Informasi lengkap silahkan hubungi : 0341 - 717753

INFORMASI PPDB KB/TK
Penerimaan Peserta Didik Baru sudah dibuka
Waktu Pendaftaran
Januari - Mei 2018
INFORMASI PPDB SD Islam
Penerimaan Peserta Didik Baru sudah dibuka
Waktu Pendaftaran
4 Januari - 30 Juni 2018
INFORMASI PPDB SMP Islam
Penerimaan Peserta Didik Baru sudah dibuka
Waktu Pendaftaran
1 Maret - 30 Juni 2018
INFORMASI PPDB SMK
Penerimaan Peserta Didik Baru sudah dibuka
Waktu Pendaftaran
1 Maret - 30 Juni 2018

Kamis, 18 Oktober 2018

Bentuk Karakter Siswa, SMP dan SMK Baitul Makmur Gelar Outbound Bersama

Administrator Web
MALANG_BM-Memanfaatkan waktu usai melaksanakan Penilaian Tengan Semester (PTS) Semester I/2018, SMP dan SMK Baitul Makmur menggelar outbound bertajuk Fun and Leadership Training di Coban Talun, Batu, pada 5-6 Oktober 2018. Kegiatan ini, dikuti oleh seluruh siswa kelas VII sampai kelas XII dan guru SMP dan SMK Baitul Makmur.

Koordinator Fun and Leadership Training SMP dan SMK Baitul Makmur, Febby Cahya Triandra, S.Pd, M.Pd, mengatakan digelarnya outbound bertujuan untuk melatih siswa bertanggungjawab terhadap diri sendiri. Karena itu, berbagai kegiatan yang menunjang acara ini digelar.

“Makanya, pada malam harinya ada acara api unggun, selanjutnya pagi-pagi tracking area naik gunung lalu turunnya  ambil atau pungut sampah sepanjang mereka turun. Luar biasa, jadi kanan kiri jalan anak-anak ambil sampah,” kata Wakil Kepala Kurikulum SMK Baitul Makmur ini.

Harapannya, lanjut dia, aksi pungut sampah itu bisa menjadi karakter  siswa SMP dan SMK untuk dibawa ke sekolah dalam proses kebersihan di lingkungan tempat belajar mereka sehari-hari. Hal ini sesuai tuntunan dalam Islam yakni at-thuhurus syatrul iman (kesucian itu bagian dari iman).
Setelah kegiatan tracking, dia mengatakan, anak-anak main fun game di antaranya ramtamtam guli guli guli, permainan ambil tepung, war of candle, dan terakhir uji nyali  flying fox.

“Tujuannya (outbound) hanya satu, kita ini (SMP dan SMK) satu yayasan sehingga harapannya antar sub unit dengan yang lainnya bisa fusi/gabung jadi satu. Yang namanya berbeda itu pasti. Allah menciptakan kita agar berbeda tetapi apakah perbedaan itu bisa menyatukan atau memisahkan, ini menjadi pilihan,” papar dia.

Karena itu, Febby berharap, dengan adanya leadership diharapkan antara siswa SMP dengan SMK ada keberlanjutan.  Pasalnya, di tahun-tahun sebelumnya siswa SMP Islam Baitul Makmur tidak ada sama sekali yang mau masuk SMK Baitul Makmur.

 “Barangkali itulah kuncinya. Siswa SMP juga tahu kalau kakaknya tidak seperti yang mereka bayangkan, yang cuek, atau apa. Karena kemarin (saat pelaksanaan outbound) mereka itu terlihat saling melindungi. Demikian juga siswa SMK tidak melihat adik-adiknya siswa SMP tidak sombong seperti yang mereka kira. Ternyata mereka itu saling melindungi karena dalam satu kelompok. Bahasanya itu ukhuwah islamiyah. Menggalang ukhuwah Islamiyah di leadership,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala SMP Islam Baitul Makmur Ahmad Nur Syadzili, S.Pd, menambahkan, kegiatan outbound ini berawal dari aktivitas rutin SMP Islam Baitul Makmur yang berjudul Sinau Wisata yang digelar setiap satu semester. “Pelaksanaannya dilakukan setelah penilaian tengah semester atau PTS. Untuk kali ini, karena yang kami angkat adalah outbound maka sinau wisatanya berbentuk alam yang diselanggarakan di Coban Talun ini,’ jelasnya.

