Informasi lengkap silahkan hubungi : 0341 - 717753

INFORMASI PPDB KB/TK
Penerimaan Peserta Didik Baru sudah dibuka
Waktu Pendaftaran
Januari - Mei 2018
INFORMASI PPDB SD Islam
Penerimaan Peserta Didik Baru sudah dibuka
Waktu Pendaftaran
4 Januari - 30 Juni 2018
INFORMASI PPDB SMP Islam
Penerimaan Peserta Didik Baru sudah dibuka
Waktu Pendaftaran
1 Maret - 30 Juni 2018
INFORMASI PPDB SMK
Penerimaan Peserta Didik Baru sudah dibuka
Waktu Pendaftaran
1 Maret - 30 Juni 2018

Rabu, 31 Oktober 2018

Diakreditasi, Tim Asesor BAN S/M Jatim Visitasi SMP Islam Baitul Makmur

Administrator Web
MALANG_BM- Tim Asesor Badan Akreditasi Nasional Sekolah/Madrasah (BAN S/M) Provinsi Jawa Timur melakukan visitasi (kunjungan) ke SMP Islam Baitul Makmur, Selasa (30/10/2018). Kunjungan ini untuk mengetahui sejauh mana sebuah lembaga pendidikan yang berstandar nasional dan layak sebagai lembaga pendidikan berkompeten. 

Tim Asesor BAN S/M Jatim, Enny Faroina  Chasdiyati mengatakan, semua lembaga pendidikan harus melalui proses ini, sehingga akreditasi visitasi bukan hal yang menakutkan akan tetapi merupakan tambahan pemicu melengkapi sebuah lembaga pendidikan. Hal ini bertujuan agar sebuah lembaga pendidikan, khususnya SMP Islam Baitul Makmur, lebih layak serta sangat berkualitas untuk menghasilkan anak didik yang bagus dan berintegritas mutu pendidikannya.
"Tentunya, tetap mengacu pada standar nasional pendidikan," tegas Enny didampingi rekannya, Sunarni di sela-sela kunjungan. 
Dalam evaluasinya usai visitasi, Enny menjelaskan, bahwa dalam pelaksanaan akreditasi segala sesuatu harus dibuktikan walaupun sebagai guru sudah melaksanakan tugasnya, seperti beberapa hal harus didokumentasikan dan tercatat. Misalnya, ada yang bertanggung jawab terhadap dokumen surat keputusan (SK-SK) sehingga legal sebagai bukti, kemudian untuk secara fisik penyiapan sarana dan prasarana (sarpras) diperhatikan secara benar untuk peruntukannya, dan lainnya.
“Mudah-mudahan untuk ke depannya, tertib dokumentasi  agar tidak menyulitkan dalam akreditasi di masa mendatang. Apapun yang dilaksanakan kita memang mengacu pada kurikulum  agar di-link-an dengan instrumen akreditasi yang ada sehingga tidak dua kali kerja,” jelasnya.
Enny pun mengungkapkan, dalam penilaian akreditasi banyak hal-hal yang sederhana yang dilengkapkan, salah contohnya gudang. Di SMP Islam Baitul Makmur sudah betul peruntukannya, yakni untuk menyimpan barang yang masih terpakai bukan barang yang rusak dan dalam posisi terkunci. Oleh tim asesor, kondisi ini difoto untuk pendukung data penguat sekolah.
Selain itu, lanjut dia, yang harus diperhatikan hal-hal sepele dan relatif murah, contohnya penangkal petir. Soal penangkal petir ini sudah dijawab karena belum selesai pembangunannya. Tapi sebaiknya tetap dipasang. Sedangkan terkait tabung pemadam kebakaran hendaknya ada di ruang laboratorium dan perpustakaan.
“Sebetulnya kalau lebih detil saya tanyakan tentang jurnal program dan penanggung jawab UKS. Serahkan saja (UKS) kepada guru olahraga, kan nyambung. Saran kami, UKS itu sebaiknya tidak berada di lantai dua karena takutnya kalau ada siswa yang pingsan harus diangkat ke lantai atas, kan merepotkan. Carikan ruang di lantai bawah.Jadi ketika ada anak yang pingsan bisa segera dibawa ke ruang UKS,” kata dia.
Kemudian soal perpustakaan, menurut Enny, harusnya ada program, ada penomoran buku sesuai standar yang ada. Tugas seperti ini bisa diserahkan saja kepada guru Bahasa Indonesia. Laboran juga demikian diserahkan ke guru IPA. Di situ harusnya ada program, jurnal, inventaris barang, kemudian pisahkan juga lemari bahan dengan lemari alat. Mumpung nanti akan dibangunkan lab, nah sekalian ditata. Jadi di dalam lab itu, depannya harus untuk memposisikan meja demo, harus panjang, dan lebih tinggi posisinya sehingga anak yang di belakang kalau ada teman yang praktik terlihat. Selain itu, ada program, ada jurnal juga ada jadwal untuk masuk ke lab.
Enny menyarankan, kepala sekolah terus bersinergi atau melakukan connecting dengan pengawas sekolah, apa saja yang harus dilakukan. Kalau pengawas berkenan pasti akan mengarahkan. Selain itu, sering bertanya, jangan malu. Apalagi, sekolah ini punya kelebihan SDM muda-muda yang bisa diajak lari untuk maju.

