, SMP Islam, dan SMK. Akreamus diikuti oleh siswa kelompok bermain (KB), TK, sekolah dasar (SD), dan sekolah menengah pertama (SMP) se-Malang Raya. Khusus drum band yang digelar hari ini (2/3/2019), pesertanya adalah siswa TK.
Sehari sebelumnya sudah digelar bermacam-macam lomba mulai tingkat Kelompok Bermain (KB) hingga SMP se-Malang Raya. Di tingkat KB ada dua macam lomba yakni gerak dan lagu yang diikuti oleh 12 grup serta lomba mewarna (diikuti 19 anak). Sedangkan di tingkat TK ada empat kategori lomba yakni hafalan asmaul husna (11 grup), mewarna (55 anak), dan hafalan surat pendek (62 anak).
Di tingkat SD, ada tiga macam lomba yang digelar yakni, hafalan surat pendek yang diikuti 39 anak, group singing competition (GSC) diikuti empat grup, dan Al-Banjari yang diikuti 11 grup. Sedangkan di tingkat SMP hanya satu lomba yang digelar yakni Al-Banjari yang diikuti oleh sembilan grup.
Ketua Pelaksana Akreamus V 2019 Dewi Muyassaroh, S.Pd.I mengatakan, lomba drum band merupakan lomba yang pertama kalinya digelar sejak Akreamus I diadakan lima tahun lalu. Sedangkan jenis lomba lainnya diadakan di Akreamus selanjutnya sesuai perkembangan.
“Yang menjadi andalan dalam Akreamus ini adalah lomba drum band. Masyarakat selalu antusias berpartisipasi dalam ajang ini,” kata dia ditemui di sela-sela lomba drum band, kemarin.
Di tempat sama, Pengurus Persatuan Drum Band Indonesia (PDBI) Kota Malang, Damanhuri mengatakan, keberadaan lomba drum band di ajang Akreamus Baitul Makmur ini sudah masuk di kalender event PDBI Kota Malang sejak dua tahun lalu.
“Baru dua tahun ini lomba drum band di Baitul Makmur mendapatkan izin resmi dari PDBI. Karena itu, jurinya dikondisikan dari PDBI agar sesuai standarisasi lomba PDBI,” papar Damanhuri yang menjadi Koordinator Juri Lomba Drum Band Akreamus V.
Damanhuri yang juga menjadi salah satu juri nasional drum band asal Kota Malang ini menambahkan, idealnya jika ada lomba drum band jurinya juga dari kalangan drum band, khususnya dari organisasi yang diakui keabsahannya, seperti halnya PDBI. “Ibaratnya, jika lomba menyanyi maka jurinya juga dari ahli menyanyi. Demikian juga, jika lomba drum band maka jurinya pun juga yang ahli drum band,” tandasnya.
      Dia menjelaskan, drum band merupakan salah satu cabang olahraga di bawah naungan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI). Sedangkan induk dari drum band sendiri adalah PDBI.
Damanhuri menambahkan, karena lomba drum band di ajang Akreamus V ini tergolong lomba konser, maka yang dinilai adalah musiknya. Penilaian ini dibagi dua yakni musik ritmis dan musik melodies. Sedangkan yang lainnya untuk tambahan seperti colour guard (bendera), field commander (gita pati/dirijen), dan mayoret dapat penghargaan khusus dari panitia.
“Kalau untuk menentukan juara penilaiannya adalah analisis musik ritmis dan analisis musik melodies dikurangi pinalti, seperti misalnya alat jatuh, anak jatuh dan sebagaiannya. Baru ditentukan peringkatnya,” kata Damanhuri.

Dalam lomba drum band Akreamus V untuk Klasemen Pratama, TK Permata Iman 2 berhasil meraih juara I, disusul TK PGRI 2 Malang juara 2, dan TK Muslimat 19 sebagai juara 3. Untuk juara harapan I diraih TK As-Salam Tlogomas, juara harapan II  TK ABA 2, dan juara harapan III diraih RA Muslimat NU 3.
Sementara, untuk Klasemen Utama juara I diraih TK ABA 23, juara II diraih TK ABA 26, dan juara III diraih TK Taman Indria 1. Sedangkan juara harapan 1 diraih TK Tunas Madani, juara harapan II diraih TK ABA 3 Singosari, dan juara harapan III diraih TK ABA 29.
Selain itu, ada penghargaan khusus dari panitia untuk Gita Pati terbaik diraih oleh TK ABA 2 untuk Klasemen Pratama, dan TK ABA 23 untuk Klasemen Utama. (hen)


Penulis/Editor: Hendarmono Al Sidarto


Coprights 2018 | Designed By | #GoldCreative