        Menurut dia, manfaat digelarnya outbound ini adalah yang perrtama, refreshing setelah siswa melakukan kegiatan belajar mengajar (KBM). Manfaat kedua, latihan kepemimpinan atau leadershipnya, dan yang ketiga ada ilmu pengetahuan tentang bagaimana cara menjaga alam. 

“Anak-anak nanti melakukan penanaman pohon atau penghijaun kembali secara simbolis,” kata dia.
      Dia berharap, pasca acara ini siswa lebih disiplin, mandiri, bisa mengatur anggotanya, khususnya terhadap diri sendiri. (hen)



Penulis/Editor: Hendarmono Al Sidarto

Rabu, 03 Oktober 2018

Gunakanlah Kata ’Jangan’ dalam Mendidik Anak

Administrator Web
Mulailah mendidik anak kita dengan kata ‘jangan’. Memang, kata ini banyak sekali persepsinya yang bermuatan negatif dan larangan. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) kata jangan berarti menyatakan melarang, tidak boleh, hendaknya tidak usah.
Namun, kita sebagai orang tua sering lupa atau tidak tahu bahwa lebih dari 500 kata di dalam Al-Qur'an menggunakan kata jangan. Salah satunya, di dalam Surat Luqman ayat 12-19 dijelaskan bahwa dalam mendidik anak dilakukan dengan kasih sayang orang tua bukan membentak. Artinya, metode pendidikan yang dilakukan adalah dengan nasehat orang tua ke anak secara tulus, ikhlas, berbekas, dan berpengaruh saat memasuki jiwa yang bening hati, terbuka, dan bijak saat mendidik anak. Setidaknya, metode yang diterapkan dalam pendidikan adalah metode keteladanan sesuai Al- Qur'an dan Hadits.
Kesalahan dalam mendidik anak pada zaman now di antaranya: mudahnya akses internet yang bisa mengubah pola pikir anak-anak. Selain itu, mudahnya anak-anak dalam berkomunikasi dalam lawan jenis yang membuat anak lebih nyaman dengan sahabat atau teman . Solusinya, adalah bagaimana orang tua sekarang bisa berkomunikasi dengan baik terhadap anaknya, komunikasi yang bermartabat, berakhlak, dan bermutu.

Jangan mengharamkan kata jangan kepada anak-anak agar tahu mana yang baik dan buruk, mana yang benar dan salah. Selama ini, kata jangan sangat berasumsi ke kalimat negatif atau perintah negatif. Karena itulah, berangkat dari hal tersebut kita mengupas kekeliruan pada buku-buku pendidikan, seminar teori pendidikan, dan lain-lain,  terutama digunakannya kata preventif seperti hati-hati, berhenti, dan diam atau stop. Alasannya,  menggunakan kata jangan karena alam bawah sadar manusia tidak merespons dengan cepat kata jangan. Kata jangan akan memberikan nuansa negatif dan larangan sebagai orang tua. Maka dari itu, coba ganti kata dengan lebih positif dan berikan alasan agar dapat diterima oleh anak. Hal inilah yang membuat keraguan dan indah nampaknya tapi di dalamnya terkandung bahaya kronis (keraguan).
Mari kita bahas syubhat (keraguan) yang ada saat ini. Kalau mau teliti mari kita tanyakan kepada mereka yang melarang kata jangan. Padahal, sebaliknya ratusan kata jangan tercantum di dalam Surat Luqman ayat 12 -19. Dalam penjelasannya, kisah Surat Luqman ini dibuka dengan penekanan Allah SWT bahwa Luqman Hakim itu orang yang diberi hidayah (orang arif yang secara tersirat kita diperintahkan untuk meneladaninya).
QS. Luqman 13  bahkan lebih tegas bahwa Luqman menceritakan, "Janganlah engkau menyekutukan Allah SWT, sesungguhnya syirik termasuk dosa besar." Dalam hal ini Luqman tidak perlu mengganti kata “jangan menyekutukan Allah dengan Esakanlah Allah SWT”.
Pun demikian dengan "laa" yang lain, tidak diganti dengan kata-kata kebalikan yang bersifat ajaran mengapa Luqman tidak mengganti jangan, diam, atau berhenti. Kata jangan itu mudah dicerna oleh murid-murid atau anak-anak sebagaimana penuturan Luqman kepada anaknya. Karena itulah, kita sebagai orang tua wali harus mengatakan kata jangan untuk ketegasan dalam menjaga anak-anak di tengah kemajuan era globalisasi. (*/hen)