“Pesan saya, sekolah ini kan berbasis agama Islam, seandainya ada suatu program anak yang lulus sekolah dari SMP Islam Baitul Makmur ini ada yang hafis, agar terdengar ke luar. Jadi bisa menjadi daya tarik. "Nggak harus semua (hafis),memang berat. Misalnya setahun anak 2 atau 3 yang hafis kan membanggakan. Lalu undang orangtuanya biar ikut bangga. Jadi setiap titik prestasi anak pamerkan kepada orang tua.
Terkait hasil akhir penilaian dari visitasi tim asesor ini, Enny mengatakan akan keluar setelah Desember. “Perkiraan, hasilnya (penilaian akreditasi) setelah Desember dari sekarang, atau awal tahun depan,” tandasnya.
Sementara itu, Kepala SMP Islam Baitul Makmur Ahmad Nur Syadzili, S.Pd mengatakan, kami mengucapkan banyak terima kasih atas saran-saran dan juga ilmu yang telah diberikan kepada kami khususnya keterkaitan dengan pengembangan lembaga SMP Islam Baitul Makmur.
Nur mengatakan, dalam visitasi akreditasi ini tim asesor melihat-lihat administrasi sekolah, peninjauan langsung kegiatan belajar mengajar (KBM) di kelas,  perpustakaan, laboratorium, dan UKS. (hen)


Penulis/Editor: Hendarmono Al Sidarto

Siswa SMK Baitul Makmur Dilatih Kewirausahaan

Administrator Web
MALANG_BM-Untuk melatih kewirausahaan terhadap siswa, SMK Baitul Makmur bekerja sama dengan PT Nutrifood Indonesia Area Malang dan Pasuruan menggelar presentasi Marketing Challenge 2018 di Ruang Kelas SMK Baitul Makmur, Selasa (16/10/2018). Dari presentasi ini diharapkan anak didik SMK yang beralamat di Jalan Sawojajar 17B No.58 ini terpacu untuk menjadi pebisnis dalam skala kecil.
Beny Chandra, Marketing Coordinator Promotion Nutrifood area Malang dan Pasuruan mengatakan, pihaknya merasa senang atas kesempatan yang diberikan SMK Baitul Makmur untuk menggelar presentasi Marketing Challenge.
                                                                                                                  
“Kami sharing tentang Yuzu Another Sales dalam rangka Marketing Challenge 2018. Kami memberikan materi tentang marketing ke adik-adik di SMK Baitul Makmur. Harapannya seminggu ke depan akan ada challenge dari Nutrisari Yuzu,” papar Beny di sela-sela presentasi Marketing Challenge 2018.  
Dia mengatakan, siswa yang berhasil dalam menjalankan penjualan produk Nutrifood yang sudah ditentukan akan dipilih sekolah untuk mewakili SMK Baitul ke tingkat Malang Raya mengikuti Yuzu Business Plan 2018  
      “Kami menawarkan marketing challenge ke sekolah-sekolah di Malang Raya untuk nanti pelaksanaan tanggal 20 Desember. Prosesnya, sekolah akan memilih tim marketing kemudian presentasi di tingkat Malang Raya untuk diambil juara 1, 2, dan 3,” ujarnya.