Penulis: Surya Agung Sabda, S.Pd

Editor: Hendarmono Al Sidarto

Minggu, 30 September 2018

Seru, Guru dan Karyawan Baitul Makmur Ikuti Fun Game

Administrator Web
MALANG_BM-Acara Decolsin Office Best Friend yang digelar Yayasan Baitul Makmur bekerja sama dengan Radio Mas FM, Jumat (28/9/2018), berlangsung seru. Acara yang digelar di Ruang Kelas lantai 2 diikuti oleh guru dan karyawan Yayasan Baitul Makmur yang berjumlah sekitar 35 orang.

Dengan dipandu oleh dua pembawa acara, event ini diisi dengan fun game berkaitan dengan produk Decolsin produksi dari PT Darya-Varia Laboratoria Tbk. Secara berkelompok, peserta ditunjuk bergantian untuk maju dengan membawa dua produk dari Darya-Varia yakni Decolsin dan Decolgen. Peserta yang sukses mengikuti petunjuk pembawa acara akan mendapatkan bingkisan yang sudah dipersiapkan. Selain bingkisan, juga disediakan uang tunai Rp 600 ribu untuk enam pemenang yang beruntung.

Koordinator acara Decolsin Office Best Friend Baitul Makmur Lissa Marwina, S.Pd mengatakan, tujuan utama digelarnya acara Decolsin Office Best Friend adalah untuk publikasi Yayasan Baitul Makmur yang terdiri dari jenjang pendidikan TK, SD, SMP, dan SMK.
“Dengan kedatangan mereka kita bisa sekaligus mempublikasikan Yayasan Baitul Makmur merupakan yayasan pendidikan yang maju,” kata Guru Baitul Makmur ini.

      Menurut dia, bahwa event yang digelar Radio Mas FM Malang ini, selain Baitul Makmur juga diikuti oleh lembaga maupun perusahaan-perusahaan besar seperti Gramedia, Toyota Kartikasari, BNN Kota Malang, dan lainnya. “Jadi apa salahnya kita ikut event ini sekalian untuk promosi sekolah karena acara ini juga disiarkan di Radio Mas FM,” tegas Lissa.
      Dia menambahkan, pasca digelarnya acara ini akan ada kerja sama dalam bentuk promosi Yayasan Baitul Makmur di Radio Mas FM.
Sementara itu, Station Manager Radio Mas FM Deby mengatakan, event Decolsin Office Best Friend bertujuan untuk mengenalkan produk Decolsin dari Darya Varia ke masyarakat secara langsung. Pasalnya, selama ini masyarakat tahunya hanya dari apotek. Karena itu, kali ini pihaknya datang ke masyarakat supaya mereka bisa lihat produknya secara langsung melalui event ini.

“Mengapa kita datangnya ke kantor-kantor diharapkan mereka-mereka yang ada di perkantoran karena sibuk bekerja kemudian sering mengalami gejala flu maka bisa dikenalkan produk (Decolsin) ini,” papar Deby.
Deby mengatakan, manfaat yang akan didapatkan dari kerja sama ini adalah brand awareness bagi karyawan di Baitul Makmur.
Menurut dia, setelah acara ini ada sangat terbuka kerja sama dengan Radio Mas FM dalam program-program kegiatan lain dengan bermacam produk pendukung. Namun, bila kerja sama ini bisa dilanjutkan maka kegiatannya tidak hanya berkaitan dengan kesehatan tapi bisa juga berkaitan dengan parenting, keluarga, atau lainnya.

“Untuk sementara, hingga akhir tahun ini masih satu program dulu tentang kesehatan. Tapi bulan depan (Oktober) kita punya acara beauty class. Acara ini mengajari para ibu untuk tampil lebih cantik. Nanti, kalau misalnya para guru dan karyawan yayasan (Baitul Makmur) perempuannya banyak kami bisa mengadakan kegiatan yang sama,” ungkapnya.
Deby pun memberikan kesempatan bagi Baitul Makmur untuk mengisi program-program acara yang ada di Radio Mas FM. Seperti, program pagi hari yang isinya tentang parenting dan program pendidikan. “Monggo (silakan mengisi), nanti kalau misalnya ada beberapa topik yang seirama kita bisa lakukan kerja sama. Namun, untuk sementara ini kami sudah kerja sama dengan lembaga yang berbeda sampai akhir tahun ini. Nah, nanti kalau misalnya (Baitul Makmur) direncanakan untuk tahun yang akan datang, mungkin bisa dimulai pengajuan penawarannya di tahun ini untuk dibuat kesepakatan agar tahun depan sudah bisa jalan (kerja samanya),” jelas Deby. (hen)


Penulis/Editor: Hendarmono Al Sidarto

Taktik Pemutarbalikan Fakta Serta Sejarah Tentang Pembantaian Para Ulama oleh PKI

Administrator Web
Aku adalah aku,
aku bukanlah kamu
dan kamu bukanlah aku.
Banggalah menjadi dirimu yang seperti aku bangga menjadi diriku.



Sejarah perlu dipahami secara utuh dan berkesinambungan. Pemahaman sejarah yang hanya dengan membaca potongan-potongan fragmen, sementara sebagian fragmen telah dipenggal dan ditutup-tutupi, akan melahirkan pemahaman menyimpang. Tidak hanya itu, bahkan bisa memutarbalikkan fakta dalam peristiwa. Hal itu terjadi di tengah bangsa ini dalam memahami sejarah pemberontakan Partai Komunis Indonesia (PKI).
     Jangan bilang PKI tidak bersalah. Peristiwa Madiun 1948 itu ulah biadab PKI. Dan betapa pahitnya omongan Aidit (Dipa Nusantara Aidit, seorang pemimpin senior PKI) yang bilang ulama itu tanpa kerjaan, kitabnya yang banyak, yang bisa buat bendung kali Ciliwung tidak berguna, Indonesia tak butuh ulama.
Dalam pandangan sejarah kontemporer yang tidak benar, PKI hanya dianggap membuat manuver hanya tahun 1965. Itu pun juga tidak sepenuhnya diakui, sebab peristiwa berdarah  itu dianggap hanya manuver TNI Angkatan Darat. Kemudian dibuat kesimpulan bahwa PKI tidak pernah melakukan petualangan politik. Mereka dianggap sebagai korban konspirasi dari TNI AD dan organisasi kemasyarakatan (ormas) Islam anti PKI seperti NU, dan lain-lain.
Pemberontakan PKI pertama kali dilakukan tahun 1926, kemudian dilanjutkan dengan Pemberontakan Madiun 1948 dan dilanjutkan kembali pada tahun 1965 adalah suatu kesatuan sejarah yang saling terkait. Para pelakunya saling berhubungan. Tujuan utamanya adalah bagaimana mengkomuniskan Indonesia dengan mengorbankan para ulama dan aparat negara.