      Beny berharap dari kegiatan ini siswa bisa termotivasi untuk belajar lagi bukan hanya memaksimalkan di internal sekolah. Tetapi di eksternal sekolah siswa bisa belajar marketing yang bisa menjadi bekal setelah lulus dari SMK Baitul Makmur.
      Dia menambahkan, peserta terbaik dari marketing challenge ini berkesempatan untuk magang di Nutrifood Area Malang. “Yang tertarik bisa mengajukan lamaran ke Nutrifood Area Malang, nanti akan kami seleksi. Magang di kami tidak hanya sekedar belajar tentang Nutrifood tetapi nanti akan ada uang pengganti kendaraan, dan dianggap sebagai tim Nutrifood di area tersebut,” tegas dia.

      Sementara itu, Wakil Kepala Kurikulum SMK Baitul Makmur Febby Cahya Triandra, S.Pd, M.Pd mengatakan, presentasi Marketing Challenge 2018 ini diikuti oleh semua siswa kelas X, XI, dan XII. Karena itu, dia berharap setiap siswa memiliki semangat untuk lebih berkompetensi di bidang kewirausahaan.
“Dari Nutrifood memang memberikan kesempatan kepada selama satu minggu, siswa punya kemampuan menjualnya berapa. Ketika nanti yang jualnya paling banyak, dia yang berhak mengikuti marketing challenge pada Desember nanti melawan dengan sekolah lain,” ujar dia. (hen)



Penulis/Editor: Hendarmono Al Sidarto

Kamis, 18 Oktober 2018

Bentuk Karakter Siswa, SMP dan SMK Baitul Makmur Gelar Outbound Bersama

Administrator Web
MALANG_BM-Memanfaatkan waktu usai melaksanakan Penilaian Tengan Semester (PTS) Semester I/2018, SMP dan SMK Baitul Makmur menggelar outbound bertajuk Fun and Leadership Training di Coban Talun, Batu, pada 5-6 Oktober 2018. Kegiatan ini, dikuti oleh seluruh siswa kelas VII sampai kelas XII dan guru SMP dan SMK Baitul Makmur.

Koordinator Fun and Leadership Training SMP dan SMK Baitul Makmur, Febby Cahya Triandra, S.Pd, M.Pd, mengatakan digelarnya outbound bertujuan untuk melatih siswa bertanggungjawab terhadap diri sendiri. Karena itu, berbagai kegiatan yang menunjang acara ini digelar.

“Makanya, pada malam harinya ada acara api unggun, selanjutnya pagi-pagi tracking area naik gunung lalu turunnya  ambil atau pungut sampah sepanjang mereka turun. Luar biasa, jadi kanan kiri jalan anak-anak ambil sampah,” kata Wakil Kepala Kurikulum SMK Baitul Makmur ini.

Harapannya, lanjut dia, aksi pungut sampah itu bisa menjadi karakter  siswa SMP dan SMK untuk dibawa ke sekolah dalam proses kebersihan di lingkungan tempat belajar mereka sehari-hari. Hal ini sesuai tuntunan dalam Islam yakni at-thuhurus syatrul iman (kesucian itu bagian dari iman).
Setelah kegiatan tracking, dia mengatakan, anak-anak main fun game di antaranya ramtamtam guli guli guli, permainan ambil tepung, war of candle, dan terakhir uji nyali  flying fox.

“Tujuannya (outbound) hanya satu, kita ini (SMP dan SMK) satu yayasan sehingga harapannya antar sub unit dengan yang lainnya bisa fusi/gabung jadi satu. Yang namanya berbeda itu pasti. Allah menciptakan kita agar berbeda tetapi apakah perbedaan itu bisa menyatukan atau memisahkan, ini menjadi pilihan,” papar dia.