Pemberontakan Madiun 1948 yang dilakukan PKI beserta Pemuda Sosialis Indonesia (Pesindo) dan organ kiri lainnya menelan ribuan korban, baik dari kalangan santri, para ulama, dan pemimpin tarekat yang dibantai secara keji. Selain itu, berbagai aset mereka seperti masjid, pesantren, dan madrasah dibakar. Demikian juga kalangan aparat negara baik para birokrat, aparat keamanan, polisi, dan TNI banyak yang mereka bantai saat mereka menguasai Madiun dan sekitarnya yang meliputi kawasan strategis Jawa Timur dan Jawa Tengah.
      Anehnya, PKI menuduh pembantaian yang mereka lakukan itu hanya sebagai manuver Hatta (Wakil Presiden RI Muhammad Hatta). Padahal jelas-jelas Bung Karno (Presiden RI Soekarno) sendiri yang berkuasa saat itu bersama Hatta mengatakan pada rakyat bahwa pemberontakan PKI di Madiun yang dipimpin Muso dan Amir Syarifuddin itu sebuah kudeta untuk menikam Republik Indonesia dari belakang, karena itu harus dihancurkan. Korban yang begitu besar itu ditutupi oleh PKI. Karena itu tidak lama kemudian Aidit menerbitkan buku putih yang memutarbalikkan fakta pembantaian Madiun tersebut. Para penulis sejarah termakan oleh manipulasi Aidit. Tetapi rakyat, para ulama, dan santri sebagai korban tetap mencatat dalam sejarahnya sendiri. 
Karena peristiwa itu dilupakan maka PKI melakukan agitasi dan propaganda intensif sejak dimulainya kampanye Pemilu 1955, sehingga suasana politik tidak hanya panas, tetapi penuh dengan ketegangan dan konflik. Berbagai aksi teror dilakukan PKI. Para kiai dianggap sebagai salah satu dari setan desa yang harus dibabat. Kehidupan kiai dan kaum santri sangat terteror, sehingga mereka selalu berjaga dari serangan PKI.
Fitnah, penghinaan serta pembunuhan dilakukan PKI di berbagai tempat, sehingga terjadi konflik sosial yang bersifat horisontal antara pengikut PKI dan kelompok Islam, terutama Nahdlatul Ulama (NU). Serang menyerang terjadi di berbagai tempat ibadah, perusakan pesantren dan masjid dilakukan termasuk perampasan tanah para kiai. Bahkan pembunuhan pun dilakukan. Saat itu, NU melakukan siaga penuh yang kemudian dibantu oleh GP Ansor dengan Banser sebagai pasukan khusus yang melindungi mereka. Lagi-lagi kekejaman yang dilakukan PKI terhadap santri dan kiai serta kalangan TNI itu dianggap hanya manuver TNI AD.
Sejarah dibalik. Yang selama ini PKI bertindak sebagai pelaku kekejaman, diubah menjadi pihak yang menjadi korban kekejaman para ulama dan TNI. Karena itu, kita khususnya para pendidik, luruskan sejarah agar anak didik kita tahu bagaimana sulitnya menjaga persatuan dan persatuan. (*/hen)


Penulis: Surya Agung Sabda, S.Pd
Editor: Hendarmono Al Sidarto


*Keterangan: Foto-foto ilustrasi disadur dari Jawad Bahonar

Minggu, 23 September 2018

Visitasi Tim GSF ke SMP Islam Baitul Makmur Disambut Meriah

Administrator Web
MALANG_BM-Visitasi juri Green School Festival (GSF) 2018 di SMP Islam Baitul Makmur disambut antusias oleh peserta didik, pendidik, maupun tenaga kependidikan SMP yang terletak di Jalan Raya Sawojajar 17B, Selasa (18/9/2018). Kedatangan tim juri yang terdiri dari tiga orang saat memasuki halaman sekolah, disambut dua orang siswa untuk menyerahkan cenderamata berbentuk miniatur Jaran Kepang.  

Setelah penyerahan cenderamata, tim juri berjalan melewati puluhan peserta didik SMP Islam Baitul Makmur yang berjajar rapi di halaman sekolah. Keberadaan puluhan siswa ini untuk menyanyikan yel yel yang identik mengajak semua yang hadir untuk peduli pada lingkungan.

Usai disambut yel-yel tim juri menuju ruang guru untuk mendengarkan presentasi oleh tiga siswa SMP Islam Baitul Makmur. Ketiga siswa tersebut adalah Putri Puspitasari, Kelas VII, Lalu Alfian Syah W.A, Kelas IX, dan Moch Annas P, Kelas IX,  yang mempresentasikan secara bergantian sembilan isu lingkungan di SD Islam Baitul Makmur. Sembilan itu tersebut melingkupi peta umum sekolah, sampah dan polusi, energi, sumber air, tanaman hijau, risiko, kantin sehat, literasi teknologi informasi, UKS, dan peta kesimpulan sekolah.

      Setelah menyelesaikan presentasinya, ketiga siswa SMP Islam Baitul Makmur secara bergantian mendapatkan pertanyaan dari tim juri GSF terkait materi presentasi yang disampaikan melalui proyektor. Ketiga siswa cukup lancar dalam memberikan jawaban atas pertanyaan juri.

      Usai mendengarkan presentasi, tim juri GSF berbagi tugas turun ke lapangan untuk melihat langsung mulai dari dokumen GSF SMP Islam Baitul Makmur hingga sarana dan prasrana (sarpras) yang  tersedia seperti ruang kelas, toilet, UKS, kantin sekolah, dan lain-lain.

      Saat turun lapangan, tim juri GSF aktif mendatangi satu persatu sarpras yang ada di SMP Islam Baitul Makmur. Seperti yang dilakukan tim juri yang kebagian melihat sarpras dengan telaten melihat-lihat seperti toilet, tempat-tempat cuci tangan yang ada di taman depan kelas, UKS, ruang kelas, dan lainnya.

      Sementara, tim juri lain yang kebagian mendatangi mading yang berisikan sembilan isu lingkungan, menanyai satu-persatu siswa yang bertugas menjaga mading sesuai isu yang dibuat.

Koordinator GSF SMP Islam Baitul Makmur, mengungkapkan persiapan yang dilakukan untuk menyambut visitiasi tim juri GSF di antaranya melakukan observasi masalah, latihan yel-yel, dan menyiapkan majalah dinding (mading) dari bahan daur ulang yang memuat sembilan  isu yang di lingkungan sekolah. Pemanfaatan daur ulang ini merupakan salah satu dari pengaplikasian sembilan isu lingkungan GSF yang dinilai oleh juri.

      “Keikutsertan SMP Islam Baitul Makmur dalam event GSF tahun ini merupakan kali pertama. Tahun sebelumnya keikutsertaan kami belum benar-benar menyeluruh sehingga ke depannya diharapkan akan ada perbaikan-perbaikan untuk kemajuan sekolah pada ajang lomba yang sama,” kata Nisa, sapaanlekat Choirul Anisa, S.S, S.Pd.(hen)




Penulis/Editor: Hendarmono Al Sidarto



Sabtu, 15 September 2018

Sambut 1 Muharram 1440 H, Baitul Makmur Gelar Jalan Sehat dan Beragam Lomba Islami

Administrator Web
MALANG_BM- Menyambut 1 Muharram 1440 H, Yayasan Pendidikan dan Sosial Baitul Makmur Kota Malang, Selasa (11/9/2018) pagi, mengadakan jalan sehat dan beragam perlombaan islami, seperti kreasi islami, tahfidz couple, dan fashion couple. Sekitar 1.000 peserta yang terdiri dari warga  yayasan Baitul Makmur, tenaga pendidik, siswa dan wali murid dari TK/KB, SD Islam, SMP Islam, dan SMK Islam mengikuti kegiatan jalan sehat.

Start jalan sehat dimulai pukul 06.00 dari halaman sekolah yang berada di Jalan Sawojajar 17 B, menuju Jalan Raya Sowajajar-Jalan Terusan Danau Mendana Barat-Jalan Danau Maninjau Raya-Jalan Danau Limboto Barat-Jalan Raya Sawojajar, dan finis di halaman sekolah Baitul Makmur. Rute yang ditempuh sekitar 2 kilometer (km).