Karena itu, Febby berharap, dengan adanya leadership diharapkan antara siswa SMP dengan SMK ada keberlanjutan.  Pasalnya, di tahun-tahun sebelumnya siswa SMP Islam Baitul Makmur tidak ada sama sekali yang mau masuk SMK Baitul Makmur.

 “Barangkali itulah kuncinya. Siswa SMP juga tahu kalau kakaknya tidak seperti yang mereka bayangkan, yang cuek, atau apa. Karena kemarin (saat pelaksanaan outbound) mereka itu terlihat saling melindungi. Demikian juga siswa SMK tidak melihat adik-adiknya siswa SMP tidak sombong seperti yang mereka kira. Ternyata mereka itu saling melindungi karena dalam satu kelompok. Bahasanya itu ukhuwah islamiyah. Menggalang ukhuwah Islamiyah di leadership,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala SMP Islam Baitul Makmur Ahmad Nur Syadzili, S.Pd, menambahkan, kegiatan outbound ini berawal dari aktivitas rutin SMP Islam Baitul Makmur yang berjudul Sinau Wisata yang digelar setiap satu semester. “Pelaksanaannya dilakukan setelah penilaian tengah semester atau PTS. Untuk kali ini, karena yang kami angkat adalah outbound maka sinau wisatanya berbentuk alam yang diselanggarakan di Coban Talun ini,’ jelasnya.

        Menurut dia, manfaat digelarnya outbound ini adalah yang perrtama, refreshing setelah siswa melakukan kegiatan belajar mengajar (KBM). Manfaat kedua, latihan kepemimpinan atau leadershipnya, dan yang ketiga ada ilmu pengetahuan tentang bagaimana cara menjaga alam. 

“Anak-anak nanti melakukan penanaman pohon atau penghijaun kembali secara simbolis,” kata dia.
      Dia berharap, pasca acara ini siswa lebih disiplin, mandiri, bisa mengatur anggotanya, khususnya terhadap diri sendiri. (hen)



Penulis/Editor: Hendarmono Al Sidarto

Rabu, 03 Oktober 2018

Gunakanlah Kata ’Jangan’ dalam Mendidik Anak

Administrator Web
Mulailah mendidik anak kita dengan kata ‘jangan’. Memang, kata ini banyak sekali persepsinya yang bermuatan negatif dan larangan. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) kata jangan berarti menyatakan melarang, tidak boleh, hendaknya tidak usah.
Namun, kita sebagai orang tua sering lupa atau tidak tahu bahwa lebih dari 500 kata di dalam Al-Qur'an menggunakan kata jangan. Salah satunya, di dalam Surat Luqman ayat 12-19 dijelaskan bahwa dalam mendidik anak dilakukan dengan kasih sayang orang tua bukan membentak. Artinya, metode pendidikan yang dilakukan adalah dengan nasehat orang tua ke anak secara tulus, ikhlas, berbekas, dan berpengaruh saat memasuki jiwa yang bening hati, terbuka, dan bijak saat mendidik anak. Setidaknya, metode yang diterapkan dalam pendidikan adalah metode keteladanan sesuai Al- Qur'an dan Hadits.
Kesalahan dalam mendidik anak pada zaman now di antaranya: mudahnya akses internet yang bisa mengubah pola pikir anak-anak. Selain itu, mudahnya anak-anak dalam berkomunikasi dalam lawan jenis yang membuat anak lebih nyaman dengan sahabat atau teman . Solusinya, adalah bagaimana orang tua sekarang bisa berkomunikasi dengan baik terhadap anaknya, komunikasi yang bermartabat, berakhlak, dan bermutu.