Peringatan 1 Muharram atau Tahun Baru Islam di Baitul Makmur tahun ini mengambil tema “Raih Kesuksesan di Tahun Baru Islam melalui Kesehatan, Pendidikan Al-Qur’an, dan Kebersamaan”. Acara pelepasan jalan sehat dilakukan oleh Ketua Yayasan Baitul Makmur Drs. H. Rolla Gino Pribadi yang diiringi marching band dari siswa SD Islam Baitul Makmur.

Kepala lembaga Pendidikan SD Islam dan SMK Islam Baitul Makmur Dra. Hj. Fatimah, M.M, dalam sambutannya menuturkan, bisa berkumpulnya Keluarga Besar Baitul Makmur dalam rangka memperingati 1 Muharram 1440 H ini merupakan kebanggaan tersendiri. Meski persiapannya mepet, namun acara bisa terlaksana dengan sukses.

“Dengan peringatan (1 Muharram 1440 H) ini mudah-mudahan di tahun yang akan datang Allah SWT memberikan keridhoan apa yang kita rencanakan. Karena itu, saya atas nama yayasan, pribadi, kepala sekolah TK, SD, SMP, dan SMK mengucapkan terima kasih atas dukungan dari wali murid dalam penyelenggaraan acara ini,” kata kepala sekolah yang akrab disapa dengan Bu Fat ini.
Ketua Panitia Gebyar 1 Muharram 1440 H Baitul Makmur, Wawan Dwi Setyawan, S.Pd.I mengatakan
maksud dan tujuan digelarnya Gebyar Muharram ini, selain sebagai acara rutin tahunan juga untuk menjalin tali silaturahim dan kekeluargaan di antara keluarga besar Yayasan Baitul Makmur agar terus terjalin ukhuwah islamiyah, syiar Islam, memupuk dan mempererat rasa persaudaraan.

“Kami juga berharap bisa memunculkan bibit-bibit baru dari anak-anak didik kami yang tahfidz terkait program tahfidz di sekolah yang bernaung di Yayasan Baitul Makmur, khususnya di SD dan SMP.
Karena itu, untuk memeriahkan peringatan 1 Muharram 1440 H ini digelar beberapa lomba islami, di antaranya tahfidz. Dengan melahirkan bibit-bibit baru, nantinya kami bisa mengandalkan anak didik kami dalam lomba-lomba baik di tingkat lokal, provinsi hingga nasional,” papar ustadz Wawan, sapaan karib Wawan Dwi Setyawan, S.Pd.I.

Dia melanjutkan, dengan adanya perayaan 1 Muharram seperti ini diharapkan sekolah yang ada di lingkungan Baitul Makmur semakin dikenal masyarakat maupun dari keluarga besar siswa yang datang di acara ini.
      Sementara itu, seusai acara jalan, acara dilanjutkan dengan lomba-lomba. Pesertanya adalah siswa Baitul Makmur dengan didampingi orang tua, maupun paguyuban wali murid. Juri menilai berdasarkan kekompakan siswa dan orang tua. Acara ditutup dengan pembagian hadiah untuk para pemenang. Panitia juga telah menyiapkan bermacam-macam doorprize dan satu unit sepeda gunung sebagai hadiah utama untuk pemenang jalan sehat. (hen)



Penulis/Editor:  Hendarmono Al Sidarto

Kamis, 13 September 2018

Lagi, Siswa SMK Baitul Makmur Torehkan Prestasi Juara Favorit Lomba Pidato se-Kota Malang

Administrator Web
MALANG_BM-Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Islam Baitul Makmur kembali sukses menorehkan prestasi yang membanggakan. Kali ini, Azzahro Maulidia, siswa Kelas XII Jurusan Keperawatan SMK Baitul Makmur berhasil mendapatkan juara favorit dalam ajang Lomba Pidato Tingkat Pelajar SMA/SMK/MA Se-Kota Malang. Acara yang digelar oleh Garda Pancasila Kota Malang yang diketuai mantan Wali Kota Malang Drs Peni Suparto, MAP, pada Ahad (9/9/2018) ini bertempat di Gedung Perpustakaan Umum dan Arsip Kota Malang, Jalan Ijen.
 