Jangan mengharamkan kata jangan kepada anak-anak agar tahu mana yang baik dan buruk, mana yang benar dan salah. Selama ini, kata jangan sangat berasumsi ke kalimat negatif atau perintah negatif. Karena itulah, berangkat dari hal tersebut kita mengupas kekeliruan pada buku-buku pendidikan, seminar teori pendidikan, dan lain-lain,  terutama digunakannya kata preventif seperti hati-hati, berhenti, dan diam atau stop. Alasannya,  menggunakan kata jangan karena alam bawah sadar manusia tidak merespons dengan cepat kata jangan. Kata jangan akan memberikan nuansa negatif dan larangan sebagai orang tua. Maka dari itu, coba ganti kata dengan lebih positif dan berikan alasan agar dapat diterima oleh anak. Hal inilah yang membuat keraguan dan indah nampaknya tapi di dalamnya terkandung bahaya kronis (keraguan).
Mari kita bahas syubhat (keraguan) yang ada saat ini. Kalau mau teliti mari kita tanyakan kepada mereka yang melarang kata jangan. Padahal, sebaliknya ratusan kata jangan tercantum di dalam Surat Luqman ayat 12 -19. Dalam penjelasannya, kisah Surat Luqman ini dibuka dengan penekanan Allah SWT bahwa Luqman Hakim itu orang yang diberi hidayah (orang arif yang secara tersirat kita diperintahkan untuk meneladaninya).
QS. Luqman 13  bahkan lebih tegas bahwa Luqman menceritakan, "Janganlah engkau menyekutukan Allah SWT, sesungguhnya syirik termasuk dosa besar." Dalam hal ini Luqman tidak perlu mengganti kata “jangan menyekutukan Allah dengan Esakanlah Allah SWT”.
Pun demikian dengan "laa" yang lain, tidak diganti dengan kata-kata kebalikan yang bersifat ajaran mengapa Luqman tidak mengganti jangan, diam, atau berhenti. Kata jangan itu mudah dicerna oleh murid-murid atau anak-anak sebagaimana penuturan Luqman kepada anaknya. Karena itulah, kita sebagai orang tua wali harus mengatakan kata jangan untuk ketegasan dalam menjaga anak-anak di tengah kemajuan era globalisasi. (*/hen)



Penulis: Surya Agung Sabda, S.Pd

Editor: Hendarmono Al Sidarto

Minggu, 30 September 2018

Seru, Guru dan Karyawan Baitul Makmur Ikuti Fun Game

Administrator Web
MALANG_BM-Acara Decolsin Office Best Friend yang digelar Yayasan Baitul Makmur bekerja sama dengan Radio Mas FM, Jumat (28/9/2018), berlangsung seru. Acara yang digelar di Ruang Kelas lantai 2 diikuti oleh guru dan karyawan Yayasan Baitul Makmur yang berjumlah sekitar 35 orang.

Dengan dipandu oleh dua pembawa acara, event ini diisi dengan fun game berkaitan dengan produk Decolsin produksi dari PT Darya-Varia Laboratoria Tbk. Secara berkelompok, peserta ditunjuk bergantian untuk maju dengan membawa dua produk dari Darya-Varia yakni Decolsin dan Decolgen. Peserta yang sukses mengikuti petunjuk pembawa acara akan mendapatkan bingkisan yang sudah dipersiapkan. Selain bingkisan, juga disediakan uang tunai Rp 600 ribu untuk enam pemenang yang beruntung.

Koordinator acara Decolsin Office Best Friend Baitul Makmur Lissa Marwina, S.Pd mengatakan, tujuan utama digelarnya acara Decolsin Office Best Friend adalah untuk publikasi Yayasan Baitul Makmur yang terdiri dari jenjang pendidikan TK, SD, SMP, dan SMK.
“Dengan kedatangan mereka kita bisa sekaligus mempublikasikan Yayasan Baitul Makmur merupakan yayasan pendidikan yang maju,” kata Guru Baitul Makmur ini.