       Sebelumnya, Fina Sahro, siswa Kelas XI Jurusan Keperawatan SMK Islam Baitul Makmur juga mencatatkan prestasi sebagai Juara II Festival Literasi SMK Tingkat Provinsi Jawa Timur Tahun 2018 dalam lomba yang digelar oleh Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur di  Arca Resort, Trawas, Mojokerto, pada 30 Juli-1 Agustus 2018.
      Guru Pembimbing Lomba Pidato Tingkat Pelajar SMA/SMK/MA Se-Kota Malang SMK Islam Baitul Makmur, Restu Hapsari Rahayu, S.Pd, mengatakan keberhasilan Azza, sapaan Azzahro Maulidia, meraih salah satu juara karena adanya potensi besar yang dimiliki siswanya tersebut.
  
       “Saya hanya tinggal memoles dan memberikan tambahan sedikit karena pada dasarnya Azza punya kemampuan untuk bicara di depan banyak orang dan rasa percaya diri yang cukup. Mudah-mudahan ke depan dapat juaranya tidak hanya di tingkat lokal saja tetapi jenjang lebih tinggi lagi,” ujar guru Bahasa Indonesia yang murah senyum ini.

 
      Febby Cahya Triandra, S.Pd, M.Pd, yang juga guru pembimbing Azza, menambahkan pihaknya optimistis bakal mendapatkan salah satu juara dari 50 peserta yang tampil saat itu. Padahal, persiapannya mepet, hanya tiga hari menjelang lomba.
Tetapi, lanjut Wakil Kepala Kurikulum SMK Islam Baitul Makmur ini, penampilan Azza saat itu dinilai bagus, tidak terkesan canggung walaupun kurang latihannya, dasarnya memiliki basic yang kuat, dan semangat untuk fastabihul khairatnya bersaing.
       “Saya hanya mengarahkan  agar suaranya ‘keluar’, seperti intonasinya, pelafalannya, ekspresi wajah dan gayanya,” kata Febby yang sebelumnya juga sukses membimbing dan mengantarkan Fina Zahro juara II dalam Festival Literasi SMK Tingkat Provinsi Jawa Timur Tahun 2018.
Selain meraih juara favorit, dia mengatakan, siswa SMK Baitul Makmur yang datang bersama gurunya untuk mendukung penampilan Azza dalam ajang lomba tersebut, juga meraih penghargaan sebagai suporter terbaik ketiga.

“Alhamdulillah, spontanitas anak-anak yang turut menyemangati temannya berlomba berhasil meraih juara ketiga sebagai supporter terbaik,” ujarnya.
Kepala SMK Baitul Makmur Dra. Hj. Fatimah, M.M, menyatakan terima kasihnya atas keberhasilan Azza meraih juara favorit dalam lomba pidato tersebut. “Alhamdulillah saya sampaikan terima kasih kepada Azza, mudah-mudahan ini menjadi embrio jauh lebih baik dan  menjadi pioner bagi teman-temannya di sini. Jadi ini alhamdulillah dengan pembimbing-pembimbing yang baru, rasanya Baitul Makmur semakin lebih baik, utamanya SMK. Terima kasih Pak Feby dan teman-teman yang lain sudah membimbing anak-anak,” kata kepala sekolah yang akrab disapa Bu Fat ini.

      Sementara itu, saat dimintai komentarnya, Azza mengatakan kegembiraannya atas prestasi yang diraihnya. “Alhamdulillah, dari tampil pada lomba kemarin saya mendapatkan ilmu, baik dari isi pidato yang disampaikan maupun kesempatan yang diberikan. Awalnya, saya sempat pesimistis tetapi setelah melihat kehadiran Pak Feby bersama Bu Heny (Heny Yuni Prastuti, S.Pd) dan teman-teman melecut saya tampil optimal,” kata Azza bangga. (hen)



Penulis/Editor: Hendarmono Al Sidarto

Coprights 2018 | Designed By | #GoldCreative