      Menurut dia, bahwa event yang digelar Radio Mas FM Malang ini, selain Baitul Makmur juga diikuti oleh lembaga maupun perusahaan-perusahaan besar seperti Gramedia, Toyota Kartikasari, BNN Kota Malang, dan lainnya. “Jadi apa salahnya kita ikut event ini sekalian untuk promosi sekolah karena acara ini juga disiarkan di Radio Mas FM,” tegas Lissa.
      Dia menambahkan, pasca digelarnya acara ini akan ada kerja sama dalam bentuk promosi Yayasan Baitul Makmur di Radio Mas FM.
Sementara itu, Station Manager Radio Mas FM Deby mengatakan, event Decolsin Office Best Friend bertujuan untuk mengenalkan produk Decolsin dari Darya Varia ke masyarakat secara langsung. Pasalnya, selama ini masyarakat tahunya hanya dari apotek. Karena itu, kali ini pihaknya datang ke masyarakat supaya mereka bisa lihat produknya secara langsung melalui event ini.

“Mengapa kita datangnya ke kantor-kantor diharapkan mereka-mereka yang ada di perkantoran karena sibuk bekerja kemudian sering mengalami gejala flu maka bisa dikenalkan produk (Decolsin) ini,” papar Deby.
Deby mengatakan, manfaat yang akan didapatkan dari kerja sama ini adalah brand awareness bagi karyawan di Baitul Makmur.
Menurut dia, setelah acara ini ada sangat terbuka kerja sama dengan Radio Mas FM dalam program-program kegiatan lain dengan bermacam produk pendukung. Namun, bila kerja sama ini bisa dilanjutkan maka kegiatannya tidak hanya berkaitan dengan kesehatan tapi bisa juga berkaitan dengan parenting, keluarga, atau lainnya.

“Untuk sementara, hingga akhir tahun ini masih satu program dulu tentang kesehatan. Tapi bulan depan (Oktober) kita punya acara beauty class. Acara ini mengajari para ibu untuk tampil lebih cantik. Nanti, kalau misalnya para guru dan karyawan yayasan (Baitul Makmur) perempuannya banyak kami bisa mengadakan kegiatan yang sama,” ungkapnya.
Deby pun memberikan kesempatan bagi Baitul Makmur untuk mengisi program-program acara yang ada di Radio Mas FM. Seperti, program pagi hari yang isinya tentang parenting dan program pendidikan. “Monggo (silakan mengisi), nanti kalau misalnya ada beberapa topik yang seirama kita bisa lakukan kerja sama. Namun, untuk sementara ini kami sudah kerja sama dengan lembaga yang berbeda sampai akhir tahun ini. Nah, nanti kalau misalnya (Baitul Makmur) direncanakan untuk tahun yang akan datang, mungkin bisa dimulai pengajuan penawarannya di tahun ini untuk dibuat kesepakatan agar tahun depan sudah bisa jalan (kerja samanya),” jelas Deby. (hen)


Penulis/Editor: Hendarmono Al Sidarto

Taktik Pemutarbalikan Fakta Serta Sejarah Tentang Pembantaian Para Ulama oleh PKI

Administrator Web
Aku adalah aku,
aku bukanlah kamu
dan kamu bukanlah aku.
Banggalah menjadi dirimu yang seperti aku bangga menjadi diriku.



Sejarah perlu dipahami secara utuh dan berkesinambungan. Pemahaman sejarah yang hanya dengan membaca potongan-potongan fragmen, sementara sebagian fragmen telah dipenggal dan ditutup-tutupi, akan melahirkan pemahaman menyimpang. Tidak hanya itu, bahkan bisa memutarbalikkan fakta dalam peristiwa. Hal itu terjadi di tengah bangsa ini dalam memahami sejarah pemberontakan Partai Komunis Indonesia (PKI).
     Jangan bilang PKI tidak bersalah. Peristiwa Madiun 1948 itu ulah biadab PKI. Dan betapa pahitnya omongan Aidit (Dipa Nusantara Aidit, seorang pemimpin senior PKI) yang bilang ulama itu tanpa kerjaan, kitabnya yang banyak, yang bisa buat bendung kali Ciliwung tidak berguna, Indonesia tak butuh ulama.
Dalam pandangan sejarah kontemporer yang tidak benar, PKI hanya dianggap membuat manuver hanya tahun 1965. Itu pun juga tidak sepenuhnya diakui, sebab peristiwa berdarah  itu dianggap hanya manuver TNI Angkatan Darat. Kemudian dibuat kesimpulan bahwa PKI tidak pernah melakukan petualangan politik. Mereka dianggap sebagai korban konspirasi dari TNI AD dan organisasi kemasyarakatan (ormas) Islam anti PKI seperti NU, dan lain-lain.
Pemberontakan PKI pertama kali dilakukan tahun 1926, kemudian dilanjutkan dengan Pemberontakan Madiun 1948 dan dilanjutkan kembali pada tahun 1965 adalah suatu kesatuan sejarah yang saling terkait. Para pelakunya saling berhubungan. Tujuan utamanya adalah bagaimana mengkomuniskan Indonesia dengan mengorbankan para ulama dan aparat negara.


Pemberontakan Madiun 1948 yang dilakukan PKI beserta Pemuda Sosialis Indonesia (Pesindo) dan organ kiri lainnya menelan ribuan korban, baik dari kalangan santri, para ulama, dan pemimpin tarekat yang dibantai secara keji. Selain itu, berbagai aset mereka seperti masjid, pesantren, dan madrasah dibakar. Demikian juga kalangan aparat negara baik para birokrat, aparat keamanan, polisi, dan TNI banyak yang mereka bantai saat mereka menguasai Madiun dan sekitarnya yang meliputi kawasan strategis Jawa Timur dan Jawa Tengah.
      Anehnya, PKI menuduh pembantaian yang mereka lakukan itu hanya sebagai manuver Hatta (Wakil Presiden RI Muhammad Hatta). Padahal jelas-jelas Bung Karno (Presiden RI Soekarno) sendiri yang berkuasa saat itu bersama Hatta mengatakan pada rakyat bahwa pemberontakan PKI di Madiun yang dipimpin Muso dan Amir Syarifuddin itu sebuah kudeta untuk menikam Republik Indonesia dari belakang, karena itu harus dihancurkan. Korban yang begitu besar itu ditutupi oleh PKI. Karena itu tidak lama kemudian Aidit menerbitkan buku putih yang memutarbalikkan fakta pembantaian Madiun tersebut. Para penulis sejarah termakan oleh manipulasi Aidit. Tetapi rakyat, para ulama, dan santri sebagai korban tetap mencatat dalam sejarahnya sendiri. 
Karena peristiwa itu dilupakan maka PKI melakukan agitasi dan propaganda intensif sejak dimulainya kampanye Pemilu 1955, sehingga suasana politik tidak hanya panas, tetapi penuh dengan ketegangan dan konflik. Berbagai aksi teror dilakukan PKI. Para kiai dianggap sebagai salah satu dari setan desa yang harus dibabat. Kehidupan kiai dan kaum santri sangat terteror, sehingga mereka selalu berjaga dari serangan PKI.
Fitnah, penghinaan serta pembunuhan dilakukan PKI di berbagai tempat, sehingga terjadi konflik sosial yang bersifat horisontal antara pengikut PKI dan kelompok Islam, terutama Nahdlatul Ulama (NU). Serang menyerang terjadi di berbagai tempat ibadah, perusakan pesantren dan masjid dilakukan termasuk perampasan tanah para kiai. Bahkan pembunuhan pun dilakukan. Saat itu, NU melakukan siaga penuh yang kemudian dibantu oleh GP Ansor dengan Banser sebagai pasukan khusus yang melindungi mereka. Lagi-lagi kekejaman yang dilakukan PKI terhadap santri dan kiai serta kalangan TNI itu dianggap hanya manuver TNI AD.
Sejarah dibalik. Yang selama ini PKI bertindak sebagai pelaku kekejaman, diubah menjadi pihak yang menjadi korban kekejaman para ulama dan TNI. Karena itu, kita khususnya para pendidik, luruskan sejarah agar anak didik kita tahu bagaimana sulitnya menjaga persatuan dan persatuan. (*/hen)


Penulis: Surya Agung Sabda, S.Pd
Editor: Hendarmono Al Sidarto


*Keterangan: Foto-foto ilustrasi disadur dari Jawad Bahonar

Coprights 2018 | Designed By | #GoldCreative